Blitar Kawentar - Smooth Tempur Facelift menjadi salah satu motor listrik subsidi pemerintah yang mulai mencuri perhatian karena menawarkan sistem swap baterai tanpa charger rumahan. Motor listrik ini hadir dengan desain sporty ala skutik modern, fitur GPS online 4G, serta biaya operasional yang diklaim jauh lebih hemat dibanding motor bensin.
Motor listrik buatan Smooth Motor ini dibanderol di kelas motor listrik subsidi dan membawa konsep berbeda dibanding kompetitornya. Alih-alih mengandalkan charging biasa, Smooth Tempur menggunakan sistem tukar baterai atau battery swap melalui jaringan Swap yang sudah tersedia di berbagai kota di Indonesia.
Selain desain modern, motor ini juga punya bobot ringan di bawah 70 kilogram sehingga terasa lincah untuk penggunaan harian di perkotaan.
Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Siapkan Langkah Antisipatif Tekan Belanja Pegawai sesuai Ketentuan
Smooth Tempur Facelift Tawarkan Desain Sporty dan Fitur Modern
Secara tampilan, Smooth Tempur Facelift terlihat seperti motor matic sporty pada umumnya. Bedanya, motor ini tidak memiliki knalpot, suara mesin, maupun kebutuhan servis rutin seperti ganti oli.
Lampu depan sudah menggunakan sistem LED lengkap dengan lampu dekat dan jauh. Di bagian belakang tersedia lampu rem, lampu sein, serta reflector tambahan untuk meningkatkan visibilitas saat malam hari.
Motor ini menggunakan velg ring 12 dengan ban tubeless ukuran 90 depan-belakang. Sistem pengereman depan dan belakang juga sudah memakai cakram atau disc brake.
Suspensi depan teleskopik dipadukan dual shock absorber di belakang membuat tampilannya cukup modern untuk kelas motor listrik subsidi.
Pada sektor performa, Smooth Tempur Facelift dibekali dinamo 1.500 watt yang ditempatkan di roda belakang. Motor ini diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 60 km/jam dengan daya angkut sampai 150 kilogram.
“Cukup bertenaga buat pemakaian sehari-hari,” ujar reviewer otomotif dalam ulasannya.
Meski dimensinya kompak, area pijakan kaki dibuat luas sehingga masih nyaman dipakai membawa galon atau barang belanjaan.
Sistem GPS dan Anti Maling Jadi Pembeda Smooth Tempur
Salah satu fitur paling menarik dari Smooth Tempur adalah konektivitas online berbasis jaringan 4G dan GPS.
Pengguna diwajibkan menghubungkan motor ke aplikasi resmi dengan cara memindai QR code yang berada di bawah jok. Setelah terhubung, pemilik bisa memantau posisi motor secara real time langsung dari smartphone.
Fitur ini juga mendukung sistem anti maling. Jika motor dicuri, pengguna dapat mengunci kendaraan dari aplikasi sehingga motor tidak bisa digunakan.
“Karena ada GPS, posisi motor bisa langsung dilihat di aplikasi,” jelas reviewer tersebut.
Motor ini juga memiliki sistem keamanan tambahan karena baterainya sudah terikat dengan kendaraan tertentu sehingga tidak bisa dipakai di motor lain.
Panel instrumen digitalnya menampilkan informasi cukup lengkap mulai dari indikator baterai, estimasi jarak tempuh, odometer, hingga status jaringan 4G.
Menariknya lagi, Smooth Tempur tidak memakai remote starter seperti kebanyakan motor listrik lain. Sistem operasionalnya dibuat sederhana layaknya motor matic biasa dengan tombol start dan mode parkir otomatis.
Swap Baterai Jadi Andalan, Tapi Sistem Kilometer Berbayar Jadi Sorotan
Smooth Tempur Facelift menggunakan baterai lithium LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 64V 22,5 Ah dengan berat sekitar 12 kilogram.
Dalam kondisi penuh, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer.
Namun hal paling unik adalah sistem pengisian dayanya. Motor ini tidak mendapatkan charger bawaan dan juga tidak memiliki colokan charging langsung di bodi motor.
Sebagai gantinya, pengguna harus menukar baterai di stasiun swap yang telah disediakan. Saat ini disebut sudah tersedia sekitar 500 titik penukaran baterai di seluruh Indonesia.
Pengguna cukup membawa baterai lama ke mesin swap, lalu menukarnya dengan baterai penuh hanya dalam hitungan detik.
Bahkan jika baterai habis di jalan, pengguna bisa memesan layanan antar baterai melalui aplikasi.
Untuk biaya operasional, Smooth Tempur memakai sistem saldo kilometer. Pengguna harus membeli paket jarak tempuh seperti Rp20 ribu untuk 100 kilometer atau Rp80 ribu untuk 500 kilometer.
Artinya, motor tidak bisa digunakan jika saldo kilometer habis meskipun baterai masih penuh.
Sistem ini menuai perhatian karena dianggap praktis sekaligus unik dibanding motor listrik lain yang hanya perlu mengisi daya biasa di rumah.
Meski begitu, reviewer berharap ke depannya tersedia solusi lebih fleksibel bagi pengguna yang ingin mengisi baterai sendiri di rumah tanpa tetap dikenakan sistem saldo kilometer.
Editor : M. Helmi Nurhisam