JAKARTA - Polytron Fox R menjadi salah satu pilihan motor listrik yang menawarkan harga relatif terjangkau dengan performa yang cukup untuk menunjang mobilitas harian. Dibanderol sekitar Rp16,5 juta untuk wilayah Jabodetabek, motor listrik ini memiliki kapasitas baterai 3,7 kWh dan mampu menempuh jarak sekitar 100 kilometer berdasarkan pengujian berkendara.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli Polytron Fox R. Selain sistem sewa baterai bulanan, motor listrik ini memiliki sejumlah catatan dari sisi kenyamanan berkendara, suspensi, pengereman, hingga kelengkapan fitur.
Performa Polytron Fox R dan Kemampuan Jarak Tempuh
Polytron Fox R menggunakan motor penggerak tipe hub dengan daya 3.000 watt. Pengendara dapat memilih dua mode berkendara, yakni D dan S, yang memberikan karakter performa berbeda sesuai kebutuhan perjalanan.
Baca Juga: 200 Kios Pasar Legi Dibongkar, Lantai II Disulap Jadi Hall untuk Gaet Gen Z
Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kecepatan pada mode D mencapai sekitar 64 kilometer per jam berdasarkan indikator speedometer. Sementara itu, mode S dapat menunjukkan kecepatan hingga sekitar 97 kilometer per jam pada speedometer, dengan pengukuran GPS berada di kisaran 95 kilometer per jam.
Untuk akselerasi, motor listrik ini membutuhkan waktu sekitar 7,76 detik untuk mencapai kecepatan 60 kilometer per jam berdasarkan alat pengujian. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan akselerasinya ketika digunakan di jalan.
Dari sisi daya jelajah, pengujian menunjukkan Polytron Fox R mampu menempuh sekitar 101,3 kilometer menggunakan mode D. Hasil tersebut diperoleh dengan pola berkendara yang mempertahankan kecepatan relatif tinggi.
Sementara itu, klaim jarak tempuh dari pabrikan mencapai sekitar 130 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam. Penggunaan mode S diperkirakan membuat jarak tempuh lebih pendek karena karakter berkendaranya lebih mengutamakan performa.
Biaya Operasional dan Sistem Sewa Baterai
Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih Polytron Fox R adalah skema penggunaan baterainya. Motor listrik ini menggunakan baterai tanam berkapasitas 3,7 kWh yang tidak bisa dilepas untuk ditukar dengan baterai lain.
Baca Juga: Bakmi Teman Jalan di Blitar Punya Konsep Home Made, Bakmi Carshiu Jadi Menu Favorit
Baterai menggunakan sistem berlangganan atau sewa dengan biaya sekitar Rp200.000 per bulan. Selama berlangganan, baterai mendapatkan perlindungan garansi sesuai ketentuan layanan yang berlaku.
Skema tersebut membuat calon pengguna perlu menghitung biaya kepemilikan secara menyeluruh. Harga pembelian motor memang relatif terjangkau, tetapi terdapat pengeluaran rutin untuk berlangganan baterai.
Dalam pengujian, konsumsi listrik diperkirakan sekitar Rp5.600 untuk perjalanan sejauh 100 kilometer. Jika menggunakan acuan klaim jarak tempuh pabrikan, biaya listriknya diperkirakan sekitar Rp4.100 per 100 kilometer.
Biaya tersebut belum termasuk langganan baterai. Karena itu, motor listrik ini berpotensi lebih sesuai untuk pengguna yang rutin bepergian setiap hari dibandingkan pemilik kendaraan yang hanya sesekali menggunakannya.
Pengisian daya dari kondisi baterai kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar lima jam menggunakan pengisi daya berdaya sekitar 840 watt.
Kenyamanan Berkendara dan Catatan Suspensi
Dari segi ergonomi, jok Polytron Fox R memiliki busa yang cukup empuk. Posisi setang juga dinilai nyaman, sedangkan pengendara dengan tinggi badan sekitar 173 sentimeter dapat menapak ke tanah dengan cukup baik.
Namun, jarak antara jok dan dek pijakan kaki terasa relatif dekat. Posisi tersebut membuat lutut dan kaki cenderung menekuk sehingga berpotensi menimbulkan rasa pegal pada betis, paha, atau pinggang ketika digunakan dalam perjalanan panjang.
Karakter suspensi depan juga menjadi salah satu catatan. Langkah suspensi yang pendek membuatnya terasa keras ketika melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang tidak rata. Suspensi belakang dinilai sedikit lebih baik dalam meredam guncangan.
Sementara itu, pengendalian motor terasa cukup stabil ketika menikung. Ukuran ban depan dan karakter roda membuat motor terasa mantap di jalan, meskipun sensasi pengendaliannya tidak seringan skuter matik pada umumnya.
Fitur Sederhana dengan Ruang Penyimpanan Terbatas
Polytron Fox R menggunakan panel instrumen digital yang menampilkan informasi seperti kapasitas baterai, odometer, trip meter, dan mode berkendara. Tersedia pula indikator standar samping serta beberapa lampu peringatan.
Fitur lainnya mencakup lampu depan LED, tombol mundur, hazard, serta soket USB untuk mengisi daya perangkat. Namun, pengaturan panel instrumen masih sederhana dan trip meter akan kembali ke angka awal ketika motor dimatikan.
Kompartemen penyimpanan di bawah jok cukup untuk menampung barang kecil, jas hujan, atau pengisi daya. Akan tetapi, ruangnya relatif dangkal dan tidak cukup untuk menyimpan helm.
Sistem pengereman sudah menggunakan cakram di roda depan dan belakang. Meski begitu, pada unit yang diuji, rem depan terasa membutuhkan tarikan tuas cukup dalam, sedangkan rem belakang dinilai lebih efektif.
Secara keseluruhan, Polytron Fox R menawarkan kombinasi harga, performa, dan biaya listrik yang menarik untuk penggunaan rutin. Namun, calon pengguna tetap perlu mempertimbangkan biaya sewa baterai, posisi duduk, karakter suspensi depan, serta fitur yang masih sederhana sebelum menentukan pilihan.
Editor : Maylanni Diana Fitri