JAKARTA - Polytron Fox R menawarkan kombinasi performa dan jarak tempuh yang cukup menarik di kelas motor listrik. Dalam pengujian Otomotif TV, motor ini mampu mencapai 97 km/jam pada mode Sport dan menempuh 101,3 kilometer dengan mode Drive.
Motor listrik ini memiliki dua pilihan mode berkendara, yakni Drive (D) dan Sport (S). Mode Drive memiliki kecepatan maksimal 64 km/jam berdasarkan speedometer. Sementara mode Sport mampu mencapai 97 km/jam.
Pengujian akselerasi menggunakan Racebox juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Polytron Fox R mampu melaju dari 0 hingga 60 km/jam dalam waktu 7,76 detik.
Performa tersebut dinilai sudah memadai untuk kebutuhan sehari-hari. Terutama ketika digunakan untuk bermanuver di jalan perkotaan yang padat.
Namun, ada satu catatan yang cukup mengganggu dari karakter penyaluran tenaga. Setelah gas ditutup dan kembali dibuka, terdapat jeda sebelum tenaga motor kembali tersalurkan.
Jeda tersebut terasa ketika motor digunakan dalam situasi yang membutuhkan perubahan kecepatan secara cepat. Misalnya saat mendekati tikungan, mengerem, lalu kembali membuka gas.
Penguji menyebut respons tersebut terasa seperti motor melakukan proses loading terlebih dahulu sebelum kembali memberikan tenaga. Karakter ini dinilai kurang halus dibandingkan motor listrik lain yang pernah mereka coba.
Baterai 3,7 kWh dan Jarak Tempuh 101,3 Km
Polytron Fox R menggunakan baterai berkapasitas 3,7 kWh. Dalam pengujian, motor mampu mencapai jarak tempuh 101,3 kilometer menggunakan mode Drive.
Baca Juga: Motor Listrik Polytron Fox R Dipakai 1 Tahun, Pengguna Ungkap Biaya dan Keluhan After Sales
Pengujian dilakukan dengan kondisi banyak melaju pada kecepatan sekitar 60 km/jam. Angka tersebut lebih rendah dari klaim Polytron yang mencapai 130 kilometer dengan rata-rata kecepatan 40 km/jam.
Untuk pengisian daya, baterai membutuhkan waktu sekitar lima jam dari kondisi 0 hingga 100 persen. Charger yang digunakan memiliki daya sekitar 840 watt.
Sistem pengisian baterai menggunakan charger onboard. Baterai juga bersifat tanam sehingga tidak dapat dilepas atau ditukar secara langsung.
Pengguna perlu memperhatikan kebutuhan daya listrik di rumah. Charger dengan daya sekitar 840 watt disebut perlu dipertimbangkan bagi rumah dengan kapasitas listrik 1.300 watt, terutama jika peralatan listrik lain juga digunakan secara bersamaan.
Selain itu, Polytron menerapkan sistem sewa baterai. Untuk wilayah Jabodetabek, biaya yang disebut dalam video mencapai Rp200 ribu per bulan.
Skema tersebut dinilai lebih masuk akal bagi pengguna yang memakai motor secara rutin. Penggunaan untuk bekerja, ojek online, kurir, atau perjalanan harian dinilai bisa membuat biaya sewa lebih ekonomis.
Sebaliknya, pemakaian yang jarang dapat membuat biaya sewa terasa kurang menguntungkan karena tetap harus dibayarkan setiap bulan.
Handling Lincah, Posisi Duduk Jadi Catatan
Dari sisi handling, Polytron Fox R dinilai cukup lincah dan stabil. Motor juga mudah diajak menikung dan masih nyaman digunakan di tengah kemacetan meski memiliki dimensi dan wheelbase yang panjang.
Baca Juga: Setahun Pakai Polytron Fox R, Ungkap Biayanya hingga Masalah Servis
Masalah justru ditemukan pada posisi berkendara. Jarak antara jok dan dek dinilai terlalu dekat sehingga posisi kaki terasa seperti sedang jongkok.
Kondisi itu mulai terasa ketika motor digunakan dalam perjalanan panjang. Penguji merasakan pegal pada bagian betis, paha, dan pinggang.
Joknya sendiri mendapat penilaian positif karena menggunakan busa yang empuk. Posisi setang juga dianggap pas karena cukup tinggi dan lebar.
Suspensi depan menjadi catatan lainnya. Meski terasa empuk, jarak mainnya disebut pendek sehingga mudah mentok ketika melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang memiliki garis kejut tebal. Suspensi belakang dinilai lebih baik karena jarak mainnya terasa lebih panjang.
Dari sisi fitur, Polytron Fox R masih tergolong sederhana. Panel instrumen menampilkan riding mode, kapasitas baterai, trip meter, odometer, serta sejumlah indikator. Trip meter akan kembali nol ketika motor dimatikan.
Motor ini juga dilengkapi port USB, ruang penyimpanan, bagasi, lampu LED, serta rem cakram depan dan belakang.
Untuk kualitas, penguji menemukan sejumlah detail yang masih bisa ditingkatkan, terutama pada sambungan panel plastik dan beberapa bagian finishing. Meski demikian, cat dan warna bodinya dinilai cukup baik.
Secara keseluruhan, Polytron Fox R menawarkan keunggulan pada performa, jarak tempuh, dan biaya listrik per kilometer. Berdasarkan penghitungan dalam video, konsumsi listriknya sekitar Rp56 per kilometer dari hasil pengujian 101,3 kilometer.
Angka tersebut belum memasukkan biaya sewa baterai Rp200 ribu per bulan. Karena itu, keputusan membeli Polytron Fox R tetap bergantung pada pola pemakaian dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Editor : M. Helmi Nurhisam