JAKARTA - Toyota Veloz Hybrid hadir membawa sistem penggerak yang berbeda dari Veloz bermesin bensin. Dalam sesi first drive, MPV tujuh penumpang ini tidak hanya terasa lebih bertenaga, tetapi juga disebut lebih halus dan memiliki karakter suspensi yang berbeda. Varian entry levelnya bahkan ditawarkan dengan harga Rp299 juta dalam periode yang disebut berlaku sampai 31 Desember 2025.
Toyota Veloz Hybrid tersedia dalam beberapa varian, mulai dari V hingga Q dan Q Modellista. Varian tertinggi yang dibahas adalah Q Modellista dengan Toyota Safety Sense (TSS), yang ketika pengujian dilakukan masih memiliki kisaran harga Rp360 juta sampai Rp390 juta dan belum diumumkan secara resmi.
Sementara itu, tipe V menjadi perhatian karena harganya berada di bawah Rp300 juta. Harga tersebut disebut tidak menggunakan sistem kuota untuk pembeli pertama dan berlaku sampai akhir 2025.
Baca Juga: Suzuki XL7 Hybrid 2026 Makin Gagah, Varian Alpha Dapat Kamera 360
Mesin 1.500 cc dengan Dua Sumber Tenaga
Toyota Veloz Hybrid menggunakan mesin yang berasal dari basis 2NR-VE 1.500 cc empat silinder. Untuk versi hybrid, kode mesinnya menjadi 2NR-VEX. Mesin tersebut disebut mendapatkan penyempurnaan karena harus menyesuaikan kebutuhan MPV tujuh penumpang dengan beban yang lebih besar.
Total tenaga yang disebutkan mencapai 111 PS. Sementara itu, torsi berasal dari dua sumber penggerak. Mesin bensin menghasilkan 121 Nm, sedangkan motor listrik memberikan tambahan torsi 141 Nm.
Motor listrik tersebut juga menggerakkan roda depan. Kombinasi keduanya membuat Veloz Hybrid terasa lebih bertenaga saat akselerasi dibandingkan Veloz biasa dalam pengujian singkat.
Sistem yang digunakan merupakan full hybrid, bukan mild hybrid. Ketika baterai memiliki kapasitas yang cukup, mesin bensin dapat berhenti bekerja dan mobil bergerak hanya menggunakan tenaga listrik.
Dalam pengujian, mesin bahkan memulai perjalanan dalam kondisi mati karena kapasitas baterai mencukupi. Data yang diperoleh selama sesi tersebut menunjukkan mesin dapat mati sekitar 69 persen dari waktu berkendara.
Energi kinetik saat kendaraan melakukan deselerasi juga dimanfaatkan oleh sistem regenerative braking untuk mengisi baterai. Kondisi stop-and-go pada lintasan pengujian membuat sistem hybrid dapat memanfaatkan proses tersebut secara berulang.
Untuk konsumsi bahan bakar, tim internal Toyota mengklaim Veloz Hybrid 40 persen lebih hemat dibandingkan Veloz non-hybrid. Namun, angka tersebut belum diverifikasi melalui pengujian jarak jauh karena sesi first drive hanya menggunakan lintasan pendek.
Tangki bahan bakarnya berkapasitas 43 liter. Dalam video, jarak tempuh mendekati 1.000 km disebut sebagai perkiraan dalam kondisi normal, bukan hasil pengujian langsung.
Ground Clearance 205 mm
Selain sistem penggerak, karakter berkendara juga menjadi bagian yang diuji. Toyota Veloz Hybrid mempertahankan ground clearance 205 mm meskipun bobotnya bertambah karena adanya baterai, motor listrik, dan perangkat hybrid.
Penambahan bobot tersebut diikuti penyesuaian pada suspensi. Hasilnya, bantingan mobil terasa lebih firm tetapi tetap nyaman. Ketika melewati polisi tidur, guncangan dinilai lebih sedikit dibandingkan Veloz non-hybrid.
Unit pengujian menggunakan pelek hitam berukuran 17 inci dengan ban 205/50 R17. Ban tersebut memberikan rasa cengkeraman dan presisi ketika mobil diajak melewati lintasan zigzag.
Karakter limbung tetap ada karena bentuknya merupakan MPV. Namun, mobil disebut masih memiliki gerakan yang mudah diprediksi. Radius putarnya juga terasa kecil sehingga mendukung manuver di jalan yang sempit.
Transmisi otomatis pada Veloz Hybrid memiliki posisi B. Mode tersebut memberikan regenerative braking yang lebih maksimal dibandingkan mode D sehingga energi ketika kendaraan melambat dapat dimanfaatkan kembali untuk baterai.
Baca Juga: Suzuki XL7 Hybrid 2026 di GIIAS, Dapat Kamera 360 dan Harga Rp174 Jutaan
Fitur Hybrid hingga Toyota Safety Sense
Di dalam kabin, identitas hybrid terlihat dari tombol power berwarna biru. Tersedia pula tombol EV Mode yang memungkinkan mobil bergerak menggunakan tenaga listrik selama kondisi baterai memenuhi.
Posisi pengemudi didukung tilt dan telescopic steering. Jok juga dapat dinaikkan atau diturunkan untuk membantu memperoleh posisi berkendara yang sesuai.
Tipe V menggunakan sistem hiburan 9 inci, sedangkan tipe Q mendapatkan layar 10 inci. Apple CarPlay dan Android Auto sudah dapat digunakan secara wireless.
Panel instrumen mendapatkan tampilan khusus hybrid. Pengemudi dapat melihat level baterai, aliran tenaga, proses pengisian, serta sumber energi yang sedang menggerakkan roda.
Varian tertinggi yang diuji dilengkapi Toyota Safety Sense dengan tiga fungsi yang disebutkan, yakni adaptive cruise control, pre-collision system, dan lane departure assist. Tipe Q juga mendapatkan kamera 360 derajat serta sensor parkir.
Fitur lain yang tersedia mencakup wireless charging, rem parkir elektrik dengan auto hold, soket 12 volt, serta sistem telematika dan T-Intouch yang disebut gratis selama tiga tahun.
Dengan sistem tersebut, Toyota Veloz Hybrid memberikan perubahan pada beberapa aspek sekaligus. Dalam first drive, mobil terasa lebih bertenaga berkat bantuan motor listrik, lebih senyap ketika mesin mati, serta memiliki bantingan yang lebih firm dan terkontrol. Sementara klaim efisiensi 40 persen lebih hemat masih perlu dibuktikan melalui pengujian jarak jauh.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Fitra eri