Blitar Kawentar - Motor listrik Volta Mandala mulai ramai dibicarakan karena menawarkan sistem battery swap atau tukar baterai yang dinilai lebih praktis dibanding motor listrik konvensional. Dengan teknologi ini, pengguna tidak perlu repot menunggu lama saat mengisi daya karena baterai bisa langsung ditukar di stasiun swap yang tersedia.
Volta Mandala hadir sebagai solusi kendaraan listrik untuk mobilitas perkotaan, terutama di Jakarta yang identik dengan polusi dan kemacetan. Motor listrik ini juga menawarkan jarak tempuh cukup jauh berkat penggunaan baterai lithium dan dukungan dua slot baterai sekaligus.
Selain itu, Volta turut menghadirkan program sewa motor listrik yang menyasar pengemudi ojek online dengan biaya operasional yang lebih hemat dibanding motor bensin.
Volta Mandala Andalkan Battery Swap untuk Mobilitas Jarak Jauh
Salah satu daya tarik utama Volta Mandala adalah teknologi battery swap yang memungkinkan pengguna menukar baterai kosong dengan baterai penuh hanya dalam beberapa menit.
“Baterainya habis tinggal tukar dengan baterai penuh,” ujar narator dalam video ulasan motor tersebut.
Motor listrik ini memiliki dua slot baterai yang berada di bawah dek. Satu baterai lithium diklaim mampu menempuh jarak sekitar 55 kilometer dalam sekali penggunaan.
Jika menggunakan tambahan baterai lain, jarak tempuh Volta Mandala bahkan disebut bisa mencapai hingga 180 kilometer. Sistem ini membuat pengguna tidak perlu khawatir soal keterbatasan jarak tempuh kendaraan listrik.
Volta juga menyediakan sekitar 250 titik battery swap dan fast charging di berbagai wilayah. Pengguna cukup datang ke lokasi penukaran untuk mengganti baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh.
Menariknya, perusahaan menargetkan jumlah titik swap meningkat hingga 1.000 lokasi di Pulau Jawa dan Bali. Dengan jaringan tersebut, motor listrik ini disebut berpotensi dipakai untuk perjalanan antarkota bahkan jalur Pantura.
Harga Volta Mandala dan Program Sewa untuk Ojol Jadi Perhatian
Selain teknologi baterainya, harga Volta Mandala juga menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian masyarakat.
Motor listrik bergaya retro klasik ini dibanderol sekitar Rp19 juta sebelum subsidi pemerintah. Dengan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta, harga kendaraan menjadi jauh lebih terjangkau.
“Harga kita bersaing banget dan itu belum termasuk subsidi Rp7 juta,” kata pihak Volta dalam video tersebut.
Volta juga menawarkan program sewa motor listrik untuk pengemudi ojek online. Melalui program ini, pengguna hanya perlu membayar sekitar Rp45 ribu per hari dan sudah mendapatkan motor beserta akses penukaran baterai hingga 120 kilometer.
Skema tersebut dinilai lebih hemat dibanding biaya bensin harian yang biasanya mencapai Rp50 ribu atau lebih.
Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli unit secara langsung.
Desain Retro dan Fitur Modern Jadi Nilai Tambah
Volta Mandala hadir dengan desain retro klasik yang dipadukan sentuhan modern. Warna kuning yang mencolok membuat motor ini mudah dikenali saat berada di parkiran.
Secara spesifikasi, motor ini menggunakan motor hub bertenaga 1.200 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam.
Motor listrik ini juga sudah dibekali rem cakram depan dan belakang, lampu LED, fitur remote lock, hingga mode mundur atau reverse untuk memudahkan parkir.
Pengguna dapat memilih tiga mode kecepatan atau gear sesuai kebutuhan berkendara. Selain itu, Volta Mandala juga memiliki suara artificial engine yang memberikan sensasi berkendara layaknya motor bensin.
Dalam pengujian singkat, motor ini dinilai cukup nyaman digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan. Posisi baterai di bagian bawah motor juga membuat handling terasa lebih stabil saat digunakan berboncengan maupun bermanuver di jalan sempit.
Dengan biaya operasional rendah, sistem battery swap praktis, dan dukungan subsidi pemerintah, Volta Mandala dinilai menjadi salah satu motor listrik yang cukup menarik di pasar Indonesia saat ini.
Editor : M. Helmi Nurhisam