BLITAR - Yamaha Aerox E resmi diperkenalkan oleh Yamaha Motor India sebagai motor listrik terbaru yang mengusung konsep berbeda dibanding rival-rivalnya. Alih-alih menghadirkan desain baru, Yamaha memilih mempertahankan tampilan Aerox Gen 2 yang sudah dikenal luas, kemudian mengganti mesin bensin dengan motor listrik.
Konsep tersebut membuat Yamaha Aerox E tampil familiar bagi para pengguna Aerox. Mulai dari desain bodi, posisi berkendara, hingga karakter skuter sporty tetap dipertahankan sehingga pengguna tidak perlu beradaptasi dengan bentuk kendaraan yang benar-benar baru.
Meski sudah diperkenalkan di India, Yamaha belum memastikan apakah Aerox E akan dipasarkan di Indonesia. Harga resminya pun hingga kini masih belum diumumkan.
Desain Aerox Gen 2 Nyaris Tanpa Perubahan
Dari sisi eksterior, Aerox E masih mempertahankan ciri khas Aerox generasi kedua. Bagian depan tetap menggunakan desain visor, lampu utama, spion, hingga bodi yang identik dengan versi bermesin bensin.
Baca Juga: HP 3 Jutaan Terbaik 2026, Ini 7 Rekomendasi dengan Performa Kencang, Kamera Bagus dan Baterai Jumbo
Perbedaan terlihat pada pilihan warna yang memadukan putih dengan aksen tosca sebagai identitas kendaraan listrik. Logo Aerox E juga menjadi pembeda yang menegaskan bahwa motor ini merupakan versi elektrifikasi.
Bagian belakang mengalami perubahan paling besar. Knalpot dan sistem CVT dihilangkan karena seluruh sistem penggerak kini digantikan motor listrik beserta perangkat pendukungnya.
Dibekali Dua Baterai Modular
Yamaha Aerox E mengandalkan motor listrik dengan tenaga sekitar 2,6 dk dan torsi maksimum mencapai 48 Nm.
Baca Juga: HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026, Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It untuk Gaming, Kamera, dan Daily Driver
Sumber tenaga berasal dari dua baterai modular yang ditempatkan di bawah jok. Penempatan baterai tersebut membuat kapasitas bagasi menjadi lebih kecil dibandingkan Aerox konvensional.
Meski demikian, Yamaha mengklaim motor listrik ini mampu menempuh jarak hingga 106 kilometer dalam sekali pengisian daya. Jarak tersebut dinilai cukup untuk menunjang aktivitas harian maupun perjalanan antarkota dalam radius menengah.
Rem Belakang Sudah Cakram
Peningkatan lain juga hadir pada sektor pengereman.
Jika Yamaha Aerox Gen 2 di Indonesia masih menggunakan rem tromol di roda belakang, Aerox E sudah dibekali rem cakram untuk roda depan maupun belakang.
Kaliper depan menggunakan komponen dari Nissin, sementara sektor kaki-kaki masih mempertahankan karakter Aerox dengan pelek dan dimensi ban yang serupa.
Punya Tiga Mode Berkendara
Sebagai motor listrik modern, Aerox E menawarkan tiga mode berkendara yang terdiri dari Eco, Standard, dan Power.
Motor ini juga dikabarkan sudah mendukung konektivitas Y-Connect sehingga berbagai informasi kendaraan dapat dipantau melalui aplikasi di smartphone.
Panel instrumen turut mendapat penyegaran dengan tampilan digital yang lebih modern. Informasi seperti kecepatan, kapasitas baterai, hingga indikator berkendara ditampilkan lebih lengkap dibandingkan Aerox bermesin bensin.
Peluang Masuk Indonesia Masih Terbuka
Hingga kini belum ada kepastian mengenai peluncuran Yamaha Aerox E di Indonesia. Namun konsep yang diusung Yamaha dinilai cukup menarik karena mempertahankan desain yang sudah diterima pasar, sementara teknologi penggeraknya beralih sepenuhnya ke tenaga listrik.
Apabila benar dipasarkan di Tanah Air, Aerox E berpotensi menjadi alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan motor listrik dengan karakter sporty tanpa harus meninggalkan desain khas Yamaha Aerox yang sudah populer selama ini.
Editor : Maylanni Diana Fitri