Toyota Veloz Hybrid Rp299 Juta, Mesin 111 PS dan Baterai Bisa Matikan Mesin

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 19:27 WIB
Toyota Veloz Hybrid Rp299 juta membawa tenaga 111 PS, motor listrik 141 Nm, dan teknologi full hybrid. (Pinterest)
Toyota Veloz Hybrid Rp299 juta membawa tenaga 111 PS, motor listrik 141 Nm, dan teknologi full hybrid. (Pinterest)

JAKARTA - Toyota Veloz Hybrid hadir dengan teknologi full hybrid yang membuat mesin bensin tidak selalu bekerja selama mobil berjalan. Dalam sesi first drive, sistem tersebut membuat Veloz Hybrid mampu bergerak menggunakan tenaga listrik ketika kondisi baterai mencukupi. Mobil ini juga menawarkan performa yang lebih bertenaga serta karakter berkendara yang berbeda dari Veloz non-hybrid.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah harga varian entry level. Toyota Veloz Hybrid tipe V disebut dibanderol Rp299 juta. Harga tersebut dikatakan berlaku tanpa kuota pembeli pertama hingga 31 Desember 2025.

Di atas tipe V terdapat varian Q dan Q Modellista. Sementara tipe tertinggi Q Modellista dengan Toyota Safety Sense (TSS) disebut memiliki kisaran harga Rp360 juta sampai Rp390 juta. Namun, angka tersebut masih berupa rentang karena harga resminya belum diumumkan saat pengujian berlangsung.

Baca Juga: Suzuki XL7 Hybrid 2026 di GIIAS, Harga Rp174 Juta dan Dapat Kamera 360

Full Hybrid dengan Torsi Motor Listrik 141 Nm

Toyota Veloz Hybrid menggunakan basis mesin 2NR-VE 1.500 cc empat silinder yang dikembangkan menjadi versi hybrid dengan kode 2NR-VEX. Menurut penjelasan dalam video, terdapat penyempurnaan pada mesin tersebut untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan MPV tujuh penumpang.

Tenaga yang dihasilkan mencapai 111 PS. Sistem penggeraknya memperoleh torsi dari dua sumber. Mesin bensin menghasilkan 121 Nm, sedangkan motor listrik memberikan tambahan 141 Nm dan ikut menggerakkan roda depan.

Kombinasi tersebut membuat akselerasi Veloz Hybrid terasa lebih kuat dibandingkan Veloz biasa ketika diuji. Pengemudi merasakan tambahan tenaga dari motor listrik ketika pedal gas diinjak.

Toyota Veloz Hybrid juga bukan menggunakan teknologi mild hybrid. Sistem yang digunakan merupakan full hybrid. Ketika level baterai mencukupi, mesin bensin dapat berhenti dan kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik.

Dalam awal perjalanan, mesin bahkan tidak menyala karena kapasitas baterai masih mencukupi. Selama pengujian, data menunjukkan mesin dapat berada dalam kondisi mati sekitar 69 persen dari waktu berkendara.

Sistem regeneratif turut berperan dalam menjaga kapasitas baterai. Saat kendaraan melakukan deselerasi, energi kinetik ditangkap dan diubah menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.

Untuk efisiensi, tim internal Toyota mengklaim konsumsi bahan bakar Veloz Hybrid 40 persen lebih hemat dibandingkan versi non-hybrid. Namun, penguji belum melakukan pengujian konsumsi secara langsung dalam perjalanan jauh karena lintasan first drive hanya digunakan untuk pengujian singkat.

Tangki bahan bakarnya memiliki kapasitas 43 liter. Dengan kondisi normal, dalam video disebutkan jarak tempuhnya secara perkiraan dapat mendekati 1.000 km. Angka tersebut belum berasal dari hasil pengujian jarak jauh.

Suspensi Direvisi, Ground Clearance Tetap 205 mm

Penambahan baterai dan motor listrik membuat bobot Veloz Hybrid bertambah. Namun, ground clearance tetap berada di angka 205 mm.

Toyota disebut melakukan revisi pada suspensi untuk menyesuaikan tambahan bobot tersebut. Hasilnya, bantingan mobil terasa lebih firm tetapi tetap nyaman. Saat melewati polisi tidur, guncangan yang dirasakan juga disebut lebih sedikit dibandingkan Veloz non-hybrid.

Unit yang diuji menggunakan pelek hitam 17 inci dengan ban berukuran 205/50 R17. Kombinasi ini memberikan rasa cengkeraman dan membantu pengendalian ketika mobil melewati lintasan zigzag.

Sebagai MPV, karakter limbung tetap terasa. Namun, pergerakan kendaraan disebut masih mudah diprediksi. Radius putarnya juga menjadi salah satu keunggulan yang dirasakan ketika mobil digunakan untuk bermanuver di lintasan yang lebih sempit.

Transmisi otomatis Veloz Hybrid memiliki posisi B. Mode ini memberikan regenerative braking yang lebih maksimal dibandingkan posisi D sehingga energi ketika mobil melambat dapat lebih banyak ditangkap untuk membantu mengisi baterai.

Baca Juga: Suzuki XL7 Hybrid 2026 Makin Gagah, Varian Alpha Dapat Kamera 360

Kabin Dilengkapi EV Mode dan TSS

Di dalam kabin, tombol power mendapatkan warna biru sebagai pembeda sistem hybrid. Di sebelahnya terdapat tombol EV Mode yang dapat digunakan ketika kondisi baterai memungkinkan.

Posisi mengemudi sudah didukung tilt dan telescopic steering. Jok pengemudi juga dapat dinaikkan maupun diturunkan untuk memperoleh posisi berkendara yang lebih sesuai.

Tipe V menggunakan sistem hiburan berukuran 9 inci, sedangkan tipe Q mendapatkan layar 10 inci. Apple CarPlay dan Android Auto tersedia secara wireless.

Panel instrumen juga mendapatkan tampilan khusus untuk sistem hybrid. Informasi yang ditampilkan mencakup level baterai, aliran tenaga, proses pengisian, serta sumber energi yang sedang menggerakkan roda.

Pada varian tertinggi yang diuji, Toyota Safety Sense menyediakan adaptive cruise control, pre-collision system, dan lane departure assist. Varian Q juga mendapatkan kamera 360 derajat dan sensor parkir.

Fitur lainnya meliputi wireless charging, rem parkir elektrik dengan auto hold, soket 12 volt, serta sistem telematika dan T-Intouch yang disebut mendapatkan layanan gratis selama tiga tahun.

Dari first drive tersebut, Toyota Veloz Hybrid menunjukkan perubahan yang tidak hanya berkaitan dengan konsumsi bahan bakar. Motor listrik membuat performanya terasa lebih bertenaga, sementara kemampuan mematikan mesin membuat kabin lebih hening ketika kendaraan berjalan menggunakan baterai. Suspensinya juga terasa lebih firm dan terkontrol dibandingkan Veloz non-hybrid.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Fitra eri
Toyota Veloz Hybrid Toyota Veloz 2025 Veloz Hybrid Rp299 Juta MPV Hybrid 7 Seater Full Hybrid Toyota