SLEMAN - Honda Life 360 cc milik Roni menjadi salah satu mobil klasik yang mencuri perhatian di IMX Prambanan. Mobil mungil era 1970-an itu tampil dengan gaya JDM Jepang, lengkap dengan pelek SSR MK2 dan sunroof ragtop Webasto.
Di tengah ratusan mobil yang hadir di IMX Prambanan, Honda Life tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda. Ukurannya kecil dan desainnya sederhana, tetapi detail modifikasi membuat mobil ini terlihat lebih agresif sekaligus tetap mempertahankan karakter aslinya.
Roni mengatakan Honda Life miliknya pada dasarnya masih menggunakan mesin standar. Namun, sejumlah bagian mendapatkan sentuhan modifikasi. Salah satunya grill Honda Jepang Sport yang dipadukan dengan oil cooler untuk membantu pendinginan mesin.
Baca Juga: 5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Mudah Tumbuh, Ada Ficus hingga Larch
Perpaduan JDM dan Gaya Retro
Ubahan eksterior Honda Life terlihat pada bagian samping. Mobil tersebut mendapat tambahan molding dan overfender. Spion juga sudah dimodifikasi menggunakan model yang lebih besar dari bawaan aslinya.
Sektor kaki-kaki turut mendapat perubahan. Jika sebelumnya menggunakan tromol, bagian depan kini telah diubah menjadi cakram. Suspensi juga sudah mendapatkan ubahan, sedangkan bagian belakang masih menggunakan komponen standar.
Untuk memperkuat nuansa retro, Roni memilih pelek SSR MK2. Desain pelek tersebut dianggap cocok dengan karakter Honda Life yang merupakan mobil kecil dari era 1970-an.
Hal lain yang membuat mobil ini berbeda adalah penggunaan sunroof elektrik model ragtop dari Webasto. Komponen tersebut membuat atap Honda Life bisa dibuka dan memberikan kesan unik pada mobil klasik tersebut.
Di bagian belakang terdapat aksesori JDM berupa panel mika pada kaca. Menurut Roni, komponen itu merupakan aksesori Honda. Keberadaan perintilan seperti ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak mudah ditemukan.
“Agak PR,” kata Roni saat ditanya mengenai pencarian aksesori Honda Life.
Bagian interior juga mendapat sejumlah sentuhan. Dashboard menggunakan model Jepang dan kini dilengkapi indikator RPM. Roni menjelaskan, Honda Life standar tidak memiliki indikator putaran mesin tersebut.
Sementara itu, setir masih menggunakan bawaan mobil. Jok asli juga tetap dipertahankan, tetapi dibungkus material MBtech. Mobil ini tidak menggunakan AC sehingga penumpang mengandalkan sirkulasi udara dari jendela.
Mesin 360 Cc Tetap Dipertahankan
Meski tampilan eksterior dan kaki-kaki sudah dimodifikasi, ruang mesin Honda Life tetap mempertahankan mesin standar berkapasitas 360 cc.
Roni justru memberikan perhatian khusus pada kerapian ruang mesin. Kabel-kabel yang jumlahnya cukup banyak disembunyikan di bagian samping agar kompartemen terlihat lebih bersih. Sejumlah kabel juga telah direkondisi dan direstorasi.
Ketertarikan Roni terhadap mobil kecil Honda tidak berhenti pada satu unit. Ia mengungkapkan memiliki Honda N360 dua pintu. Bahkan, proyek berikutnya yang ingin dibangun adalah sebuah pikap Honda TN.
Menurut Roni, salah satu hal yang membuat mobil kecil Honda era tersebut menarik adalah penggunaan mesin empat tak. Ia membandingkannya dengan sejumlah mobil kecil lain yang hadir pada periode 1970-an hingga 1976.
Baca Juga: 5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Paling Mudah Dirawat Menurut Ahli Berpengalaman 50 Tahun
Pada masa itu, terdapat beberapa mobil kecil dari merek seperti Honda, Suzuki, Subaru, dan Daihatsu. Honda Life, Honda TN, Suzuki Fronte, Subaru, serta Daihatsu Fellow Max menjadi bagian dari sejarah mobil mungil pada era tersebut.
Roni menilai karakter mesin empat tak Honda terasa lebih halus. Hal itu menjadi salah satu alasan dirinya tetap tertarik merawat mobil lawas tersebut.
Kondisi Honda Life yang masih bisa ditemukan sebenarnya tidak selalu langka. Namun, persoalan utamanya adalah kondisi unit. Banyak mobil membutuhkan proses pembangunan kembali yang memerlukan biaya, waktu, dan konsentrasi.
Kehadiran Honda Life milik Roni di IMX Prambanan akhirnya bukan sekadar soal modifikasi. Mobil tersebut menjadi contoh bagaimana kendaraan mungil berusia puluhan tahun dapat kembali menarik perhatian melalui perpaduan restorasi, aksesori JDM, dan sentuhan personal tanpa meninggalkan mesin standarnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : NMAA TV