BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 menjadi duel yang paling dinantikan pecinta mobil listrik di Indonesia. Keduanya memiliki spesifikasi baterai yang nyaris identik, namun hasil pengujian jarak tempuh justru menghadirkan kejutan besar.
Dalam pengujian Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 ini, kedua mobil diberangkatkan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dengan kondisi baterai terisi penuh 100 persen. Seluruh parameter dibuat sama, mulai dari tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, jumlah penumpang, hingga reset data perjalanan agar hasil pengujian benar-benar adil.
Perjalanan berlangsung di tengah hujan deras hampir sepanjang rute. Meski kondisi tersebut dikenal dapat menurunkan efisiensi kendaraan listrik, pengujian Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 tetap dilanjutkan hingga kedua mobil benar-benar kehabisan daya.
Kapasitas Baterai Nyaris Sama
BYD Atto 3 Long Range mengandalkan baterai berkapasitas 60,48 kWh yang menghasilkan tenaga 210 hp dan torsi 310 Nm. Berdasarkan standar NEDC, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 480 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, Jaecoo J5 EV dibekali baterai 60,9 kWh dengan tenaga 207 hp serta torsi 288 Nm. Meski memiliki klaim jarak tempuh 461 kilometer menurut NEDC, kapasitas baterainya sedikit lebih besar dibanding rivalnya.
Secara spesifikasi, kedua SUV listrik tersebut memang sangat berimbang. Perbedaan paling mencolok justru terdapat pada bobot kendaraan dan karakter pengendaraannya.
Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Sesungguhnya
Pengujian berlangsung dalam kondisi hujan deras sejak keluar dari Jakarta hingga memasuki wilayah Jawa Tengah. Jalanan basah dan banyak genangan air membuat konsumsi energi kedua mobil meningkat karena hambatan roda menjadi lebih besar.
Kedua kendaraan menggunakan mode regenerative braking tertinggi agar energi hasil perlambatan dapat dikembalikan ke baterai. Namun, kondisi cuaca tetap membuat estimasi jarak tempuh terus menurun lebih cepat dibanding kondisi normal.
Saat memasuki pertengahan perjalanan, Jaecoo J5 EV mulai menunjukkan keunggulannya. Persentase baterai yang tersisa lebih besar dibandingkan BYD Atto 3 dengan estimasi jarak tempuh yang juga lebih panjang.
Kenyamanan Sama-sama Menarik
Selain menguji efisiensi baterai, perjalanan ini juga membandingkan kenyamanan kedua mobil.
BYD Atto 3 dinilai memiliki suspensi yang empuk sehingga nyaman dipakai di jalan perkotaan. Namun ketika melaju di jalan tol, karakter suspensinya terasa lebih limbung dibanding rivalnya.
Sebaliknya, Jaecoo J5 EV menawarkan suspensi yang sedikit lebih kaku, tetapi menghasilkan stabilitas lebih baik saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Dari sisi fitur, Jaecoo J5 EV dibekali ventilated seat, ambient lighting dengan banyak pilihan warna, serta paket ADAS yang lebih lengkap. Sementara BYD Atto 3 tetap unggul dalam kemudahan pengoperasian berkat banyaknya tombol fisik yang memudahkan pengemudi mengakses berbagai fitur.
Baca Juga: PKB Bidik Suara Milenial dan Gen Z di Blitar, Target Tambah Kursi DPRD pada Pemilu 2029
BYD Atto 3 Berhenti Lebih Cepat
Menjelang akhir pengujian, BYD Atto 3 menjadi mobil pertama yang benar-benar kehabisan daya.
SUV listrik tersebut berhenti setelah mencatatkan jarak tempuh sekitar 433 kilometer. Meski indikator baterai telah menunjukkan nol persen, sistem kendaraan masih memberikan tenaga cadangan agar mobil dapat bergeser menuju lokasi yang lebih aman sebelum akhirnya mati total.
Sementara itu, Jaecoo J5 EV terus melanjutkan perjalanan hingga keluar wilayah Semarang. Bahkan ketika indikator baterai menunjukkan nol persen, kendaraan masih mampu melaju perlahan menggunakan limp mode untuk mencari tempat berhenti yang aman.
Hasil Akhir Lampaui Ekspektasi
Pengujian berakhir ketika Jaecoo J5 EV mencatatkan jarak tempuh 470,3 kilometer, atau sekitar 37 kilometer lebih jauh dibandingkan BYD Atto 3.
Menariknya lagi, hasil tersebut juga melampaui klaim resmi NEDC Jaecoo J5 EV yang berada di angka 461 kilometer.
Perbedaan performa tersebut diduga dipengaruhi oleh bobot kendaraan. Jaecoo J5 EV memiliki berat sekitar 1.565 kilogram, sedangkan BYD Atto 3 mencapai sekitar 1.750 kilogram. Selisih hampir 200 kilogram itu membuat konsumsi energi Jaecoo J5 EV lebih efisien selama perjalanan panjang.
Pengujian ini sekaligus membuktikan bahwa performa mobil listrik tidak hanya ditentukan kapasitas baterai. Efisiensi motor listrik, bobot kendaraan, sistem regenerative braking, hingga kondisi cuaca menjadi faktor penting yang menentukan jarak tempuh sesungguhnya di jalan raya.
Editor : M. Helmi Nurhisam