JAKARTA - Yamaha Aerox E menjadi motor listrik terbaru Yamaha yang diperkenalkan melalui Yamaha Motor India. Skutik ini menarik perhatian karena membawa desain yang sangat familiar dengan Yamaha Aerox generasi kedua, tetapi menggunakan penggerak listrik sebagai pengganti mesin konvensional berbahan bakar minyak.
Yamaha Aerox E disebut belum diluncurkan di Indonesia. Kehadirannya di pasar Indonesia juga masih belum diketahui. Namun, konsep yang digunakan Yamaha pada motor listrik ini cukup berbeda karena tidak mengubah desain skutik secara ekstrem seperti sejumlah motor listrik yang hadir dengan tampilan futuristis.
Motor listrik Yamaha Aerox E justru mempertahankan bentuk dasar yang sudah dikenal konsumen. Mulai dari posisi berkendara, rangka, bodi, hingga sejumlah komponen eksterior masih memiliki kemiripan dengan Yamaha Aerox generasi kedua.
Baca Juga: Bocoran iPhone 18 Pro Bawa A20 Pro dan Kamera Baru, iPhone Ultra Ikut Dirumorkan
Desain Familiar dengan Sentuhan Motor Listrik
Dari bagian depan, Yamaha Aerox E masih membawa karakter desain Aerox generasi kedua. Visor, setang, spion, serta bentuk lampu depan terlihat tidak banyak berubah. Motor ini menggunakan kombinasi warna putih dan tosca yang memberikan kesan khas kendaraan listrik.
Lampu sein juga disebut masih mempertahankan desain yang serupa dengan Aerox generasi kedua. Sementara itu, bagian kaki-kaki juga dibuat mirip dengan versi bermesin konvensional.
Perbedaan mulai terasa pada sistem penggeraknya. Karena menggunakan tenaga listrik, Yamaha Aerox E tidak memiliki knalpot maupun CVT seperti skutik bermesin bensin. Bagian tersebut digantikan komponen penggerak motor listrik.
Pada sektor pengereman, motor ini menggunakan cakram di roda depan dan belakang. Bagian depan juga menggunakan kaliper Nissin. Penggunaan cakram belakang menjadi salah satu perbedaan yang disorot jika dibandingkan dengan Yamaha Aerox generasi kedua di Indonesia yang disebut masih menggunakan rem tromol.
Baterai Modular dan Tiga Mode Berkendara
Yamaha Aerox E dibekali dua baterai modular yang ditempatkan di bagian dalam bodi. Konsekuensinya, kapasitas ruang penyimpanan di bawah jok menjadi lebih terbatas.
Posisi baterai tersebut membuat ruang bagasi berkurang dibandingkan skutik konvensional. Bahkan, terdapat kemungkinan ruang tersebut tidak lagi cukup untuk menyimpan helm seperti pada skutik bermesin bensin.
Untuk performa, motor listrik Yamaha Aerox E disebut menggunakan motor listrik berkapasitas 2,6 DK dengan torsi maksimal 48 Nm. Motor tersebut diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 106 kilometer.
Yamaha juga membekali skutik ini dengan tiga pilihan mode berkendara, yakni Eco, Standard, dan Power. Kehadiran mode tersebut memungkinkan karakter tenaga disesuaikan dengan kebutuhan berkendara.
Selain itu, Yamaha Aerox E dikabarkan memiliki dukungan Y-Connect. Sistem tersebut memungkinkan pengendara mendapatkan sejumlah informasi kendaraan melalui aplikasi yang terhubung dengan smartphone.
Panel instrumennya juga tampil lebih futuristis dengan informasi yang lebih banyak. Layarnya dapat menampilkan berbagai informasi terkait kendaraan, termasuk kondisi baterai dan kecepatan.
Meski membawa teknologi listrik, Yamaha Aerox E tetap mempertahankan identitas Aerox. Perubahan terbesar justru berada pada sistem penggeraknya, dari mesin konvensional menjadi motor listrik.
Untuk harga, Yamaha belum mengungkap banderol Yamaha Aerox E dalam transkrip tersebut. Bahkan, harga untuk pasar India disebut masih belum tersedia. Status kehadirannya di Indonesia juga belum diketahui.
Jika nantinya masuk ke Indonesia, motor ini berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang sudah familiar dengan desain Aerox tetapi ingin beralih ke kendaraan listrik. Namun, soal harga dan waktu peluncurannya di Indonesia masih harus menunggu informasi lebih lanjut.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : pakgetmedia