JAKARTA - Pengguna Polytron Fox kini memiliki pilihan charger berarus besar untuk mempercepat pengisian baterai. Dua perangkat yang diuji menawarkan arus 20 ampere adjustable dan 30 ampere non-adjustable. Keduanya ditujukan untuk kebutuhan berbeda, mulai dari pemakaian harian di rumah hingga touring dan ojek online.
Charger 20 ampere menjadi pilihan yang lebih fleksibel karena arusnya dapat disesuaikan dari 1 hingga 20 ampere. Sementara charger 30 ampere langsung bekerja pada kapasitas 30 ampere sehingga membutuhkan sumber listrik yang lebih besar.
Perbedaan tersebut menjadi penting bagi pengguna motor listrik yang tidak hanya mempertimbangkan kecepatan pengisian, tetapi juga kondisi kelistrikan di rumah atau lokasi pengisian.
Charger 20 Ampere Bisa Disesuaikan dengan Daya Rumah
Pada charger 20 ampere, tersedia pengaturan arus yang memungkinkan pengguna menyesuaikan kebutuhan pengisian. Fitur ini berguna ketika motor dicas di rumah dengan daya listrik terbatas.
Baca Juga: KUR BNI 2026 Tanpa Jaminan? Ini Syarat, Bunga, dan Cara Pengajuannya
Dalam video, pengguna dengan daya sekitar 1.300 VA dicontohkan dapat menurunkan ampere agar beban pengisian tidak terlalu besar. Pengaturan tersebut juga dapat mempertimbangkan penggunaan perangkat lain seperti kulkas atau setrika secara bersamaan.
Sebaliknya, charger 30 ampere tidak mempunyai fitur adjustable. Ketika digunakan, perangkat langsung bekerja pada kapasitas 30 ampere. Karena kebutuhan dayanya lebih besar, charger ini lebih sesuai digunakan pada lokasi dengan pasokan listrik yang memadai.
Perangkat 20 ampere juga memiliki kipas pendingin untuk membantu menjaga temperatur charger selama proses pengisian.
Terbukti Isi 43 Persen Baterai dalam 32 Menit
Kecepatan charger 20 ampere kemudian diuji langsung pada Polytron Fox S. Kondisi awal baterai berada di angka 57 persen dan arus pengisian diatur pada posisi maksimal 20 ampere.
Baca Juga: Hari Baik Membeli Kendaraan Menurut Adat Jawa, Ada Hari yang Sebaiknya Dihindari
Hasilnya, baterai mencapai 100 persen setelah 32 menit 18 detik. Dengan demikian, sekitar 43 persen kapasitas baterai berhasil diisi dalam waktu tersebut.
Dalam perkiraan yang disampaikan pada video, Polytron Fox S dapat membutuhkan sekitar 1 jam 20 menit untuk pengisian dari 0 hingga penuh menggunakan charger 20 ampere. Sementara Polytron Fox R dan Fox 500 disebut membutuhkan sekitar dua jam.
Durasi sebenarnya dapat berbeda tergantung kondisi baterai dan proses pengisian.
Charger 30 Ampere Lebih Cocok untuk Kebutuhan Berdaya Besar
Jika prioritas utamanya adalah mempercepat pengisian, charger 30 ampere menawarkan arus lebih tinggi. Berdasarkan informasi dalam video, Polytron Fox S disebut dapat diisi dari 0 hingga 100 persen sekitar 40 menit.
Untuk Polytron Fox R dan Fox 500, estimasi pengisian dari kondisi kosong berada di kisaran 1 jam 20 menit.
Charger 30 ampere juga memiliki ukuran lebih besar dan dilengkapi dua kipas. Bentuk tersebut berkaitan dengan kebutuhan pendinginan karena perangkat bekerja dengan arus yang lebih tinggi.
Pengguna yang sering touring atau bekerja sebagai ojek online disebut dapat mempertimbangkan charger 30 ampere, terutama jika pengisian dilakukan di SPLU atau lokasi dengan daya listrik besar.
Harga Terpaut Rp700 Ribu
Dari sisi harga, charger 20 ampere adjustable ditawarkan sekitar Rp1,8 juta. Sementara charger 30 ampere dibanderol sekitar Rp2,5 juta. Keduanya disebut memiliki garansi satu tahun dan kompatibel dengan Polytron Fox S, Fox R, serta Fox 500.
Dengan perbedaan tersebut, pilihan charger kembali pada kebutuhan penggunaan. Charger 20 ampere menawarkan fleksibilitas pengaturan daya dan lebih praktis untuk pemakaian di rumah. Adapun charger 30 ampere mengutamakan arus lebih besar untuk mempercepat proses pengisian.
Bagi pengguna Polytron Fox, hasil pengujian 20 ampere yang mampu mengisi baterai dari 57 persen hingga penuh dalam sekitar 32 menit memberikan gambaran bahwa charger berarus besar dapat memangkas waktu menunggu dibandingkan charger standar.
Editor : Maylanni Diana Fitri