KARAWANG - Motor listrik kembali diajak menempuh perjalanan antarkota bersama rombongan. Setelah meninggalkan tempat menginap, perjalanan diarahkan menuju PLN Karawang sebelum berlanjut ke rute Pleret dan Bantul. Perjalanan tersebut tidak berlangsung mulus karena pengendara harus menghadapi navigasi yang membingungkan, jalan sempit, lubang besar, serta kondisi hujan yang membuat permukaan jalan sulit dipantau.
Sebelum meninggalkan penginapan, pengendara terlebih dahulu memastikan kondisi kendaraan. Baterai yang sebelumnya berada di angka 64 persen kemudian diisi hingga 100 persen. Setelah semuanya siap, rombongan melakukan check out dan langsung melanjutkan perjalanan.
Tujuan awal adalah PLN Karawang yang menjadi titik berkumpul rombongan. Perjalanan tersebut juga menjadi kelanjutan dari rute touring sebelumnya.
Berangkat Menuju PLN Karawang
Rombongan tidak berangkat dengan formasi lengkap. Salah satu anggota bernama Asad harus mengambil jalur berbeda karena memiliki agenda lain. Ia direncanakan menyusul setelah urusannya selesai.
Baca Juga: TPP ASN Dipotong 15 Persen, Pemkot Blitar Alokasikan Rp 4 Miliar untuk Penuhi Kebutuhan UHC
Sementara itu, pengendara lain diarahkan menuju PLN Karawang. Jalur yang dilewati kembali bersinggungan dengan kawasan Pantura.
Setelah memasuki wilayah perkotaan Karawang, perjalanan mulai menghadirkan persoalan lain. Pengendara harus mengikuti sejumlah petunjuk arah untuk mencapai titik tujuan.
Beberapa kali rombongan harus melakukan belokan ke jalan yang lebih kecil. Ukuran jalan yang sempit membuat pengendara sempat ragu dengan rute yang ditunjukkan aplikasi navigasi.
Situasi tersebut bahkan digambarkan seperti melewati labirin. Petunjuk Google Maps dianggap belum cukup detail untuk menggambarkan kondisi jalan yang akan dilalui.
Rombongan kemudian mencoba mengikuti jalur lain hingga akhirnya menemukan arah yang tepat. Setelah perjalanan berliku tersebut, mereka berhasil tiba di PLN Karawang.
Rute Selanjutnya Mengarah ke Pleret
Setelah berkumpul di PLN Karawang, perjalanan kembali dilanjutkan. Rute berikutnya mengarah ke Pleret dan kemudian Bantul.
Karakter jalan yang dilewati mulai berubah. Pengendara menemukan ruas dengan kondisi permukaan yang tidak terlalu baik. Beberapa lubang berukuran besar terlihat di jalur yang dilewati.
Baca Juga: KUR BNI 2026 Bunga 6 Persen, Ini Syarat dan Cara Pengajuannya
Kondisi jalan tersebut menjadi perhatian karena touring dilakukan menggunakan motor listrik dalam perjalanan jarak jauh. Pengendara harus mengurangi risiko dengan memperhatikan permukaan jalan dan kondisi di depan.
Selain jalan rusak, cuaca juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan. Saat hujan turun, lubang yang sebelumnya terlihat dapat tertutup genangan air.
Pengendara menyebut penerangan kendaraan menjadi sangat penting ketika melewati jalur seperti itu. Lampu yang terang membantu melihat kondisi jalan sehingga pengendara memiliki waktu untuk menghindari lubang.
Tetap Melaju di Tengah Kendala
Meski menghadapi berbagai kondisi tersebut, rombongan tidak menghentikan perjalanan. Mereka tetap bergerak bersama dari satu kota menuju kota berikutnya.
Kebersamaan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sepanjang rute, suasana rombongan tetap diwarnai percakapan dan candaan meskipun kondisi jalan tidak selalu bersahabat.
Pengalaman ini juga menunjukkan tantangan touring menggunakan motor listrik tidak hanya soal kapasitas baterai. Pengendara harus memperhitungkan lokasi pengisian, rute, kondisi jalan, cuaca, hingga penerangan ketika perjalanan dilakukan pada malam hari.
Jalur Pantura yang sebelumnya menjadi bagian perjalanan kembali memberikan pengalaman berbeda ketika rombongan mulai memasuki ruas-ruas jalan yang lebih kecil.
Perjalanan menuju Pleret dan Bantul pun menjadi bagian dari cerita touring tersebut. Jalan yang rusak, lubang yang tertutup air, hingga navigasi yang sempat membingungkan harus dilewati bersama.
Bagi rombongan, berbagai kendala tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri. Setiap perpindahan kota memberikan cerita baru, termasuk ketika harus mencari jalan yang tepat dan melewati ruas yang kondisinya tidak ideal.
Dengan baterai yang telah diisi penuh sebelum keberangkatan, rombongan terus melanjutkan perjalanan menggunakan motor listrik. Tujuan berikutnya adalah menyelesaikan rute menuju wilayah Bantul sembari tetap menjaga kewaspadaan di sepanjang jalan.
Touring tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan jarak jauh dengan motor listrik membutuhkan persiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang muncul di lapangan.
Editor : Maylanni Diana Fitri