BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Honda Brio Satya milik seorang pelanggan asal Sumedang tampil dengan wajah baru setelah menjalani paket modifikasi bergaya Honda Brio RS di sebuah rumah modifikasi di Bogor. Perubahan yang dilakukan tidak hanya menyasar sektor eksterior, tetapi juga interior dan sistem pencahayaan sehingga membuat city car ini terlihat lebih modern dan berkelas.
Konsep modifikasi Honda Brio Satya kali ini mengusung tampilan OEM Plus dengan mengadopsi sejumlah komponen khas Brio RS. Hasilnya, mobil yang sebelumnya tampil standar kini memiliki aura sporty tanpa menghilangkan kenyamanan sebagai kendaraan harian.
Eksterior Berubah Total Ala Brio RS
Ubahan paling mencolok terlihat pada bagian depan. Grille standar diganti menggunakan grille tipe RS berwarna hitam glossy lengkap dengan emblem RS. Desain honeycomb pada grille baru juga diklaim mampu membantu memperlancar aliran udara menuju ruang mesin dan sistem pendingin.
Sistem pencahayaan turut mendapat peningkatan melalui pemasangan mini bi-LED ASH4 atau Hyperboloid yang menghasilkan sorotan cahaya lebih fokus dibanding lampu LED biasa. Selain itu, bagian bawah bumper kini dilengkapi fog lamp berukuran 2 inci dengan tiga pilihan warna cahaya, yakni kuning untuk kondisi hujan atau kabut, putih hangat untuk penggunaan harian, serta mode tambahan sesuai kebutuhan pengemudi.
Pada sisi samping, mobil dipasangi side skirt untuk mempertegas tampilan sporty. Antena model panjang bawaan juga diganti menggunakan shark fin antenna sehingga memberikan kesan lebih modern.
Bagian belakang tidak kalah menarik dengan pemasangan spoiler tipe RS berbahan plastik ABS Grade A yang dikenal kuat dan tidak mudah pecah. Seluruh emblem Brio Satya serta HPM di pintu bagasi dihilangkan untuk menciptakan tampilan clean look, sementara logo Honda tetap dipertahankan menggunakan emblem chrome.
Sebagai pelengkap, bumper belakang mendapat tambahan rear diffuser RS model 2025 dengan desain lebih sederhana tanpa motif honeycomb seperti versi sebelumnya. Sentuhan tersebut membuat tampilan buritan terlihat lebih berisi dan elegan.
Baca Juga: Honda Brio Electric Lime Tampil Lebih Sporty, Body Kit RS Urban dan Head Unit Orka G3 Jadi Sorotan
Interior Lebih Modern dengan Head Unit Android
Masuk ke dalam kabin, perubahan terbesar hadir melalui pemasangan head unit Samsui Omega berbasis Android 14. Perangkat ini dibekali RAM 4 GB dan memori internal 64 GB sehingga mampu menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar.
Pengguna dapat mengakses YouTube, Google Maps, Netflix, Spotify, Google Chrome, hingga aplikasi navigasi lainnya langsung dari layar head unit. Resolusi layar mencapai 1440 piksel sehingga menghasilkan tampilan yang tajam dan nyaman digunakan.
Fitur unggulan lainnya adalah dukungan NFC yang memungkinkan pengguna mengecek saldo kartu uang elektronik hanya dengan menempelkan kartu ke layar head unit. Fitur ini dinilai sangat membantu, terutama bagi pemilik kendaraan yang sering melakukan perjalanan jauh menggunakan jalan tol.
Lampu Lebih Terang dan Fungsional
Selain tampilan, sektor pencahayaan menjadi salah satu fokus utama modifikasi. Mini bi-LED ASH4 memberikan pencahayaan yang lebih pekat berkat penggunaan proyektor sehingga distribusi cahaya menjadi lebih merata dibandingkan lampu LED konvensional.
Fog lamp tiga warna juga memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan pencahayaan dengan kondisi jalan dan cuaca. Mode kuning efektif digunakan saat hujan deras maupun berkabut, sedangkan mode putih memberikan visibilitas lebih baik untuk penggunaan harian.
Tampil Sporty Tanpa Kehilangan Fungsi Harian
Seluruh proses modifikasi dilakukan tanpa mengubah karakter Honda Brio Satya sebagai kendaraan harian. Konsep OEM Plus tetap dipertahankan sehingga hasil akhirnya terlihat rapi, elegan, dan menyerupai Honda Brio RS versi pabrikan.
Perpaduan grille RS, mini bi-LED, fog lamp tiga warna, spoiler, rear diffuser, serta head unit Android 14 menjadikan Honda Brio Satya ini sebagai salah satu inspirasi modifikasi bagi pemilik Brio yang ingin meningkatkan tampilan sekaligus menambah fitur modern tanpa melakukan ubahan ekstrem.
Editor : M. Helmi Nurhisam