JAKARTA - Polytron Fox R diuji menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Jogja dengan jarak total sekitar 570 kilometer. Perjalanan selama dua hari itu menjadi pengalaman pertama pengendara menggunakan motor listrik tersebut untuk touring jarak jauh, sekaligus menguji konsumsi baterai, kemampuan melewati tanjakan, hingga biaya pengisian daya di sepanjang perjalanan.
Polytron Fox R Tempuh 570 Kilometer
Perjalanan dimulai selepas subuh dari Jakarta. Pengendara memilih kecepatan relatif santai dengan cruising sekitar 60 kilometer per jam dan top speed 80 kilometer per jam. Pada perjalanan awal, motor masih digunakan dalam mode Sport sehingga konsumsi baterai dirasakan lebih boros.
Baca Juga: Hari Baik Membeli Kendaraan Menurut Primbon Jawa, 3 Weton Ini Disebut Bawa Keberuntungan
Setelah menempuh sekitar 90 kilometer, baterai tersisa sekitar 12 persen. Pengisian pertama dilakukan di PLN ULP Cikampek menggunakan fast charging. Dari pengalaman tersebut, pengendara kemudian mengubah strategi dengan lebih sering memakai mode Drive atau Eco untuk menghemat baterai.
Strategi itu memberikan hasil berbeda. Pada perjalanan berikutnya, Polytron Fox R mampu mencapai sekitar 112 kilometer dari kondisi baterai penuh hingga tersisa 4 persen. Pengisian dilakukan kembali di wilayah Indramayu sebelum perjalanan diteruskan menuju Tegal.
Di Tegal, perjalanan dihentikan untuk beristirahat. Pengendara memilih tidak memaksakan diri langsung menuju Jogja agar touring tetap berlangsung santai. Hari berikutnya, rute dilanjutkan melalui Slawi, Purbalingga, Kebumen, Wates, hingga Jogja.
Diuji di Tanjakan dan Hujan
Rute hari kedua menghadirkan tantangan berbeda. Polytron Fox R harus melewati jalan naik turun dan kawasan pegunungan. Mode Sport digunakan ketika membutuhkan tenaga lebih besar, terutama saat mendahului kendaraan atau menghadapi tanjakan tertentu.
Baca Juga: Hari Baik Membeli Kendaraan Menurut Primbon Jawa, 3 Weton Ini Disebut Bawa Keberuntungan
Meski demikian, sebagian besar tanjakan disebut masih dapat dilalui menggunakan mode Drive. Motor juga tetap digunakan ketika perjalanan diguyur hujan deras. Pengendara kemudian melakukan pengisian di Kebumen.
Dari Kebumen menuju Jogja, pengendara mencoba tantangan lain dengan tidak kembali mengisi baterai di Wates. Jarak sekitar 110 kilometer ditempuh hingga memasuki wilayah Jogja. Menjelang Tugu Jogja, baterai sempat turun hingga sekitar 5 persen dan indikator estimasi jarak tersisa sekitar 25 kilometer.
Situasi tersebut membuat perjalanan semakin menegangkan. Namun, Polytron Fox R akhirnya berhasil mencapai Tugu Jogja dengan total perjalanan sekitar 570 kilometer.
Biaya Charging Sekitar Rp57 Ribu
Dari seluruh perjalanan, pengendara mencatat biaya pengisian daya di SPKLU sekitar Rp57 ribu. Angka tersebut berasal dari beberapa lokasi pengisian, termasuk Cikampek, Indramayu, Brebes, Slawi, Purbalingga, dan Kebumen.
Pengisian di rumah disebut membutuhkan biaya sekitar Rp5.000 untuk mengisi baterai dari kosong hingga penuh. Sementara itu, pengisian motor di PLN Kebumen bahkan disebut gratis ketika menggunakan charger motor.
Setelah perjalanan panjang tersebut, kondisi Polytron Fox R dinilai masih solid. Tidak ditemukan bodi bergetar, komponen terlepas, maupun indikator masalah seperti overheating selama perjalanan. Motor juga telah melewati kondisi jalan datar, macet, tanjakan, hujan, dan turunan.
Meski demikian, terdapat beberapa catatan. Suspensi bawaan dinilai masih dapat ditingkatkan untuk menghadapi jalan kabupaten, sedangkan ban dianggap cukup licin ketika digunakan di beton basah. Posisi duduk juga dinilai nyaman, meski masih bisa disesuaikan dengan postur pengendara.
Fitur sewa baterai menjadi salah satu hal yang turut disoroti. Polytron menyediakan skema sewa dengan biaya Rp200 ribu per bulan sehingga pengguna tidak perlu langsung membeli baterai pengganti ketika performanya menurun.
Dari pengalaman tersebut, Polytron Fox R dinilai lebih cocok untuk kebutuhan harian seperti bekerja, sekolah, berbelanja, atau mengantar anak dalam perjalanan dalam kota. Biaya operasional yang rendah serta minimnya komponen rutin seperti oli menjadi pertimbangan yang disebut menarik bagi pengguna motor listrik.
Editor : Maylanni Diana Fitri