
BLITAR KAWENTAR - Harga Honda Scoopy bekas kembali menarik perhatian setelah model terbaru yang disebut sebagai Scoopy “astronaut” mulai beredar di pasar. Motor matik bergaya retro tersebut ditawarkan dengan harga berbeda, tergantung tahun, tipe kunci, warna, dan kondisi unit.
Berdasarkan ulasan dealer motor Solo, harga Honda Scoopy bekas generasi terbaru berada di kisaran Rp19 juta hingga Rp23 juta. Sementara generasi lama bisa ditemukan dengan harga jauh lebih murah, mulai Rp7 jutaan.
Bagi pemburu harga Honda Scoopy bekas, pilihan tersebut membuat skutik Honda ini tetap menarik. Konsumen bisa menyesuaikan anggaran, mulai dari Scoopy generasi injeksi lawas hingga model terbaru dengan fitur keyless.
Scoopy Lama Mulai Rp7 Jutaan
Honda Scoopy memiliki beberapa generasi yang masih banyak beredar di pasar motor bekas. Salah satunya Scoopy injeksi awal sekitar 2014–2015.
Untuk unit tahun 2014 yang kondisinya siap pakai, harga yang disebut berada di kisaran Rp7 juta. Namun, kondisi dan akurasi jarak tempuh perlu diperhatikan karena sebagian unit masih menggunakan speedometer analog dengan sistem kabel.
Sementara Scoopy injeksi tahun 2015 yang kondisinya siap digunakan biasanya berada di sekitar Rp12 juta. Untuk unit yang masih membutuhkan perbaikan atau masuk kategori motor proyek, harganya dapat turun ke kisaran Rp8 juta hingga Rp11 juta.
Dealer mengingatkan bahwa motor-motor tersebut sudah berusia cukup lama sehingga kondisi setiap unit bisa berbeda.
Scoopy Ban Donat Jadi Buruan
Generasi berikutnya yang disebut dalam ulasan adalah Scoopy dengan desain “ban donat”. Model ini diproduksi sekitar 2017 hingga 2020 dan menjadi salah satu generasi yang banyak dicari.
Untuk Scoopy tahun 2018, harga bekasnya bisa mulai sekitar Rp12 juta jika membutuhkan sejumlah perbaikan. Sementara unit yang kondisinya lebih baik dapat berada di kisaran Rp13 juta hingga Rp14 juta.
Perbaikan yang dimaksud antara lain pada bagian cat. Dealer biasanya akan melakukan proses perapian atau pemolesan agar tampilan motor kembali menarik sebelum dijual.
Kondisi bodi, kelistrikan, mesin, kaki-kaki dan kelengkapan dokumen menjadi bagian yang perlu diperiksa calon pembeli sebelum menentukan pilihan.
Scoopy Astronaut Terbaru Tembus Rp23 Juta
Perhatian kemudian beralih ke Scoopy generasi terbaru yang dijuluki “Scoopy astronaut” karena desainnya dianggap menyerupai perlengkapan astronaut.
Untuk model 2026 dengan tipe kunci biasa, harga siap pakainya berada di kisaran Rp19 juta hingga Rp20,5 juta. Sementara varian keyless dapat berada di sekitar Rp20 juta hingga Rp21 juta, tergantung kondisi.
Dalam ulasan tersebut juga ditampilkan Scoopy model 2026 dengan VIN 2025. Unit tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan menggunakan warna yang disebut cukup langka. Setelah melalui proses persiapan, harganya diperkirakan sekitar Rp22 juta hingga Rp23 juta.
Ada pula Scoopy astronaut tahun 2024. Varian dengan kunci biasa ditawarkan sekitar Rp22 juta, sedangkan tipe keyless seperti Prestige atau Stylish berada di kisaran Rp23 juta. Beberapa unit yang diperlihatkan memiliki jarak tempuh sekitar 12.000 hingga 20.000 kilometer.
Keyless Jadi Salah Satu Pembeda Harga
Perbedaan tipe kunci turut memengaruhi harga Scoopy terbaru. Model keyless dianggap lebih praktis karena pengendara tidak perlu memasukkan kunci secara manual ketika mengoperasikan motor.
Namun, pilihan antara kunci biasa dan keyless tetap bergantung pada kebutuhan serta anggaran pembeli. Untuk motor matik seperti Scoopy, Beat, dan Vario, dealer menyebut jarak tempuh rendah relatif lebih sulit ditemukan karena kendaraan jenis ini umumnya digunakan sebagai motor harian.
Calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpaku pada tahun dan harga. Kondisi mesin, bodi, kaki-kaki, sistem kelistrikan, jarak tempuh, kelengkapan surat, serta riwayat perawatan perlu diperiksa sebelum transaksi.
Dengan rentang harga mulai Rp7 jutaan hingga sekitar Rp23 juta, Honda Scoopy bekas menawarkan pilihan cukup luas. Mulai dari generasi lama untuk pembeli dengan anggaran terbatas hingga Scoopy astronaut terbaru bagi konsumen yang menginginkan desain lebih modern.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber