BLITAR - Review VinFast Viper menunjukkan motor listrik asal Vietnam ini hadir dengan pendekatan yang berbeda dibanding kompetitornya. Sebelum memasarkan produknya secara luas, VinFast lebih dulu membangun jaringan Battery Swap Station (BSS) di berbagai titik sebagai pendukung ekosistem kendaraan listrik.
Konsep tersebut menjadi nilai lebih dalam Review VinFast Viper. Pengguna tidak hanya membeli motor listrik, tetapi juga mendapatkan kemudahan menukar baterai di stasiun penukaran yang telah mulai tersedia di sejumlah lokasi. Strategi ini dinilai mampu mengurangi kekhawatiran soal waktu pengisian daya.
Dari sisi produk, Review VinFast Viper memperlihatkan motor ini membawa desain premium, fitur modern, serta performa yang mampu mencapai kecepatan hingga 90 km/jam. Namun, masih ada beberapa aspek yang menjadi perhatian saat diuji di jalan.
Desain Modern dengan Nuansa Skutik Premium
VinFast Viper mengusung desain yang menyerupai skuter matik premium dengan garis bodi tajam dan pilihan warna two tone.
Baca Juga: Temui ASN Live di Jam Kerja, Warga Boleh Lapor, Pemkab Blitar Siapkan Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Lampu depan sudah menggunakan teknologi LED yang dipadukan dengan lampu jauh di sisi kanan dan kiri. Sorotan lampunya dinilai terang dengan pola pencahayaan yang fokus sehingga membantu visibilitas saat berkendara malam hari.
Motor ini menggunakan pelek ring 14 yang dipadukan ban IRC berukuran 90/90 di depan dan 120/70 di belakang. Suspensi belakang memakai dual shock dengan tabung yang memperkuat kesan sebagai model premium.
Meski demikian, roda belakang masih menggunakan rem tromol, bukan cakram seperti yang diharapkan pada motor di kelasnya.
Performa Responsif dengan Dua Mode Berkendara
VinFast Viper dibekali motor listrik berdaya 3.000 watt. Pada konfigurasi dua baterai, tenaga yang dihasilkan disebut mencapai sekitar 5.200 watt.
Saat diuji di jalan, motor mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 90 km/jam pada mode Sport. Sementara mode Eco membatasi kecepatan hingga sekitar 50 km/jam.
Mode Sport memberikan karakter akselerasi yang lebih halus dan responsif, sedangkan mode Eco memerlukan adaptasi karena respons bukaan gas terasa berbeda.
Motor ini juga dilengkapi reverse mode, hill hold control untuk membantu saat berhenti di tanjakan, serta sistem keyless.
Dashboard Digital dan Bagasi Fleksibel
Panel instrumen VinFast Viper menggunakan layar digital yang menampilkan informasi kecepatan, kapasitas baterai, suhu baterai, mode berkendara, hingga odometer.
Di bagian depan tersedia kompartemen penyimpanan yang dilengkapi port USB Type-A dan Type-C untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Bagasi di bawah jok memiliki konfigurasi yang fleksibel. Pengguna dapat memakai dua baterai untuk memaksimalkan jarak tempuh atau hanya satu baterai sehingga ruang bagasi menjadi lebih lega.
Battery Swap Jadi Nilai Jual Utama
Keunggulan terbesar VinFast Viper terletak pada ekosistem Battery Swap Station.
Melalui aplikasi, pengguna dapat melihat lokasi penukaran baterai yang mulai tersedia di berbagai wilayah. Penggantian baterai disebut hanya dikenakan biaya sekitar Rp6.000 setiap kali swap.
Selain itu, tersedia pula program sewa baterai sekitar Rp84 ribu per bulan untuk satu baterai. Skema ini membuat pengguna tidak perlu khawatir terhadap penurunan performa baterai dalam jangka panjang.
Keberadaan jaringan battery swap juga dinilai lebih praktis dibanding harus menunggu proses pengisian daya, terutama bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh.
Masih Ada Catatan di Sistem Rem
Selama pengujian, VinFast Viper menawarkan posisi berkendara yang nyaman dengan dek rendah sehingga cocok digunakan untuk aktivitas harian.
Handling motor terasa lincah dan suspensinya mampu meredam jalan bergelombang dengan cukup baik. Namun, penggunaan rem tromol di roda belakang menjadi salah satu kekurangan yang masih disorot.
Dengan performa yang mampu menyentuh 90 km/jam, sistem rem cakram belakang dinilai akan memberikan rasa aman yang lebih baik.
Secara keseluruhan, VinFast Viper menghadirkan kombinasi desain modern, performa kompetitif, dan ekosistem battery swap yang menjadi pembeda dibanding motor listrik lain di Indonesia. Jika jaringan BSS terus berkembang, motor ini berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kemudahan mobilitas.
Editor : Maylanni Diana Fitri