BLITAR KAWENTAR - Isuzu Panther lawas kembali mencuri perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Mobil diesel legendaris yang sempat menjadi primadona keluarga Indonesia pada era 1990-an itu kini justru semakin diburu kolektor dan penggemar mobil klasik. Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube Motomobi, Om Mobi membahas secara detail Isuzu Panther generasi pertama varian High Grade yang disebut-sebut sebagai salah satu Panther paling ikonik.
Popularitas Isuzu Panther memang belum sepenuhnya redup meski produksinya telah dihentikan beberapa tahun lalu. Bahkan, harga Panther tua dengan kondisi orisinal disebut terus merangkak naik di pasar mobil bekas. Faktor nostalgia, mesin diesel bandel, hingga biaya operasional murah menjadi alasan utama mobil ini tetap memiliki penggemar setia.
Dalam video tersebut, Om Mobi mengulas Panther High Grade bermesin diesel C223 berkapasitas 2.300 cc. Mobil itu merupakan generasi awal Panther yang meluncur sekitar awal 1990-an sebelum hadir versi facelift bermesin 2.500 cc direct injection.
Isuzu Panther Jadi Simbol Mobil Diesel Irit
Isuzu Panther dikenal luas sebagai mobil diesel irit pada masanya. Bahkan, Om Mobi kembali mengingat iklan legendaris Panther yang mengklaim perjalanan Jakarta-Bali hanya membutuhkan biaya bahan bakar Rp44 ribu.
“Panther dibuat sebagai mobil serbaguna yang irit dibanding rival-rivalnya yang saat itu mayoritas masih bermesin bensin,” ujar Om Mobi dalam tayangan tersebut.
Mesin diesel C223 yang digunakan Panther generasi pertama memang terkenal sederhana namun tangguh. Mesin itu juga pernah dipakai pada Chevrolet Trooper dan Chevrolet LUV. Tenaganya memang tidak besar, hanya sekitar 58 horsepower, tetapi torsinya cukup kuat untuk membawa beban berat maupun perjalanan jauh.
Karakter mesin diesel lawas itulah yang membuat Panther punya reputasi sebagai mobil tahan banting. Bahkan, Om Mobi menyebut Panther masih sanggup melibas berbagai kondisi jalan meski performanya tidak bisa dibandingkan mobil modern.
Interior Sederhana tapi Penuh Nostalgia
Masuk ke kabin, nuansa klasik langsung terasa. Dashboard kotak, jok kain empuk, hingga posisi duduk khas mobil era 90-an menjadi daya tarik tersendiri. Om Mobi bahkan menyebut Panther sebagai “mobil nostalgia” yang mengingatkan banyak orang pada perjalanan keluarga masa kecil.
Varian High Grade yang diulas memiliki sejumlah fitur yang tergolong mewah pada zamannya. Mulai dari power window, central lock, double blower AC, hingga cup holder yang kala itu masih jarang ditemukan di mobil keluarga Indonesia.
Meski demikian, kualitas material interior Panther disebut kurang begitu baik. Beberapa bagian dashboard dan konsol tengah rawan retak karena usia. Selain itu, kabin mobil juga terkenal kurang kedap suara.
“Suara mesin masuk ke dalam kabin, traffic noise juga terdengar jelas. Kekedapannya memang jadi kelemahan Panther,” jelas Om Mobi.
Namun, kekurangan tersebut dianggap sepadan dengan kenyamanan suspensi yang sangat empuk. Bahkan, Om Mobi menyebut suspensi Panther lebih nyaman dibanding beberapa rivalnya seperti Toyota Kijang maupun Mitsubishi Kuda.
Baca Juga: Perbandingan Isuzu Panther 1.3 vs 1.5 Bikin Penasaran, Mana yang Lebih Bandel dan Irit untuk Harian
Kelebihan Isuzu Panther yang Masih Dicari
Salah satu alasan Isuzu Panther tetap diminati hingga sekarang adalah biaya kepemilikan yang murah. Konsumsi solar terkenal hemat, sparepart mudah ditemukan, dan perawatannya sederhana.
Om Mobi juga menilai Panther cocok dijadikan kendaraan operasional maupun mobil koleksi. Ground clearance tinggi membuat mobil ini nyaman digunakan di berbagai medan, termasuk jalan rusak dan tanjakan.
Selain itu, desain kotaknya kini justru dianggap memiliki nilai klasik yang unik. Tidak sedikit pemilik Panther mempertahankan kondisi orisinal demi menjaga nilai jualnya.
“Panther itu mobil yang mau dibawa ke mana saja hayuk. Jalan jelek bisa, jalan jauh juga nyaman,” katanya.
Kekurangan Panther Kotak yang Perlu Diperhatikan
Meski punya banyak kelebihan, Panther lawas juga memiliki sejumlah kekurangan yang wajib dipahami calon pembeli. Selain kabin berisik, handling mobil ini disebut kurang stabil karena suspensinya sangat lembut dan limbung saat menikung.
Sistem pengereman juga dinilai kurang pakem dibanding mobil modern. Om Mobi bahkan bercanda bahwa “ngerem hari Senin, berhentinya hari Kamis.”
Performa mesin juga bukan untuk pecinta kecepatan. Akselerasi Panther terasa lambat, terutama saat kecepatan tinggi. Namun, karakter tersebut justru dianggap cocok untuk pengemudi yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi bahan bakar.
Saat ini, harga Isuzu Panther generasi pertama di pasaran cukup bervariasi. Untuk kondisi standar, harganya berkisar Rp50 juta hingga Rp100 jutaan tergantung kondisi dan tingkat orisinalitas.
Meski usianya sudah lebih dari tiga dekade, Isuzu Panther tetap menjadi salah satu mobil diesel legendaris yang sulit tergantikan di hati penggemarnya.