JAKARTA - Kijang LGX Turbo milik Andri tampil berbeda dari Toyota Kijang pada umumnya. Berbasis Kijang LGX tahun 2000, mobil diesel tersebut mendapat sentuhan modifikasi mulai dari eksterior, interior, kaki-kaki hingga mesin turbo.
Andri mengaku awalnya lebih banyak berkecimpung di dunia motor dan memiliki bisnis bengkel motor custom. Namun, ketertarikannya terhadap mobil klasik membuatnya mulai melirik Kijang. Kijang LGX Turbo yang kini dimilikinya merupakan mobil ketiga yang ia bangun dari keluarga Kijang.
“Historynya sebenarnya gini, karena gua sering main mobil modern. Kayaknya gua main klasik enak nih,” ujar Andri dalam video tersebut.
Menurutnya, Kijang memiliki nilai historis sekaligus menawarkan kemudahan dalam proses modifikasi. Ketersediaan suku cadang dan banyaknya komponen yang bisa diaplikasikan membuatnya semakin tertarik mendalami dunia Kijang.
Mobil yang diangkat sekitar lima bulan lalu itu masih menggunakan basis mesin diesel standar. Namun, Andri kemudian memasang turbo Toyota berkode 2T. Sistem turbo tersebut dilengkapi intercooler aftermarket, manifold custom dan sistem knalpot full stainless.
Knalpot juga dibuat berbeda dengan konfigurasi standar. Salurannya diarahkan ke sisi kanan dengan desain yang lebih pendek. Andri mengatakan pemasangan turbo dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas mesin agar performanya tetap dapat digunakan dengan aman.
Hasil modifikasi mesin tersebut diklaim mampu membawa jarum speedometer standar hingga menyentuh angka 190 kilometer per jam. Karena speedometer mentok di angka tersebut, Andri mengaku tidak mengetahui kecepatan sebenarnya ketika jarum sudah berada di batas maksimal.
Meski begitu, ia menegaskan tidak ingin mengejar kecepatan secara berlebihan dan lebih mengutamakan aspek keamanan saat menggunakan mobil tersebut.
Baca Juga: Toyota Kijang LGX Diesel 2004 Last Edition Dijual Rp140 Juta, Begini Kondisinya
Eksterior Bergaya Eropa
Pada bagian luar, Kijang LGX Turbo ini mendapat warna custom yang masih mengacu pada warna abu-abu di surat kendaraan, tetapi diberi sentuhan biru. Cat tersebut dikerjakan dua kali hingga menghasilkan warna yang lebih tua sesuai keinginan pemilik.
Bagian depan menggunakan konsep facelift dengan grille dan bumper yang telah dimodifikasi. Body kit juga ditambahkan untuk memberikan tampilan lebih rendah tanpa harus membuat mobil terlalu ceper.
Andri menggunakan body kit custom yang memadukan sejumlah elemen dari kendaraan lain. Bagian belakang tetap dipertahankan agar sekilas masih terlihat seperti Kijang LGX standar.
Kaki-kaki menggunakan pelek ring 17 inci dengan ukuran lebar berbeda antara depan dan belakang. Pelek depan memiliki lebar 8 inci, sedangkan belakang 9,5 inci. Ban depan berukuran 205/45 dan belakang 215/45.
Suspensi juga dimodifikasi. Bagian belakang menggunakan per daun yang dikurangi satu lembar dan kemudian dipres agar posisi mobil lebih rendah, tetapi tetap nyaman digunakan bersama keluarga.
Baca Juga: Angkat Potensi Desa Wisata di Blitar, Gelar Kemirigede Cultural Night Festival hingga Trail Run
Interior Putih dan Fokus Audio
Perubahan cukup mencolok terlihat di dalam kabin. Interior yang sebelumnya menggunakan warna berbeda diubah menjadi warna putih tulang dengan konsep yang disebut Andri lebih bernuansa Eropa.
Ia mengaku sudah tiga kali mengubah konsep interior. Pada konsep terbaru, biaya pengerjaan interior disebut mencapai sekitar Rp17,5 juta.
Selain tampilan, sistem hiburan juga ikut diubah. Televisi yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan hiburan keluarga kemudian dilepas agar ruang kabin lebih fokus pada sistem audio.
Modifikasi lain mencakup sunroof, keyless, retrack, kontrol antena otomatis, serta sejumlah perangkat pendukung kelistrikan.
Salah satu tantangan terbesar justru muncul pada sistem pengisian listrik. Kapasitas alternator standar Kijang dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan audio dan perangkat tambahan lainnya. Setelah melalui riset, Andri menggunakan alternator Hyundai H1 yang kemudian dipasangkan dengan bracket custom.
Menurutnya, sistem tersebut mampu menghasilkan tegangan lebih tinggi dibanding standar dan dilengkapi perlindungan ketika terjadi overcharge.
Secara keseluruhan, Andri menyebut harga Kijang tersebut saat dibeli berada di angka Rp110 juta. Setelah berbagai modifikasi, biaya yang dikeluarkan disebut mencapai sekitar Rp200 jutaan.
Bagi Andri, nilai mobil bukan hanya soal harga jual. Sebagai builder, ia menganggap apresiasi orang terhadap hasil karyanya menjadi kepuasan tersendiri. Bahkan, ia mengaku beberapa kali mendapat perhatian dari pengguna kendaraan lain yang penasaran dan meminta izin merekam Kijang LGX Turbo miliknya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Dedi Ananta Ramadhan