Kijang LGX Diesel Turbo Ini Habiskan Rp200 Juta untuk Jadi Mobil Custom

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:39 WIB
Kijang LGX diesel turbo tahun 2000 ini dimodifikasi dengan konsep elegan, turbo, interior custom, kaki-kaki ceper, dan menghabiskan Rp200 juta.(Pinterest)
Kijang LGX diesel turbo tahun 2000 ini dimodifikasi dengan konsep elegan, turbo, interior custom, kaki-kaki ceper, dan menghabiskan Rp200 juta.(Pinterest)

BOGOR - Kijang LGX diesel turbo milik seorang builder bernama Andri tampil berbeda dari Kijang pada umumnya. Mobil tahun 2000 itu mendapat ubahan besar, mulai dari eksterior, interior, kaki-kaki hingga sektor mesin.

Andri mengatakan Kijang LGX tersebut dibeli sekitar empat bulan sebelum proses modifikasi dilakukan. Saat dibeli, mobil itu dibanderol Rp110 juta dan masih dalam kondisi layak pakai. Namun, sejumlah bagian kemudian dirombak sesuai konsep yang diinginkannya.

Kijang LGX diesel turbo itu kini mengusung tampilan yang memadukan nuansa elegan dan gaya Eropa. Warna bodinya dibuat custom dengan dasar abu-abu yang diberi sentuhan biru. Andri menyebut mobil tersebut sudah dua kali mengalami proses pengecatan.

“Kalau ini sebenarnya di surat dia abu-abu. Cuman ditabrakin agak sedikit biru,” kata Andri dalam video tersebut.

Bagian depan juga mengalami perubahan. Basisnya menggunakan tampilan facelift, mulai dari grill hingga bumper. Andri kemudian memberikan sentuhan custom pada body kit agar tampilan mobil terlihat lebih rendah tanpa benar-benar membuat kolong terlalu dekat dengan permukaan jalan.

Untuk bagian belakang, ia justru mempertahankan karakter asli Kijang LGX. Spoiler dibuat custom dengan ukuran kecil sehingga tidak membuat buritan terlihat berlebihan.

Baca Juga: Kijang LGX Turbo Ini Tampil Elegan, Mesinnya Tembus 190 Km/Jam di Speedometer

Kaki-kaki Dibuat Rendah, Tetap Nyaman

Perubahan juga terlihat pada sektor kaki-kaki. Pelek yang digunakan berukuran ring 17 dengan lebar 8 inci di depan dan 9,5 inci di belakang. Ukuran ban juga dibuat berbeda, yakni 205/45 di depan dan 215/45 di belakang.

Andri mengaku sudah sembilan kali mengganti pelek sebelum akhirnya menggunakan pelek yang sekarang. Salah satu pertimbangannya adalah bobot. Pelek terakhir disebut memiliki bobot sekitar 12,5 kilogram per buah sehingga dinilai lebih ringan dibandingkan pelek sebelumnya.

Bagian suspensi depan masih mengandalkan sistem standar Kijang dengan beberapa penyesuaian agar ban tidak mentok. Sementara di belakang, per daun dikurangi dan kemudian dipres untuk mendapatkan posisi yang lebih rendah tanpa menghilangkan kenyamanan.

“Buat keluarga masih nyaman. Nyaman banget,” ujar Andri ketika menjelaskan hasil ubahan kaki-kaki mobilnya.

Interior menjadi salah satu bagian yang paling mencolok. Andri memilih warna putih tulang dengan konsep yang disebutnya lebih mendekati gaya interior mobil Eropa. Perubahan interior tersebut sudah dilakukan tiga kali sebelum mendapatkan desain seperti sekarang.

Ia juga mengubah sistem hiburan dengan lebih menitikberatkan pada sektor audio. Sebelumnya, terdapat televisi untuk hiburan keluarga. Namun, perangkat tersebut kemudian diturunkan dan fokus modifikasi dialihkan ke sistem audio.

Pengerjaan interior disebut menelan biaya sekitar Rp17,5 juta. Salah satu detail yang diperhatikan adalah garis jahitan pada plafon dan door trim yang dibuat menyambung hingga ke bagian belakang.

Baca Juga: Toyota Kijang LGX Diesel 2004 Last Edition Dijual Rp140 Juta, Begini Kondisinya

Mesin Diesel Dipasangi Turbo

Ubahan paling menarik terdapat pada sektor mesin. Kijang LGX tersebut pada dasarnya merupakan mesin diesel yang tidak menggunakan turbo. Andri kemudian memasang turbo Toyota berkode 2T dan menambahkan intercooler aftermarket.

Sistem exhaust juga dibuat custom menggunakan material stainless. Saluran pembuangan diarahkan ke sisi kanan dengan desain yang lebih pendek.

Karena kebutuhan kelistrikan meningkat, terutama setelah pemasangan sistem audio dan perangkat tambahan, Andri menghadapi kendala pada sistem pengisian. Alternator bawaan Kijang dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan kelistrikan.

Solusinya, ia menggunakan alternator Hyundai H1 yang kemudian dibuatkan bracket custom agar dapat dipasang pada Kijang. Menurut Andri, sistem tersebut mampu menghasilkan tegangan lebih tinggi dibandingkan sistem standar.

Menariknya, Andri mengaku pernah membawa Kijang tersebut hingga angka 190 km/jam berdasarkan speedometer standar. Jarum speedometer disebut sudah mentok sehingga ia tidak mengetahui kecepatan sebenarnya.

Secara keseluruhan, biaya modifikasi mobil tersebut disebut telah mencapai sekitar Rp200 juta. Bagi Andri, nilai utama mobil bukan sekadar harga jual, melainkan kepuasan karena karya modifikasinya mendapat apresiasi dari orang lain.

Ia mengaku beberapa kali mendapat respons positif ketika mengendarai Kijang tersebut, termasuk dari pengendara mobil lain yang meminta izin untuk merekamnya. Bagi seorang builder, apresiasi semacam itu menjadi salah satu kepuasan terbesar dari proses membangun sebuah mobil.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Dedi Ananta Ramadhan
Kijang LGX Modifikasi Kijang Kijang LGX diesel turbo mobil custom Kijang tahun 2000