JAKARTA - IHSG mengalami koreksi cukup dalam setelah sesi kedua perdagangan dimulai, dengan pelemahan sempat lebih dari 2 persen. Namun, indeks kemudian mulai tertarik naik ke level 6.422 sehingga koreksinya menyempit menjadi sekitar 1,82 persen. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah isu reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pantauan yang disampaikan dalam video, IHSG bergerak volatil dengan rentang sekitar 6.300 hingga 6.500 pada hari perdagangan tersebut. Setelah sempat tertekan, indeks terlihat bergerak semakin tinggi menuju level 6.500. Kondisi itu menjadi perhatian karena pasar masih menunggu perkembangan terkait reshuffle dan kemungkinan respons investor terhadap perubahan posisi sejumlah pejabat.
Sejumlah nama pejabat disebut hadir dalam rangkaian agenda tersebut. Di antaranya Zulkifli Hasan, AHY, Rosan Roslani, serta ST Burhanuddin yang disebut sebagai Jaksa Agung. Kehadiran nama-nama tersebut dinilai menjadi perhatian karena mereka menempati posisi penting di pemerintahan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Sempat Anjlok 1,7 Persen Lalu Berbalik Menguat
Narasumber dalam video berharap reshuffle dapat direspons positif oleh pasar. Perubahan posisi pejabat dinilai berpotensi memberikan pertimbangan baru bagi masyarakat maupun investor. Namun, arah respons pasar masih perlu dilihat berdasarkan perkembangan IHSG setelah pengumuman reshuffle.
Sejumlah Sektor Mengalami Koreksi
Tekanan IHSG terlihat pada sejumlah sektor. Sektor finansial disebut mengalami koreksi sekitar 0,20 persen, sedangkan sektor nonprimer terkoreksi sekitar 1,3 persen. Sektor konsumer primer juga mengalami pelemahan dengan besaran yang kurang lebih sama dengan sektor finansial.
Sementara itu, sektor perindustrian mengalami koreksi tipis sekitar 0,08 persen. Tekanan lebih dalam terlihat pada sektor energi dan bahan baku. Masing-masing sektor tersebut tercatat terkoreksi sekitar 2,14 persen dan 2,06 persen.
Baca Juga: Mau Ikut PTSL? Ini Syarat Peserta, Dokumen Tanah, Batas dan Pajak yang Harus Disiapkan
Sektor energi menjadi perhatian karena pada perdagangan Jumat sebelumnya terdapat sejumlah saham sektor tersebut yang disebut banyak dilirik investor asing. Dua saham yang disebut dalam pembahasan adalah Antam dan Bumi. Koreksi sektor energi pada perdagangan tersebut kemudian berada di kisaran lebih dari 2 persen.
Tekanan juga terjadi pada sektor kesehatan, transportasi, dan teknologi. Sektor kesehatan tercatat mengalami koreksi hingga 2,25 persen, transportasi turun sekitar 1,63 persen, sedangkan teknologi melemah 0,64 persen.
Pergerakan antarsektor menunjukkan tekanan pasar tidak hanya terjadi pada satu kelompok saham. Volatilitas IHSG juga masih cukup tinggi ketika pasar menunggu kepastian mengenai arah reshuffle kabinet dan dampaknya terhadap sentimen investor.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Merah, 429 Emiten Melemah Usai Pergantian Menteri Keuangan
Rupiah Ikut Tertekan
Di tengah isu reshuffle, rupiah juga disebut mengalami pelemahan. Nilai tukar rupiah kembali berada di level 17.640 dan tercatat kehilangan sekitar 0,31 persen.
Meski demikian, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang asing lainnya terlihat bervariasi. Rupiah terhadap yen Jepang disebut mengalami kenaikan 0,32 persen, sedangkan terhadap euro naik 0,23 persen. Sementara terhadap dolar Singapura, rupiah justru mengalami koreksi sekitar 0,02 persen.
Dalam pembahasan tersebut, pergerakan rupiah terhadap yen Jepang dan euro dinilai masih berada di level yang relatif sama dibandingkan perdagangan Jumat sebelumnya. Karena itu, perubahan angkanya disebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Berubah Drastis Usai Pergantian Menteri Keuangan
Dengan kondisi tersebut, perhatian pasar masih tertuju pada pergerakan IHSG setelah pengumuman reshuffle. Indeks yang sempat terkoreksi lebih dari 2 persen kemudian mulai mengurangi pelemahan, tetapi pergerakannya tetap volatil. Respons investor terhadap perubahan susunan pemerintahan menjadi salah satu faktor yang terus dipantau dalam perkembangan pasar berikutnya.
Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita