Blitar Kawentar - Tren motor listrik di Indonesia terus meningkat seiring hadirnya berbagai model baru dengan desain menarik dan biaya operasional yang lebih hemat. Salah satu yang kini ramai dibahas adalah Volta Mandala, motor listrik bergaya retro modern yang diklaim nyaman dipakai harian dan mampu menempuh hingga 130 kilometer dengan dua baterai.
Motor listrik produksi Volta ini menjadi sorotan karena tampil beda dibanding skuter listrik lain di kelasnya. Selain desain klasik yang unik, Volta Mandala juga dibekali berbagai fitur modern seperti lampu full LED, speedometer digital, reverse mode, hingga sistem tracking baterai berbasis aplikasi.
Dalam ulasan penggunaan selama satu bulan, reviewer mengaku awalnya tidak tertarik membeli motor listrik. Namun setelah melihat desain dan fitur Volta Mandala, ia akhirnya memutuskan menjadikan kendaraan ini sebagai motor listrik pertama di keluarganya.
Desain Retro Modern Jadi Alasan Utama Memilih Volta Mandala
Salah satu daya tarik utama Volta Mandala adalah desainnya yang memadukan nuansa retro klasik dengan teknologi modern. Motor ini tampil dengan bodi membulat khas skuter klasik, tetapi tetap terlihat futuristis berkat penggunaan lampu LED di seluruh bagian.
Lampu depan, lampu sein, hingga lampu hazard sudah menggunakan teknologi LED. Selain itu, Volta Mandala juga memiliki suara buatan elektronik yang aktif saat motor dijalankan agar tetap terdengar di jalan.
“Motor ini tampil retro, tapi fiturnya modern semua,” ujar reviewer dalam video ulasannya.
Volta Mandala juga memiliki dek kaki yang sangat luas sehingga nyaman digunakan untuk membawa barang belanjaan maupun galon air. Posisi duduknya dinilai cukup nyaman, bahkan untuk pengendara dengan tinggi badan sekitar 180 sentimeter.
Pilihan warna cerah seperti kuning juga menjadi daya tarik tersendiri karena membuat motor terlihat lebih mencolok dan unik di jalan raya.
Baterai Lithium dan Dua Slot Jadi Nilai Plus
Motor listrik ini menggunakan baterai lithium LiFePO4 yang disebut lebih ringan dan lebih tahan lama dibanding baterai SLA konvensional. Volta Mandala memiliki dua slot baterai sehingga pengguna bisa memasang dua baterai sekaligus untuk meningkatkan jarak tempuh.
Satu baterai diklaim mampu membawa motor melaju hingga 60 sampai 65 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Dengan dua baterai, total jarak tempuhnya bisa mencapai sekitar 130 kilometer.
Motor ini menggunakan tenaga 1.000 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 55 hingga 60 km/jam tergantung kondisi jalan dan beban pengendara.
Menariknya, baterai Volta Mandala juga sudah terhubung dengan aplikasi resmi Volta. Pengguna dapat memantau lokasi motor, kapasitas baterai, hingga status kendaraan langsung melalui smartphone.
“Dengan ukuran baterai kecil, tapi jaraknya bisa jauh banget,” kata reviewer.
Selain praktis, penggunaan baterai lithium juga dinilai lebih hemat biaya operasional karena tidak membutuhkan perawatan rumit seperti motor bensin.
Fitur Reverse dan Biaya Operasional Jadi Keunggulan
Volta Mandala turut dibekali fitur reverse atau mundur otomatis yang memudahkan pengguna saat parkir. Fitur ini cukup jarang ditemukan pada motor entry level dan dianggap sangat membantu, terutama ketika motor membawa barang bawaan.
Motor listrik ini juga memiliki tiga mode kecepatan atau riding gear. Gear 1 dapat digunakan hingga sekitar 25 km/jam, Gear 2 mencapai sekitar 40 km/jam, sementara Gear 3 mampu melaju hingga sekitar 60 km/jam.
Dalam penggunaan harian, reviewer mengaku motor ini sangat cocok untuk aktivitas jarak dekat seperti pergi ke pasar, olahraga pagi, atau kebutuhan rumah tangga lainnya.
Selain tidak memerlukan bensin, pengguna juga tidak perlu rutin mengganti oli mesin. Perawatan yang dibutuhkan hanya sebatas ban dan kampas rem sehingga biaya operasional dinilai jauh lebih murah dibanding motor konvensional.
“Kalau untuk kebutuhan harian, motor ini sudah lebih dari cukup dan terasa jauh lebih irit,” ujarnya.
Dengan kombinasi desain unik, fitur modern, dan biaya penggunaan yang rendah, Volta Mandala dinilai menjadi salah satu motor listrik yang cukup menarik untuk masyarakat yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik.
Editor : M. Helmi Nurhisam