Motor Cruiser 250 cc Makin Ramai, Pabrikan China Tantang Dominasi Jepang di Segmen Motor Hobi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:10 WIB
Motor cruiser 250 cc kembali ramai berkat agresivitas pabrikan China yang menghadirkan beragam model bergaya Harley dengan harga lebih terjangkau. (Pinterest)
Motor cruiser 250 cc kembali ramai berkat agresivitas pabrikan China yang menghadirkan beragam model bergaya Harley dengan harga lebih terjangkau. (Pinterest)

JAKARTA - Masuknya berbagai merek asal China membuat persaingan motor cruiser 250 cc di Indonesia semakin sengit. Beragam model dengan mesin dua silinder, desain bergaya Harley-Davidson, hingga fitur modern kini tersedia resmi di Tanah Air, mengisi segmen yang mulai ditinggalkan pabrikan Jepang.

Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube otomotif, dijelaskan bahwa kelas motor cruiser 250 cc memang bukan lagi penyumbang penjualan terbesar. Namun kondisi tersebut justru dimanfaatkan pabrikan China untuk menghadirkan produk-produk yang menyasar penggemar motor bergaya klasik dengan harga yang lebih terjangkau dibanding moge premium.

Strategi tersebut menghadirkan beragam pilihan bagi konsumen, mulai dari cruiser bergaya klasik hingga power cruiser modern yang dibekali teknologi terkini.

Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Bisa Lolos dari Deteksi Radar

Segmen Cruiser Sempat Vakum

Pasar motor cruiser di Indonesia sebenarnya pernah diisi Kawasaki Eliminator 175 dan Honda Phantom 200 pada awal 2000-an.

Meski tampil dengan gaya cruiser yang kuat, kedua motor tersebut masih mengandalkan mesin satu silinder. Akibatnya, karakter suara dan sensasi berkendaranya dianggap belum mampu menghadirkan pengalaman khas motor cruiser bermesin V-Twin.

Setelah itu, hampir tidak ada lagi pabrikan yang serius bermain di kelas tersebut hingga akhirnya merek-merek China mulai masuk.

Kemunculan Sanex QJ250 menjadi salah satu upaya awal menghadirkan cruiser dua silinder di Indonesia. Namun saat itu citra produk China masih belum sekuat sekarang sehingga motor tersebut kurang mendapat respons positif.

Benelli Patagonian Eagle Jadi Pelopor

Perkembangan mulai terlihat ketika Benelli menghadirkan Patagonian Eagle.

Motor yang dipasarkan sejak 2016 itu menggunakan mesin parallel twin 250 cc SOHC dengan pendingin oil cooler.

Konfigurasi crankshaft 360 derajat menghasilkan karakter suara yang berbeda dibanding motor sport dua silinder pada umumnya.

Tenaga maksimalnya mencapai sekitar 17,4 hp dengan torsi 16,5 Nm melalui transmisi lima percepatan.

Dalam ulasan juga disebutkan bahwa desain serta basis mesinnya memiliki kemiripan dengan Honda Rebel 250 generasi lawas karena patennya telah berakhir sehingga dapat digunakan secara legal.

Keunggulan lain motor ini adalah ketersediaan suku cadang yang cukup melimpah karena telah lama dipasarkan di Indonesia.

SM Sport V16 Andalkan Karakter V-Twin

Pilihan berikutnya datang dari SM Sport V16.

Motor ini mengusung mesin V-Twin 250 cc SOHC berpendingin udara dengan tenaga sekitar 18,8 hp dan torsi 19 Nm.

Desainnya mengarah pada gaya Harley-Davidson Softail dengan banyak aksen krom, tangki model teardrop, serta posisi berkendara santai.

Karakter mesin V-Twin membuat suara knalpot terdengar lebih berat dan khas motor cruiser Amerika.

Meski demikian, bobot mencapai sekitar 165 kilogram serta panas mesin yang lebih terasa menjadi salah satu konsekuensi dari konfigurasi tersebut.

Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Sulit Terdeteksi Radar Musuh

Keeway V250 Fi Pakai Belt Drive

Keeway V250 Fi hadir membawa teknologi yang cukup berbeda.

Motor ini menggunakan sistem penggerak belt Continental asal Jerman sebagai pengganti rantai.

Sistem tersebut diklaim menghasilkan penyaluran tenaga yang lebih halus, suara lebih senyap, serta membutuhkan perawatan lebih sedikit.

Mesinnya menggunakan konfigurasi V-Twin 250 cc SOHC berpendingin udara dengan tenaga sekitar 16,7 hp dan torsi 17 Nm.

Secara desain, tampilannya disebut menyerupai Harley-Davidson Fat Bob berukuran lebih kecil dengan lampu LED bulat serta suspensi depan upside down.

Keeway Benda V252C Tawarkan Performa Lebih Besar

Pada 2023, Keeway bersama Benda menghadirkan V252C.

Motor ini menggunakan mesin V-Twin 250 cc berpendingin cairan dengan tenaga sekitar 25,8 hp dan torsi 25 Nm.

Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi enam percepatan dan sistem penggerak belt.

Selain performa yang lebih tinggi, motor ini juga telah dilengkapi slipper clutch serta ban berukuran besar untuk meningkatkan stabilitas.

Namun desain yang agresif membuat posisi berkendaranya sedikit lebih membungkuk dibanding cruiser konvensional.

Napoleon Bobber Tampil Lebih Nyentrik

Selain V252C, tersedia pula Napoleon Bobber 250.

Motor ini menggunakan mesin yang sama, tetapi tampil dengan konsep bobber klasik.

Ciri khasnya terdapat pada suspensi depan model girder serta penggunaan jok tunggal yang memperkuat kesan klasik.

Desain tersebut membuat tampilannya berbeda dibanding cruiser lain yang beredar di Indonesia.

Woto Morbius Jadi Alternatif Baru

Pilihan berikutnya adalah Woto Morbius yang diperkenalkan pada 2024.

Motor ini memakai mesin V-Twin 249 cc DOHC berpendingin cairan dengan tenaga sekitar 27,8 hp dan torsi 20 Nm.

Fitur keselamatan sudah mencakup ABS, rem cakram depan-belakang, serta suspensi upside down.

Walau bobotnya mencapai sekitar 183 kilogram, tinggi jok sekitar 700 mm disebut masih cukup ramah bagi postur pengendara Indonesia.

QJ Motor Hadirkan Transmisi AMT

QJ Motor menawarkan inovasi berbeda melalui SRV 250 AMT.

Motor cruiser ini memungkinkan perpindahan gigi tanpa menarik tuas kopling.

Pengendara cukup menekan tombol di stang atau menggunakan mode otomatis sehingga motor dapat dikendarai layaknya skuter matik.

Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda dibanding motor cruiser lain di kelas 250 cc.

Morbidelli C252V Bidik Segmen Premium

Morbidelli C252V menjadi salah satu model terbaru yang masuk ke Indonesia.

Motor ini menggunakan mesin V-Twin 250 cc DOHC berpendingin cairan dengan tenaga sekitar 25 hp dan torsi 23 Nm.

Selain sistem penggerak belt, motor tersebut juga dibekali panel instrumen digital, ABS, serta kualitas material yang diklaim lebih premium.

Dalam ulasan disebutkan bahwa Morbidelli diposisikan sebagai merek premium di bawah ekosistem yang juga menaungi Keeway dan QJ Motor.

Persaingan Semakin Ketat

Masuknya berbagai merek asal China menunjukkan bahwa segmen motor cruiser 250 cc masih memiliki pasar tersendiri di Indonesia.

Dengan menawarkan desain yang menarik, mesin dua silinder, serta harga yang lebih terjangkau dibanding moge premium, pabrikan China berhasil menghidupkan kembali kelas yang sempat lama sepi.

Persaingan tersebut juga dinilai dapat menjadi tantangan bagi pabrikan Jepang untuk kembali menghadirkan produk baru di segmen cruiser berkapasitas 250 cc.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : otto ped
motor cruiser 250 cc motor cruiser China Benelli Patagonian Eagle QJ Motor SRV 250 AMT Keeway V252C