BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Mobil bekas Rp50 jutaan masih menjadi salah satu topik yang paling banyak ditanyakan calon pembeli kepada konsultan mobil bekas. Meski pilihan unit masih tersedia di pasaran, konsumen diminta tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi karena mayoritas kendaraan pada rentang harga tersebut sudah berusia lebih dari 15 hingga 20 tahun.
Hal itu diungkapkan tim konsultan BMI dalam sebuah podcast yang membahas tren permintaan mobil bekas Rp50 jutaan. Menurut mereka, banyak calon pembeli berharap mendapatkan mobil tanpa pekerjaan rumah (PR), minim perawatan, dan nyaman dipakai harian. Sayangnya, kondisi tersebut sulit ditemukan pada mobil dengan harga di kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta.
Karena itu, sebelum memutuskan membeli mobil bekas Rp50 jutaan, konsumen diminta memahami risiko kepemilikan kendaraan tua, mulai dari kemungkinan perbaikan berkala, kondisi transmisi, hingga usia komponen yang sudah tidak muda lagi.
Ekspektasi Harus Disesuaikan
Mas Wahid menjelaskan, pihaknya selama ini cukup berhati-hati menerima permintaan pencarian mobil dengan anggaran Rp50 juta.
Menurutnya, mobil pada rentang harga tersebut hampir dipastikan memiliki usia di atas dua dekade sehingga wajar jika masih membutuhkan sejumlah perbaikan.
Ia mengingatkan bahwa pembeli tidak boleh berharap memperoleh kendaraan tanpa kendala teknis. Bahkan mobil dengan kondisi terbaik sekalipun tetap berpotensi membutuhkan penggantian komponen akibat faktor usia.
Pembelian Sebaiknya Dilakukan Secara Tunai
BMI juga menyarankan agar mobil pada segmen harga tersebut dibeli secara tunai.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Keluarga Rp50 Jutaan yang Masih Layak Dibeli, Avanza hingga Honda Freed
Alasannya, apabila kendaraan dibeli melalui skema cicilan, beban psikologis pemilik akan semakin besar ketika mobil harus masuk bengkel. Selain masih membayar angsuran, pemilik juga harus menyiapkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Karena itu, pembeli disarankan memiliki dana cadangan setelah transaksi agar tidak kesulitan ketika muncul kebutuhan servis di kemudian hari.
Hatchback Jadi Pilihan Menarik
Meski memiliki sejumlah risiko, BMI tetap memberikan beberapa rekomendasi mobil yang dinilai masih layak dipertimbangkan.
Di segmen hatchback terdapat Proton Savvy 2007 yang dinilai memiliki desain unik dan masih menarik. Selain itu ada Chevrolet Aveo 2005 yang menawarkan tampilan modern untuk ukuran mobil di kelas harganya.
Toyota Starlet Kapsul juga masuk dalam daftar rekomendasi karena dikenal memiliki reputasi mesin yang cukup baik serta ketersediaan suku cadang yang relatif mudah ditemukan.
Pilihan lain adalah Hyundai Getz 2004 dan Kia Picanto generasi pertama yang masih cukup diminati sebagai mobil harian berukuran kompak.
MPV Masih Bisa Dipilih
Bagi yang membutuhkan kendaraan keluarga, BMI menyebut Kia Carens sebagai salah satu opsi menarik di kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta.
Mobil tersebut dinilai menawarkan desain yang tidak terlalu ketinggalan zaman dengan konfigurasi tiga baris kursi.
Selain itu, Mitsubishi Kuda dan Daihatsu Taruna juga dianggap masih layak dipertimbangkan karena terkenal tangguh dan memiliki biaya perawatan yang relatif terjangkau dibanding beberapa kompetitornya.
Jangan Takut Mobil Tua, Asal Siap Konsekuensinya
Tim BMI menegaskan, membeli mobil bekas murah bukan berarti tanpa risiko.
Pemilik harus siap apabila sewaktu-waktu kendaraan membutuhkan perbaikan atau mengalami kendala saat digunakan. Mental dan ekspektasi menjadi faktor penting agar tidak kecewa setelah mobil berada di garasi rumah.
Dengan pemilihan unit yang tepat, pemeriksaan menyeluruh sebelum transaksi, serta dana cadangan untuk servis, mobil bekas di kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta masih dapat menjadi pilihan rasional bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Editor : Maylanni Diana Fitri