BLITAR KAWENTAR - Memiliki kendaraan roda empat dengan budget terbatas kini bukan lagi sekadar impian kosong. Bagi Anda yang sedang berburu mobil bekas 40 jutaan, Suzuki Karimun Wagon R varian Blind Van eks armada operasional pabrik rokok ini bisa menjadi opsi cerdas. Selain sudah dilengkapi AC, mobil ini menawarkan kenyamanan yang jauh melebihi kendaraan roda tiga atau Bajaj.
Tren memburu mobil bekas 40 jutaan belakangan ini kembali meningkat di tengah masyarakat, seiring kebutuhan transportasi yang aman dari hujan dan panas. Karimun Wagon R GS Blind Van keluaran tahun 2016 ini berhasil ditebus dari pemenang lelang dengan harga tunai hanya Rp 49 juta. Angka ini terbilang sangat miring mengingat harga bekas di pasaran marketplace untuk tipe sejenis masih bertengger di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 60 jutaan.
Meski menyandang status sebagai mobil bekas 40 jutaan, fitur fundamental yang ditawarkan sudah sangat memadai untuk mobilitas perkotaan. Kendaraan bermesin 1.000 cc dengan konfigurasi tiga silinder ini sudah dilengkapi power steering, penyejuk kabin, hingga fitur keselamatan berupa satu buah airbag di sisi pengemudi. Prestasi yang patut diapresiasi untuk kelas mobil pekerja keras.
Riwayat Unik Kendaraan dan Spesifikasi Dasar
Unit Suzuki Karimun Wagon R ini memiliki riwayat yang sangat unik karena sebelumnya difungsikan sebagai armada kanvaser dan distribusi sebuah perusahaan rokok. Hal ini terlihat sangat jelas dari absennya kaca pada jendela pintu baris kedua dan kaca bagasi belakang. Semuanya diganti menggunakan panel pelat besi solid dari pabrikan.
Kabin bagian belakang juga telah dimodifikasi secara custom. Tidak ada lagi kursi penumpang, melainkan laci-laci berbahan kayu yang dahulunya dipakai untuk menyimpan stok rokok maupun media promosi. Sistem penguncian pintu belakang pun telah diubah menggunakan anak kunci khusus dari luar demi alasan keamanan barang bawaan.
"Kalau dilihat, mobil ini benar-benar basic. Bumper depan dan grill tidak dicat, tidak ada foglamp, pelek masih model kaleng standar, dan spion model manual. Kaca jendela pun masih sistem engkol, belum power window," ungkap reviewer otomotif di kanal YouTube Ridwan Hanif dalam dokumentasinya.
Sederet Pekerjaan Rumah (PR) dan Sisa Aroma Tembakau
Meminang mobil lelang eks perusahaan dengan harga murah tentu menuntut kesiapan dana cadangan untuk perbaikan. Berdasarkan angka di odometer, mobil ini baru mencatatkan jarak tempuh sekitar 77.000 kilometer. Namun, melihat tingkat keausan pada lingkar kemudi, tuas transmisi, dan pedal gas, diduga kuat angka tersebut telah direkayasa alias dimundurkan.
Sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) mekanis menanti sang pemilik baru. Di antaranya adalah kondisi keempat ban yang sudah botak rata, engine mounting yang sudah hancur hingga membuat mesin bergetar hebat, mika lampu depan yang menguning, hingga aki bawaan yang sudah mati total. Selain itu, ada indikasi bekas tabrakan ringan di sudut kiri depan.
Tantangan unik lainnya ada pada sektor interior. "Mobil ini baunya tidak enak. Bukan bau asap rokok yang dibakar, tapi bau tembakau mentah yang menyelimuti seluruh kabin. Solusinya, mobil ini harus segera masuk bengkel detailing khusus," tambahnya. Beruntung, mobil ini memiliki nilai plus pada biaya pajak tahunan yang sangat murah, yakni di kisaran Rp 900 ribuan saja per tahun, meski pemilik tetap diwajibkan mengurus perpanjangan KIR tiap enam bulan.
Proyek Modifikasi Murah untuk Kendaraan Operasional Kantor
Mengingat basisnya adalah mobil ekonomis, sang pemilik telah menyiapkan cetak biru modifikasi dengan konsep murah meriah (low budget). Langkah awal yang akan dilakukan adalah mengganti oli mesin, oli transmisi, serta melakukan carbon clean atau gurah mesin untuk merontokkan kerak karbon di ruang bakar.
Untuk estetika dan fungsi, mobil ini akan dipasangi kaca film tipe standar yang ramah kantong, upgrade audio sederhana, serta penambahan sistem alarm agar aman saat diparkir. Rencananya, pelat besi di bagian samping juga akan ditutupi stiker hitam agar menyamarkan bentuk blind van tersebut.
Pada akhirnya, mobil rakitan 2016 ini diproyeksikan sebagai kendaraan operasional kantor di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Bantingan suspensinya yang empuk dan pedal gas yang responsif dinilai sangat mumpuni untuk mobilitas karyawan.
"Membeli mobil PR seperti ini membuat kita masih ada napas untuk menyicil perbaikan tiap bulan tanpa harus memaksakan kredit. Dengan harga 40 jutaan, ini jelas jauh lebih menyenangkan daripada membeli Bajaj," tutupnya mengakhiri rangkuman uji jalan.