SLEMAN - Mobil klasik IMX Prambanan tampil dengan beragam konsep modifikasi yang tidak biasa. Dalam gelaran tersebut, ratusan mobil berkumpul dan beberapa kendaraan lawas menjadi perhatian karena mengusung gaya JDM, buggy, patina, hingga hot rod Amerika.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Honda Life milik Roni. Mobil mungil berkapasitas 360 cc itu tampil dengan konsep JDM Jepang. Meski sejumlah bagian eksterior dan kaki-kaki diubah, mesin Honda Life tersebut masih dipertahankan dalam kondisi standar.
Roni memasang grill Honda Jepang Sport dan oil cooler. Bagian samping mendapat tambahan molding serta overfender. Sistem pengereman depan juga diubah dari tromol menjadi cakram, sedangkan bagian belakang masih menggunakan komponen standar.
Baca Juga: 5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Mudah Tumbuh, Ada Ficus hingga Larch
Honda Life hingga VW Buggy
Untuk memperkuat karakter klasik, Honda Life tersebut menggunakan pelek SSR MK2. Roni juga memasang sunroof elektrik model ragtop Webasto. Di bagian belakang masih terdapat aksesori JDM berupa panel mika pada kaca yang disebut merupakan aksesori Honda.
Masuk ke kabin, dashboard menggunakan model Jepang dan sudah mendapat indikator RPM. Padahal, menurut Roni, Honda Life standar tidak memiliki RPM. Setir masih bawaan, sedangkan jok asli hanya dilapisi MBtech.
Mobil tersebut juga tidak menggunakan AC. Sirkulasi udara mengandalkan jendela. Sementara ruang mesin dibuat sangat rapi dengan kabel-kabel yang disembunyikan di bagian samping.
Roni menyebut Honda Life miliknya menggunakan mesin standar 360 cc. Ia juga masih memiliki Honda N360 dua pintu dan berencana membangun pikap Honda TN sebagai proyek berikutnya.
Selain Honda Life, mobil klasik IMX Prambanan yang mencuri perhatian adalah VW Safari 181 yang telah diubah menjadi buggy. Mobil milik Jimmy dari Semarang itu dibangun menggunakan bodi custom berbahan pelat.
Jimmy membuat konsep yang berbeda dari buggy pada umumnya. “Ini sebenarnya mobil buggy itu mobil buggy untuk ke pantai, tapi ini untuk ke mal,” ujarnya dalam video.
Mobil tersebut dibuat ceper dan menggunakan pelek BBS berukuran lebar. Bagian depan mengambil konsep VW Kodok, sedangkan bagian belakang masih mempertahankan bagian kap mesin VW Safari.
Mesinnya juga sudah dirombak dari kapasitas awal menjadi 1.700 cc. Sistem kaki-kaki tetap menggunakan basis VW, tetapi ditambahkan adaptor agar pelek BBS dapat dipasang.
Interiornya dibuat custom dari pelat. Jimmy juga menambahkan dua kursi di bagian belakang sehingga konfigurasi menjadi 2+2. Jok belakang menggunakan komponen dari Shelby Cobra. Setir custom Nardi turut memperkuat nuansa klasik.
Baca Juga: 5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Paling Mudah Dirawat Menurut Ahli Berpengalaman 50 Tahun
Deretan Mobil Amerika Bergaya Patina
Mobil klasik IMX Prambanan lainnya datang dari segmen kendaraan Amerika. Salah satunya Chevrolet Apache 1961 milik Aping dari Zigaret.
Apache tersebut menggunakan gaya patina dengan mempertahankan bodi dan cat aslinya. Beberapa panel diberi sentuhan striping metal flag bergaya low rider. Tutup bak juga dibuat menggunakan sistem hidrolik untuk kebutuhan show off.
Mobil itu menggunakan pelek Detroit berukuran 20 inci dan suspensi udara dua titik. Mesin Chevrolet V8 dengan double karburator dipadukan dengan transmisi TH700. Interior tetap dipertahankan dengan penggantian bahan jok menggunakan kulit.
Ada pula Ford 1949 milik Andi yang memiliki model COE atau cabin over engine. Truk tersebut disebut pernah digunakan untuk angkutan berat di area tambang. Setelah tiga kali berganti mesin, kendaraan itu kini menggunakan mesin Innova 1TR.
Sementara komunitas Hotroad di Ningrat Jogja membawa Chevrolet Bel Air 1957, Chevrolet Truck 1948 atau Chevy Lele, serta Ford Country Sedan Wagon 1965.
Chevrolet Bel Air menggunakan suspensi udara empat titik, pelek US Forge 20 inci, dan mesin Chevrolet small block 5.700 cc. Chevy Lele mengusung gaya rat rod sejak 2010 dengan mesin V8 Chevrolet 5.700 cc.
Ford Country Sedan Wagon 1965 tampil dengan tema Hawai style, lengkap dengan boneka Tiki dan papan surfing. Peleknya menggunakan model Kragar SS.
Ragam kendaraan tersebut memperlihatkan bagaimana mobil lawas dapat memiliki karakter berbeda setelah melalui proses restorasi dan modifikasi. IMX Prambanan pun menjadi panggung bagi pemilik mobil klasik untuk menunjukkan karya sekaligus mempertahankan identitas kendaraan masing-masing.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : NMAA TV