BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Suzuki Karimun Kotak yang sempat menjadi city car dengan penjualan biasa saja di Indonesia kini justru berubah menjadi salah satu mobil culture yang banyak diminati pecinta modifikasi. Perubahan tren otomotif membuat mobil mungil tersebut kembali mendapat perhatian, terutama generasi pertama yang dipasarkan sejak akhir 1990-an.
Suzuki sebenarnya dikenal sebagai pabrikan Jepang yang kerap menghadirkan inovasi pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Salah satu gebrakannya adalah menghadirkan Suzuki Karimun, mobil berukuran kompak yang mengusung konsep berbeda dibanding mayoritas mobil di Indonesia saat itu.
Saat pasar didominasi sedan, hatchback, dan MPV, Suzuki mencoba menawarkan city car berukuran kecil yang terinspirasi dari konsep kei car di Jepang.
Berawal dari Uji Pasar Sebelum Dirakit Lokal
Suzuki pertama kali mendatangkan Karimun ke Indonesia melalui skema completely built up (CBU) pada Agustus hingga September 1998 sebagai bagian dari riset pasar.
Hasilnya dinilai cukup positif sehingga Suzuki memutuskan merakit Karimun secara lokal mulai 9 September 1999.
Menariknya, Karimun yang pertama kali dijual di Indonesia sebenarnya sudah merupakan generasi kedua, karena generasi pertama hanya dipasarkan di Jepang.
Desainnya yang mengotak menjadi ciri khas tersendiri. Ketika produsen lain mulai menghadirkan mobil dengan bodi membulat, Suzuki justru tampil berbeda dengan bentuk yang sederhana dan fungsional.
Mesin Sederhana Jadi Nilai Utama
Suzuki Karimun Kotak dibekali mesin berkode F10A berkapasitas 970 cc dengan konfigurasi empat silinder, delapan katup SOHC.
Baca Juga: Hari Baik Hajatan Juli 2026 Menurut Primbon Jawa dan Islam, Ini Tanggal yang Direkomendasikan
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 55 horsepower, sehingga performanya memang bukan menjadi keunggulan utama.
Namun Suzuki lebih menonjolkan efisiensi, harga yang terjangkau, serta ketahanan mesin yang telah terbukti digunakan pada Suzuki Carry.
Meski memiliki dimensi kompak dengan panjang 3.410 mm, lebar 1.575 mm, dan tinggi 1.705 mm, kabin Karimun tetap mampu memberikan ruang yang cukup lega bagi penumpang.
Penjualan Karimun Kotak Cukup Stabil
Suzuki Karimun Kotak diproduksi di Indonesia sejak 1999 hingga 2006.
Selama sekitar tujuh tahun masa penjualannya, mobil ini mencatat distribusi sebanyak 27.317 unit.
Angka tersebut memang tidak tergolong besar, tetapi Karimun mampu menguasai sekitar 15 persen market share, mendekati target Suzuki yang ingin mencapai 20 persen.
Karimun Estilo Hadir dengan Mesin Lebih Besar
Pada 2007, Suzuki meluncurkan generasi berikutnya, yakni Suzuki Karimun Estilo.
Desainnya dibuat lebih membulat mengikuti tren otomotif saat itu.
Karimun Estilo menggunakan mesin F10D berkapasitas 1.061 cc yang menghasilkan tenaga 65 horsepower dan torsi maksimum 84 Nm.
Meski menawarkan peningkatan performa, penjualannya justru tidak melampaui generasi sebelumnya.
Selama dipasarkan hingga 2011, Karimun Estilo tercatat terjual sebanyak 21.805 unit.
Wagon R Masuk Segmen LCGC
Suzuki kembali melakukan pembaruan dengan meluncurkan Karimun Wagon R pada 2013.
Berbeda dari dua generasi sebelumnya, model ini masuk ke dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Karimun Wagon R dibekali mesin K10B berkapasitas 998 cc tiga silinder yang mampu menghasilkan tenaga 68 horsepower dengan torsi 90 Nm.
Meski kapasitas mesinnya lebih kecil, tenaga yang dihasilkan justru meningkat berkat penggunaan teknologi mesin yang lebih baru.
Namun konfigurasi tiga silinder membuat getaran mesin dinilai lebih besar dibanding mesin empat silinder milik generasi sebelumnya.
Penjualan Terus Menurun
Berdasarkan data distribusi pabrik ke dealer yang disebutkan dalam video, Karimun Wagon R mencatat penjualan sebanyak 4.705 unit pada 2013.
Angka tersebut meningkat menjadi 17.068 unit pada 2014, tetapi kembali menurun pada tahun-tahun berikutnya.
Pada 2016 distribusinya menjadi 9.900 unit, kemudian turun menjadi 5.408 unit pada 2017, 4.564 unit pada 2018, 4.948 unit pada 2019, 1.591 unit pada 2020, dan hanya 1.772 unit pada 2021.
Penurunan tersebut membuat Suzuki akhirnya menghentikan penjualan Karimun di Indonesia.
Kini Menjadi Mobil Culture
Meski dulu kurang diminati, Suzuki Karimun Kotak kini justru banyak dicari sebagai bahan modifikasi.
Perubahan tren otomotif membuat mobil ini masuk dalam kategori mobil culture, yakni kendaraan yang dimodifikasi untuk mencerminkan karakter, kreativitas, dan gaya hidup pemiliknya.
Desain kotaknya dinilai menjadi kanvas menarik bagi para penggemar modifikasi.
Selain itu, harga bekasnya yang relatif terjangkau membuat Karimun Kotak menjadi pilihan menarik dibanding membeli sepeda motor baru di kisaran harga yang hampir sama.
Tetap Perlu Memperhatikan Kondisi Mobil
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa calon pembeli tetap harus berhati-hati karena usia Karimun Kotak sudah lebih dari dua dekade.
Beberapa komponen, terutama sektor kaki-kaki, disebut memerlukan perhatian lebih karena dikenal cukup sering mengalami kerusakan.
Namun mesin F10A dinilai masih mudah dirawat karena suku cadangnya melimpah dan banyak bengkel yang mampu melakukan perbaikan.
Karena itu, Suzuki Karimun Kotak dinilai layak dipilih bagi pecinta modifikasi atau mobil culture. Sebaliknya, mobil ini dianggap kurang cocok sebagai mobil pertama bagi pembeli yang mengutamakan kenyamanan dan usia kendaraan yang lebih muda.
Editor : Maylanni Diana Fitri