BLITAR KAWENTAR - Harga Suzuki Ertiga bekas 2026 masih menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat yang ingin memiliki mobil keluarga dengan harga terjangkau. Suzuki Ertiga dikenal sebagai salah satu Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) yang menawarkan kabin luas, konsumsi bahan bakar irit, serta biaya perawatan yang relatif ramah di kantong.
Di pasar mobil bekas saat ini, harga Suzuki Ertiga bekas 2026 cukup bervariasi tergantung tahun produksi, tipe, kondisi kendaraan, hingga lokasi penjualan. Menariknya, sejumlah unit Suzuki Ertiga dari tahun 2013 hingga 2023 masih tersedia dengan kondisi yang diklaim bebas tabrak dan bebas banjir.
Bagi konsumen yang sedang berburu Suzuki Ertiga bekas, pilihan yang tersedia cukup beragam mulai dari tipe GL, GX, hingga Suzuki Ertiga Hybrid SS keluaran terbaru. Harga yang ditawarkan pun mulai dari kisaran Rp98 juta hingga Rp218 juta.
Daftar Harga Suzuki Ertiga Bekas Tahun 2013-2023
Dalam sebuah ulasan video pasar mobil bekas, terdapat beberapa unit Suzuki Ertiga yang ditawarkan dengan spesifikasi dan harga berbeda.
Pilihan pertama adalah Suzuki Ertiga GX 1.5 transmisi otomatis tahun 2015. Mobil ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp115 juta. Kondisinya disebut memiliki kelistrikan normal, pajak panjang, mesin sehat, kaki-kaki senyap, serta kilometer yang baru menempuh sekitar 92 ribu kilometer. Unit ini berada di kawasan Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat.
Selanjutnya ada Suzuki Ertiga GX 1.4 transmisi otomatis tahun 2016 yang dijual dengan harga Rp115 juta. Kendaraan ini memiliki odometer sekitar 100 ribu kilometer dan diklaim bebas banjir maupun bekas kecelakaan. Lokasinya berada di Karawaci, Tangerang.
Untuk konsumen yang mengincar harga lebih terjangkau, tersedia Suzuki Ertiga GL 1.4 transmisi manual tahun 2013 dengan banderol Rp98 juta. Mobil ini memiliki kilometer sekitar 95 ribu kilometer serta kondisi mesin dan kaki-kaki yang masih baik.
Ertiga Hybrid 2023 Tembus Rp218 Juta
Sementara itu, bagi pembeli yang menginginkan unit lebih muda, tersedia Suzuki Ertiga SS 1.5 transmisi otomatis tahun 2023. Mobil ini dibanderol sekitar Rp218 juta dan menjadi unit dengan harga tertinggi dalam daftar tersebut.
Suzuki Ertiga Hybrid terbaru ini memiliki jarak tempuh sekitar 30 ribu kilometer. Kondisinya disebut masih prima dengan pajak panjang, kelistrikan normal, mesin sehat, serta bebas riwayat tabrakan maupun banjir.
Mobil tersebut dipasarkan di kawasan WTC Mangga Dua, Jakarta Utara. Dengan usia kendaraan yang masih relatif muda, unit ini menjadi alternatif menarik dibanding membeli mobil baru dengan harga yang lebih tinggi.
Mengapa Suzuki Ertiga Bekas Masih Diminati?
Popularitas Suzuki Ertiga bekas tidak lepas dari reputasinya sebagai mobil keluarga yang nyaman digunakan sehari-hari. Kabin tiga baris yang lapang membuat kendaraan ini cocok untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan luar kota.
Selain itu, ketersediaan suku cadang yang melimpah serta biaya servis yang terjangkau menjadi alasan utama banyak konsumen memilih Ertiga dibanding kompetitor di kelas yang sama.
Dari sisi mesin, Ertiga dikenal cukup irit bahan bakar dan memiliki performa yang memadai untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan jarak jauh. Faktor tersebut membuat harga jual kembali mobil ini relatif stabil di pasar mobil bekas Indonesia.
Tips Membeli Suzuki Ertiga Bekas
Sebelum memutuskan membeli Suzuki Ertiga bekas, calon pembeli disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan. Pastikan riwayat servis jelas, dokumen kendaraan lengkap, dan lakukan pengecekan pada bagian mesin, kaki-kaki, serta sistem kelistrikan.
Selain itu, pembeli juga perlu melakukan test drive untuk memastikan performa mobil masih optimal. Jika memungkinkan, gunakan jasa inspeksi independen agar kondisi kendaraan dapat diketahui secara lebih detail.
Dengan rentang harga mulai Rp98 juta hingga Rp218 juta, Suzuki Ertiga bekas tetap menjadi salah satu pilihan mobil keluarga yang layak dipertimbangkan pada 2026. Beragam pilihan tahun dan tipe membuat konsumen dapat menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan maupun anggaran yang dimiliki.
Editor : Dinar Ananda Putri