BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Mobil keluarga paling irit masih menjadi incaran banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan kendaraan nyaman dengan biaya operasional rendah. Selain konsumsi bahan bakar yang hemat, kemudahan perawatan juga menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli mobil keluarga.
Saat ini tersedia banyak pilihan mobil keluarga paling irit yang menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, kabin luas, serta biaya servis yang relatif terjangkau. Beberapa model bahkan sudah lama dikenal memiliki daya tahan tinggi dan suku cadang yang mudah ditemukan di berbagai daerah.
Bagi calon pembeli yang sedang mencari mobil keluarga paling irit, berikut lima rekomendasi yang layak dipertimbangkan karena dikenal hemat BBM sekaligus mudah dirawat.
Toyota Calya, LCGC Andalan Keluarga
Toyota Calya menjadi salah satu pilihan favorit di segmen Low Cost Green Car (LCGC). Mobil ini mengusung mesin 1.200 cc yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 86,7 horsepower dengan torsi maksimum 107,8 Nm.
Keunggulan utama Toyota Calya terletak pada konsumsi bahan bakarnya yang irit serta biaya perawatan yang relatif murah. Mobil ini juga cocok digunakan sebagai kendaraan harian maupun perjalanan bersama keluarga.
Meski demikian, Toyota Calya memiliki beberapa kekurangan, seperti ruang kabin yang tidak terlalu lega serta posisi kursi yang terasa cukup tegak bagi sebagian pengguna.
Suzuki Ertiga Tawarkan Kabin Lega
Suzuki Ertiga menjadi pilihan berikutnya berkat kabinnya yang luas dan desain interior yang cukup mewah di kelasnya. Mobil bermesin 1.500 cc ini dibekali teknologi Multi Point Injection (MPI) yang membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Dari sisi keselamatan, Suzuki Ertiga sudah dilengkapi fitur seperti dual SRS airbag dan Anti-lock Braking System (ABS), sehingga memberikan rasa aman saat berkendara bersama keluarga.
Kekurangannya, pengaturan pendingin udara masih menggunakan model knop konvensional yang dinilai kurang modern dibanding beberapa pesaingnya.
Mitsubishi Xpander Tetap Jadi Primadona
Mitsubishi Xpander masih menjadi salah satu MPV terlaris di Indonesia. Mobil ini menggunakan mesin empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 103 horsepower dengan torsi 141 Nm.
Selain menawarkan kenyamanan berkendara, Mitsubishi juga memberikan program gratis biaya servis hingga tiga tahun pertama, sehingga mampu menekan biaya kepemilikan.
Salah satu catatan pada Xpander adalah sandaran kepala kursi yang belum dapat diatur pada beberapa varian. Namun secara keseluruhan, mobil ini tetap unggul dari sisi kenyamanan dan desain.
Toyota Avanza Masih Sulit Tergeser
Toyota Avanza sudah lama dikenal sebagai mobil keluarga sejuta umat. Mobil ini tersedia dengan pilihan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 104,5 horsepower serta torsi 137,2 Nm.
Keunggulan Avanza adalah konsumsi bahan bakar yang efisien, jaringan bengkel yang luas, serta ketersediaan suku cadang yang melimpah. Hal tersebut membuat biaya perawatannya tetap terjangkau.
Meski begitu, beberapa pengguna menilai kabin Avanza masih kurang kedap suara. Selain itu, posisi kursi baris ketiga yang dilipat belum menghasilkan lantai yang benar-benar rata.
Honda Mobilio Tetap Menarik
Honda Mobilio melengkapi daftar mobil keluarga paling irit berkat mesin 1,5 liter i-VTEC yang diklaim mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga sekitar 20 kilometer per liter saat melaju di jalan tol.
Selain irit, biaya servis berkala Mobilio juga cukup terjangkau dan suku cadangnya mudah ditemukan. Hal ini membuat mobil tersebut masih menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas.
Di sisi lain, Honda Mobilio memiliki karakter suspensi yang cenderung lebih keras dibanding rivalnya. Panel instrumen juga dinilai belum selengkap beberapa kompetitor.
Kelima mobil tersebut memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan keluarga Indonesia. Mulai dari Toyota Calya yang ekonomis, Suzuki Ertiga dengan kabin lega, Mitsubishi Xpander yang nyaman, Toyota Avanza yang terkenal mudah dirawat, hingga Honda Mobilio yang efisien dalam konsumsi bahan bakar. Sebelum membeli, konsumen disarankan mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, serta biaya operasional jangka panjang agar mendapatkan kendaraan yang paling sesuai.
Editor : Maylanni Diana Fitri