Blitar Kawentar - Pasar mobil eks Bluebird Bintaro kembali menjadi sorotan setelah salah satu jaringan penjualan kendaraan bekas di Tangerang Selatan merilis update stok terbaru mereka pada awal Mei. Unit yang ditawarkan merupakan mobil eks armada taksi Bluebird yang telah melalui proses peremajaan total sebelum dijual ke konsumen umum.
Dalam rilis tersebut, disebutkan bahwa mobil eks Bluebird Bintaro yang dijual merupakan armada tahun 2019 dengan mesin 1.300 cc transmisi manual. Seluruh unit sebelumnya merupakan kendaraan operasional perusahaan taksi yang telah memasuki masa pakai lima tahun, kemudian dilakukan proses rotasi dan restorasi sebelum dipasarkan kembali. Sistem peremajaan ini diklaim menjadi standar operasional perusahaan untuk menjaga kualitas kendaraan tetap layak jalan.
H2: Mobil Eks Bluebird Bintaro Sudah Direstorasi dan Siap Pakai
Pihak penjual menjelaskan bahwa mobil eks Bluebird Bintaro yang tersedia telah melalui proses restorasi menyeluruh, termasuk pengecatan ulang menggunakan cat kualitas tinggi dengan durabilitas panjang. Kendaraan juga telah dimutasi dari plat kuning menjadi plat putih, sehingga legal digunakan oleh masyarakat umum tanpa hambatan administratif.
Seluruh unit disebut memiliki dokumen lengkap atas nama perusahaan, serta pajak yang masih aktif. Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen yang mencari mobil bekas dengan status legal yang jelas. Selain itu, kendaraan juga diklaim bebas dari tunggakan pajak, sehingga pembeli tidak perlu melakukan pengurusan tambahan setelah transaksi.
H2: Interior Standar, Mesin Bergaransi Perusahaan
Dari sisi interior, mobil eks Bluebird Bintaro masih mempertahankan komponen standar bawaan pabrik Toyota. Jok original masih digunakan, dengan kondisi rapi dan layak pakai. Sistem pendingin udara sudah menggunakan double blower yang membuat kabin lebih cepat dingin, terutama untuk penggunaan harian di perkotaan.
Sistem hiburan pada mobil ini masih menggunakan head unit standar, namun sudah mendukung konektivitas Bluetooth. Fitur power window juga telah tersedia di seluruh sisi kendaraan. Selain itu, konfigurasi kursi belakang dapat dilipat rata, memberikan fleksibilitas ruang bagasi yang lebih luas.
Pihak penjual juga menegaskan bahwa mesin menjadi bagian paling vital dari mobil eks Bluebird Bintaro yang mereka tawarkan. Seluruh unit diklaim dalam kondisi sehat dan telah melalui proses pengecekan internal. Bahkan, kendaraan disebut masih mendapatkan garansi mesin dari pihak perusahaan, sehingga memberikan rasa aman tambahan bagi pembeli.
H2: Harga Mulai Rp10 Jutaan hingga Veloz GR
Dari sisi harga, mobil eks Bluebird Bintaro ditawarkan dengan rentang yang cukup luas tergantung tipe dan hasil upgrade. Untuk unit standar, harga dipasarkan mulai dari sekitar Rp10 jutaan, menjadikannya salah satu opsi mobil bekas termurah di kelasnya.
Sementara itu, unit yang telah di-upgrade ke tipe lebih tinggi seperti Avanza Veloz GR dibanderol sekitar Rp133 juta hingga Rp136 jutaan, dengan pilihan warna yang beragam seperti putih, hitam, dan abu-abu. Selain itu, tersedia juga Toyota Innova Reborn tahun 2020 dengan transmisi manual yang dipasarkan di kisaran Rp40 jutaan, meskipun stoknya terbatas.
H2: Strategi Rotasi Armada 5 Tahun Sekali
Manajemen menyebutkan bahwa armada Bluebird melakukan rotasi setiap lima tahun sekali. Setelah masa operasional selesai, kendaraan masuk tahap reconditioning sebelum dijual kembali ke pasar retail. Sistem ini membuat mobil eks Bluebird Bintaro tetap berada dalam kondisi relatif terjaga dibanding mobil bekas pada umumnya.
Dengan kombinasi harga terjangkau, status legal jelas, serta klaim perawatan rutin, mobil eks taksi ini semakin diminati masyarakat yang mencari kendaraan ekonomis namun tetap fungsional.
Editor : M. Helmi Nurhisam