BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Honda Brio Satya CVT masih menjadi salah satu city car paling diminati di Indonesia meski persaingan di segmennya semakin ketat. Mobil ini tetap menawarkan desain menarik, mesin 1.200 cc bertenaga, serta efisiensi yang membuatnya banyak dipilih sebagai kendaraan harian. Namun, di balik popularitas tersebut, Honda Brio Satya CVT juga memiliki sejumlah kekurangan yang patut dipertimbangkan sebelum membeli.
Di tengah hadirnya berbagai kompetitor dengan fitur lebih modern, Honda Brio Satya CVT dinilai tetap unggul dari sisi desain, performa mesin, dan kenyamanan berkendara. Sementara itu, beberapa fitur yang kini mulai umum di kelasnya justru belum tersedia pada mobil ini.
Desain Eksterior Masih Menjadi Nilai Jual
Honda Brio Satya CVT tampil dengan desain yang dianggap tetap elegan dan sporty. Bagian depan dibekali grille bermotif honeycomb berwarna hitam dengan aksen krom yang dipadukan logo Honda.
Baca Juga: Gaji Tunggal ASN 2026 Kembali Muncul di RAPBN, Ini Skema, Keuntungan, dan Status Penerapannya
Mobil ini juga sudah menggunakan lampu DRL LED berbentuk seperti alis yang memberikan tampilan modern. Namun lampu utama, lampu sein, hingga lampu belakang masih menggunakan bohlam halogen.
Selain itu, tipe Satya E CVT belum dibekali fog lamp. Fitur tersebut hanya tersedia pada varian RS.
Pada bagian samping, Brio menggunakan velg alloy two tone berukuran 14 inci dengan ban 175/65. Spion elektrik hadir dengan warna senada bodi serta lampu sein yang terpasang pada fender.
Meski demikian, mobil ini belum memiliki smart entry maupun spion lipat otomatis. Sistem pengereman belakang juga masih menggunakan rem tromol.
Mesin 1.200 cc Empat Silinder Jadi Salah Satu Keunggulan
Honda Brio Satya CVT mengandalkan mesin bensin 1.200 cc empat silinder SOHC.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga hingga 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 110 Nm.
Konfigurasi empat silinder menjadi salah satu nilai lebih karena sebagian pesaing di kelasnya masih menggunakan mesin tiga silinder.
Mobil ini menggunakan penggerak roda depan yang memberikan karakter berkendara nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Meski demikian, mesin masih menggunakan teknologi SOHC, sementara beberapa kompetitor telah mengusung DOHC.
Interior Sederhana tetapi Terlihat Modern
Masuk ke kabin, Honda Brio Satya CVT menghadirkan dominasi warna hitam yang memberikan kesan lebih premium.
Dashboard dirancang sederhana dengan aksen dark silver yang membuat tampilannya menyerupai model Honda di kelas lebih tinggi.
Seluruh material dashboard masih menggunakan plastik keras. Namun tampilannya tetap dinilai rapi dan solid.
Setir telah dilengkapi tombol audio steering switch serta fitur tilt steering sehingga posisi kemudi dapat disesuaikan naik dan turun.
Sementara itu, jok masih menggunakan bahan fabric dengan sandaran kepala depan menyatu sehingga tidak bisa diatur ketinggiannya.
Pengaturan kursi juga masih manual.
Fitur Masih Tertinggal Dibanding Rival
Head unit pada Honda Brio Satya CVT sudah menggunakan layar sentuh sekitar 7 inci.
Namun fitur yang tersedia masih terbatas dan belum mendukung Apple CarPlay maupun Android Auto.
Saat tuas transmisi diposisikan mundur, layar juga belum menampilkan kamera parkir.
Panel AC telah menggunakan tampilan digital dengan pilihan arah semburan udara yang cukup lengkap.
Mobil ini juga menyediakan beberapa ruang penyimpanan seperti glove box, cup holder, power outlet, serta kantong penyimpanan pada kabin depan.
Namun konsol tengah belum dilengkapi armrest maupun wireless charger.
Kabin Belakang Masih Cukup Nyaman
Baris kedua Honda Brio Satya CVT menawarkan ruang kaki yang cukup lega.
Headroom juga masih memadai untuk penumpang dengan tinggi badan sekitar 167 cm.
Mobil ini sudah memiliki tiga headrest yang dapat diatur ketinggiannya.
Meski begitu, sabuk pengaman tengah masih menggunakan model dua titik.
Selain itu, belum tersedia ISOFIX, ventilasi AC belakang, maupun port pengisian daya tambahan.
Bagasi Fleksibel, tetapi Jok Belakang Belum Split Folding
Bagasi Honda Brio Satya CVT memiliki kapasitas yang cukup besar untuk ukuran city car.
Jok belakang dapat dilipat guna menambah ruang penyimpanan barang.
Sayangnya, mekanisme pelipatannya masih satu kesatuan sehingga belum menggunakan konfigurasi split folding 60:40.
Bagasi juga belum dilengkapi lampu penerangan.
Di balik lantai bagasi masih tersedia ban cadangan sehingga dinilai lebih praktis ketika mengalami ban bocor.
Kesimpulan
Honda Brio Satya CVT masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan desain, mesin empat silinder, serta kenyamanan berkendara.
Mobil ini menawarkan performa yang kompetitif di kelas city car dengan tampilan yang tetap modern.
Namun calon pembeli juga perlu mempertimbangkan sejumlah kekurangan, mulai dari fitur keselamatan yang masih terbatas, penggunaan lampu halogen, belum adanya smart entry, hingga absennya kamera parkir dan Apple CarPlay.
Meski demikian, Honda Brio Satya CVT tetap menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan bagi konsumen yang mencari city car bermesin bensin dengan harga terjangkau untuk penggunaan harian.
Editor : Maylanni Diana Fitri