VW Buggy Unik di IMX Prambanan, Berbasis Safari 181 tapi Dibuat Ceper untuk ke Mal

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 19:55 WIB
VW Buggy berbasis Safari 181 tampil unik di IMX Prambanan dengan bodi pelat custom, mesin 1.700 cc, pelek BBS, dan interior 2+2.(Pinterest)
VW Buggy berbasis Safari 181 tampil unik di IMX Prambanan dengan bodi pelat custom, mesin 1.700 cc, pelek BBS, dan interior 2+2.(Pinterest)

SLEMAN - VW Buggy berbasis Volkswagen Safari 181 menjadi salah satu mobil paling unik yang tampil di IMX Prambanan. Bukan sekadar buggy untuk aktivitas luar ruang, mobil milik Jimmy dari Semarang itu justru dibangun dengan konsep ceper, pelek BBS, interior custom, dan gaya yang terinspirasi VW Kodok.

VW Buggy tersebut menjadi satu dari sejumlah mobil modifikasi unik yang dipamerkan dalam ajang IMX Prambanan. Kendaraan ini langsung menarik perhatian karena bentuknya berbeda dari buggy pada umumnya.

Jimmy menjelaskan, mobil tersebut awalnya merupakan VW Safari 181. Kendaraan kemudian diubah menjadi buggy menggunakan bodi custom. Berbeda dengan buggy yang umumnya menggunakan material fiber, bodi mobil ini dibuat dari pelat.

“Ini sebenarnya mobil buggy itu mobil buggy untuk ke pantai, tapi ini untuk ke mall,” kata Jimmy dalam video.

Baca Juga: 5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Mudah Tumbuh, Ada Ficus hingga Larch

Bodi Custom dan Mesin 1.700 Cc

Konsep modifikasi VW Buggy milik Jimmy cukup personal. Bagian bodi dibuat custom, sementara bentuk depannya mengambil inspirasi dari VW Kodok. Hanya bagian tertentu di belakang, terutama kap mesin, yang masih mempertahankan komponen VW Safari.

Mobil yang awalnya memiliki karakter tinggi sebagai kendaraan buggy tersebut kemudian dibuat lebih ceper. Jimmy memasang pelek BBS berukuran lebar untuk memperkuat tampilan.

Sistem kaki-kaki tetap menggunakan basis VW. Namun, Jimmy membuat adaptor khusus agar pelek BBS dapat terpasang pada mobil tersebut.

Perubahan juga dilakukan pada sektor mesin. Jika sebelumnya menggunakan mesin dengan kapasitas lebih kecil, mesin mobil tersebut telah dirombak menjadi 1.700 cc.

Dari luar, detail modifikasi membuat mobil terlihat seperti perpaduan antara buggy, VW Kodok, dan kendaraan bergaya klasik. Warna merah yang digunakan juga membuat tampilannya semakin menonjol di antara mobil-mobil lain.

Interior Dibuat 2+2

Bagian kabin tidak luput dari sentuhan personal. Jimmy mengungkapkan, pada awalnya bagian interior mobil dibuat untuk kebutuhan full audio. Namun, setelah memiliki anak dan ingin membawa keluarga bepergian, ia menambahkan dua kursi di belakang.

Dengan penambahan tersebut, konfigurasi kabin menjadi 2+2. Jok tambahan menggunakan komponen dari Shelby Cobra. Pemilihan jok tersebut sekaligus memperkuat karakter klasik yang ingin ditampilkan.

Dashboard juga dibuat custom menggunakan pelat, bukan fiber. Panel instrumen dibuat sederhana dengan indikator RPM. Sementara setir menggunakan model custom Nardi.

Logo Mayer Manx yang menjadi bagian dari identitas bodi buggy tersebut juga masih dipertahankan. Kombinasi material pelat, jok bergaya klasik, dan setir Nardi membuat interior memiliki karakter tersendiri.

Baca Juga: 5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Paling Mudah Dirawat Menurut Ahli Berpengalaman 50 Tahun

Jimmy sendiri merupakan penggemar kendaraan Volkswagen. Selain VW Safari yang sudah dimodifikasi menjadi buggy, ia mengaku tengah membangun dua proyek lain, yakni VW Kodok dan VW Kombi.

Untuk VW Kodok, Jimmy ingin memberikan sentuhan modifikasi yang lebih bebas. Sementara VW Kombi akan dibuat dengan pendekatan lebih klasik dan kembali ke karakter dasarnya.

Jimmy berasal dari Semarang dan mengatakan mobil buggy tersebut biasa digunakan berkeliling di kota tersebut. Ia juga kerap berada di kawasan Pahlawan dan mengikuti kegiatan parkir bersama pada akhir pekan, khususnya Minggu pagi.

Kehadiran VW Buggy ini menjadi salah satu contoh bagaimana kendaraan lawas dapat diolah menjadi mobil dengan karakter yang jauh berbeda dari bentuk awalnya. Basis VW Safari 181 tetap menjadi fondasi, tetapi bodi, kaki-kaki, interior, hingga mesin mendapatkan sentuhan sesuai selera pemilik.

Selain VW Buggy, IMX Prambanan juga menghadirkan sejumlah mobil klasik lain dengan pendekatan modifikasi berbeda. Honda Life 360 cc bergaya JDM, Chevrolet Apache 1961 bergaya patina, Ford 1949 model COE, hingga deretan mobil Amerika dari komunitas Hotroad di Ningrat Jogja turut menjadi bagian dari pameran.

Ragam kendaraan tersebut menunjukkan luasnya dunia modifikasi mobil klasik. Tidak selalu harus mengikuti satu gaya, pemilik dapat mempertahankan bagian tertentu dari mobil sekaligus mengubah elemen lain sesuai karakter yang diinginkan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : NMAA TV
IMX Prambanan VW Buggy VW Safari 181 Jimmy Semarang mobil klasik