BLITAR KAWENTAR - Mobil termurah di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah reviewer otomotif YouTube, Fitra Eri, membedah Bajaj Qute milik Ridwan Hanif. Kendaraan roda empat mungil yang dulu dijual sekitar Rp70 jutaan itu kini bahkan bisa dibeli dalam kondisi bekas di kisaran Rp30 jutaan dan disebut masih memiliki sejumlah kelebihan meski penuh keterbatasan.
Dalam video ulasannya, Fitra Eri mencoba melihat sisi positif Bajaj Qute yang selama ini lebih sering mendapat komentar negatif. Kendaraan asal India tersebut memang memiliki dimensi kecil, tenaga minim, dan fitur sederhana. Namun, Fitra menilai mobil ini tetap lebih aman dibanding motor atau bajaj roda tiga.
Bajaj Qute sendiri pertama kali diperkenalkan di India pada 2012 sebagai kendaraan kategori quadricycle. Kendaraan ini memiliki empat roda, tetapi belum dianggap mobil penuh karena dimensinya kecil dan kecepatan maksimalnya terbatas. Di Indonesia, Bajaj Qute tercatat sebagai mobil penumpang model minibus berdasarkan STNK tahun 2017 dengan pajak tahunan hanya sekitar Rp143 ribu.
Baca Juga: Toyota Calya Murah 2026 Jadi Rebutan, Mobil Keluarga Irit Ini Ternyata Masih Paling Dicari
Bajaj Qute Disebut Jadi Mobil Paling Murah di Indonesia
Fitra Eri menyebut Bajaj Qute sebagai salah satu mobil baru termurah yang pernah dijual di Indonesia. Saat masih dipasarkan dalam kondisi baru, harganya berada di kisaran Rp70 jutaan. Kini, harga bekasnya bahkan turun drastis hingga di bawah Rp30 juta.
Menurutnya, harga tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor ke kendaraan roda empat dengan biaya murah.
“Kalau saya harus memilih antara motor baru atau Bajaj Qute dengan uang Rp30 jutaan, saya pilih Bajaj Qute karena minimal ada atap dan bodi,” ujar Fitra dalam videonya.
Mobil ini menggunakan mesin 217 cc satu silinder dengan tenaga sekitar 10,8 HP. Meski kecil, mesin tersebut sudah memakai teknologi fuel injection dan dual spark plug atau dua busi. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual 5-percepatan sequential.
Konsumsi bahan bakarnya juga diklaim sangat irit. Berdasarkan pengalaman Ridwan Hanif, Bajaj Qute mampu mencatat efisiensi hingga 1 liter untuk 35 kilometer. Dengan tangki kecil sekitar 7–8 liter, kendaraan ini disebut masih mampu menempuh perjalanan ratusan kilometer dalam sekali pengisian.
Dimensi Kecil dan Fitur Sederhana Jadi Kelebihan Sekaligus Kekurangan
Dari sisi ukuran, Bajaj Qute memiliki panjang kurang dari tiga meter dengan overhang pendek. Bentuk mungil ini membuat radius putarnya kecil sehingga mudah digunakan di jalan sempit dan kemacetan kota.
Namun, hampir seluruh bagian mobil dibuat dengan material sederhana. Interiornya didominasi plastik keras, kaca masih model geser manual, dan belum tersedia fitur modern seperti power window atau central lock.
Meski begitu, Fitra menilai Bajaj Qute tetap memiliki beberapa hal unik. Salah satunya adalah adanya lampu di ruang mesin belakang yang memudahkan pengecekan saat malam hari.
“Bahkan mobil termahal di dunia belum tentu punya lampu ruang mesin seperti ini,” kata Fitra sambil menunjukkan area mesin belakang.
Mobil ini juga memiliki bagasi depan berkapasitas sekitar 20 liter dengan desain berlubang untuk mengalirkan air. Menurut Fitra, desain tersebut justru berguna untuk membawa barang basah agar cepat kering.
Untuk kapasitas penumpang, Bajaj Qute mampu menampung hingga lima orang. Fitra yang memiliki tinggi badan 177 cm mengaku masih mendapat ruang kepala dan kaki yang cukup lega saat duduk di bangku belakang.
Performa Lemah, Tapi Dinilai Lebih Aman Dibanding Motor
Dalam pengujian di jalan raya hingga tol, Fitra Eri mengakui performa Bajaj Qute sangat terbatas. Kecepatan maksimal kendaraan ini hanya berkisar 55–70 km/jam dan akselerasinya sangat lambat.
Saat digunakan di jalan tol, mobil bahkan kesulitan mencapai batas minimum kecepatan. Fitra juga mengeluhkan kabin yang panas, getaran tinggi, serta aroma bensin yang kadang tercium saat berkendara.
Meski begitu, ia tetap melihat sisi positif kendaraan tersebut. Menurutnya, Bajaj Qute masih lebih aman dibanding motor karena memiliki bodi tertutup dan empat roda.
Mobil ini juga pernah menjalani uji tabrak Euro NCAP dan memperoleh satu bintang keselamatan. Meski bukan hasil bagus, Fitra menyebut masih ada kendaraan lain yang mendapatkan nol bintang.
Selain itu, biaya operasional kendaraan ini juga dinilai rendah. Pajak murah, konsumsi BBM irit, dan harga bekas yang jatuh membuat Bajaj Qute dianggap cocok sebagai kendaraan mencari nafkah atau kendaraan perkotaan jarak dekat.
Di akhir video, Fitra Eri menegaskan dirinya tetap tidak akan membeli Bajaj Qute bekas meski harganya murah. Ia mengaku lebih memilih mobil bekas lain di kisaran harga serupa. Namun, ia tetap mengapresiasi keberadaan Bajaj Qute sebagai alternatif kendaraan roda empat murah di Indonesia.
Editor : Dinar Ananda Putri