Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Tes Jarak Tempuh Mobil Listrik: Jaecoo J5 EV Libas BYD Atto 3, Hasilnya Bikin Kaget!

M. Helmi Nurhisam • Senin, 13 Juli 2026 | 17:52 WIB
Tes jarak tempuh mobil listrik membuktikan Jaecoo J5 EV mengungguli BYD Atto 3 hingga 470 km. Simak hasil lengkap dan penyebabnya.(ScYoutube)
Tes jarak tempuh mobil listrik membuktikan Jaecoo J5 EV mengungguli BYD Atto 3 hingga 470 km. Simak hasil lengkap dan penyebabnya.(ScYoutube)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Tes jarak tempuh mobil listrik menjadi pembuktian menarik bagi dua SUV listrik yang tengah mencuri perhatian pasar Indonesia, yakni Jaecoo J5 EV dan BYD Atto 3. Meski sama-sama mengusung baterai berkapasitas sekitar 60 kWh, hasil pengujian justru menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.

Dalam tes jarak tempuh mobil listrik ini, kedua kendaraan diuji dengan metode yang sama. Baterai diisi hingga 100 persen, tekanan ban disesuaikan standar pabrikan, membawa dua penumpang, serta seluruh data perjalanan seperti trip meter dan konsumsi energi di-reset sebelum berangkat.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Jawa Tengah dalam kondisi cuaca yang jauh dari ideal. Hujan deras yang mengguyur sepanjang rute menjadi tantangan tersendiri karena dapat meningkatkan hambatan gulir ban dan membuat konsumsi energi mobil listrik lebih boros. Meski begitu, tes jarak tempuh mobil listrik tetap berlangsung hingga baterai kedua mobil benar-benar habis.

Baca Juga: Produktivitas Jagung Kabupaten Blitar Tembus 172 Ribu Ton dalam Lima Bulan, DKPP Ungkap Kunci Tingginya Hasil Panen

Spesifikasi Hampir Identik

BYD Atto 3 Long Range dibekali baterai berkapasitas 60,48 kWh dengan tenaga 210 hp dan torsi 310 Nm. Berdasarkan klaim NEDC, SUV listrik asal Tiongkok tersebut mampu menempuh jarak hingga 480 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Di sisi lain, Jaecoo J5 EV membawa baterai sedikit lebih besar, yakni 60,9 kWh, dengan tenaga 207 hp serta torsi 288 Nm. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Perbedaan paling mencolok justru ada pada harga. Saat pengujian dilakukan, Jaecoo J5 EV dipasarkan dengan harga promo Rp499,9 juta untuk seribu pembeli pertama, sementara BYD Atto 3 dijual di kisaran Rp500 jutaan.

Hujan Deras Menguras Baterai

Sejak meninggalkan Jakarta hingga memasuki wilayah Cikampek, kedua mobil terus melaju di tengah hujan deras. Kondisi jalan yang dipenuhi genangan air membuat efisiensi mobil listrik menurun karena hambatan roda semakin besar.

Meski demikian, kedua pengemudi mengaktifkan mode regenerative braking pada level tertinggi agar energi hasil deselerasi bisa kembali mengisi baterai.

Memasuki pertengahan perjalanan, mulai terlihat perbedaan konsumsi energi. BYD Atto 3 menyisakan baterai sekitar 52 persen, sedangkan Jaecoo J5 EV masih memiliki sekitar 56 persen dengan estimasi jarak tempuh yang lebih panjang.

Adu Kenyamanan dan Fitur

Tak hanya menguji efisiensi baterai, perjalanan ini juga menjadi ajang membandingkan kenyamanan kedua SUV listrik tersebut.

BYD Atto 3 menawarkan suspensi yang empuk sehingga terasa nyaman digunakan di dalam kota. Namun saat melaju di jalan tol, karakter suspensinya dinilai sedikit lebih limbung ketika bermanuver pada kecepatan tinggi.

Sebaliknya, Jaecoo J5 EV memberikan rasa berkendara yang lebih stabil untuk perjalanan jarak jauh. Suspensinya memang sedikit lebih kaku, tetapi mampu menghasilkan kontrol bodi yang lebih baik.

Dari sisi interior, Jaecoo J5 EV juga unggul berkat hadirnya ventilated seat, ambient light dengan puluhan pilihan warna, desain dashboard minimalis, serta fitur ADAS yang lebih lengkap. Sementara BYD Atto 3 tetap menawarkan kepraktisan melalui banyak tombol fisik sehingga pengemudi tidak selalu bergantung pada layar sentuh.

Baca Juga: Izin Cerai Guru di Kabupaten Blitar Menurun, Dispendik Berhasil Mediasi Satu ASN hingga Rujuk Kembali

BYD Atto 3 Menyerah Lebih Dulu

Menjelang akhir pengujian, BYD Atto 3 menjadi mobil pertama yang kehabisan daya. Kendaraan akhirnya berhenti setelah mencatatkan jarak tempuh sekitar 433 kilometer.

Menariknya, meski indikator baterai sudah menunjukkan nol persen, mobil masih memberikan tenaga cadangan sehingga pengemudi dapat menggeser kendaraan menuju lokasi yang lebih aman sebelum benar-benar berhenti.

Sementara itu, Jaecoo J5 EV terus melanjutkan perjalanan hingga keluar wilayah Semarang. Bahkan ketika baterai menunjukkan nol persen, mobil masih mampu berjalan perlahan dalam mode darurat atau limp mode untuk mencari tempat berhenti yang aman.

Jaecoo J5 EV Lampaui Klaim Pabrikan

Pengujian berakhir ketika Jaecoo J5 EV benar-benar berhenti setelah mencatatkan jarak tempuh 470,3 kilometer. Angka tersebut bahkan melampaui klaim resmi NEDC yang mencapai 461 kilometer.

Salah satu faktor yang diduga membuat Jaecoo J5 EV lebih efisien adalah bobot kendaraan yang lebih ringan. Mobil ini memiliki berat sekitar 1.565 kilogram, sedangkan BYD Atto 3 mencapai sekitar 1.750 kilogram. Selisih hampir 200 kilogram tersebut diyakini berpengaruh terhadap konsumsi energi selama perjalanan jauh.

Hasil pengujian ini membuktikan bahwa kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan jarak tempuh mobil listrik. Bobot kendaraan, efisiensi sistem regenerative braking, karakter pengendaraan, hingga kondisi cuaca juga memiliki pengaruh besar terhadap performa kendaraan listrik dalam penggunaan sehari-hari.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Jaecoo J5 EV #BYD Atto 3 #tes jarak tempuh mobil listrik #spklu #mobil listrik