Alva Entry Next Gen Dipakai Seminggu, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Dirasakan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:10 WIB
Alva Entry Next Gen punya aplikasi canggih dan sewa baterai fleksibel. Simak kelebihan serta kekurangannya setelah dipakai seminggu.(gemini AI)
Alva Entry Next Gen punya aplikasi canggih dan sewa baterai fleksibel. Simak kelebihan serta kekurangannya setelah dipakai seminggu.(gemini AI)

JAKARTA - Alva Entry Next Gen menawarkan teknologi motor listrik modern dengan aplikasi pintar, sistem keyless praktis, dan skema sewa baterai yang dapat disesuaikan dengan jarak pemakaian. Namun, setelah digunakan selama sepekan untuk perjalanan harian menuju kantor dengan jarak pulang-pergi sekitar 80 kilometer, motor listrik ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Mulai dari suspensi yang kurang nyaman, bagasi terbatas, hingga daya tahan baterai yang belum mencukupi perjalanan pulang-pergi tanpa pengisian ulang, Alva Entry Next Gen tetap memiliki keunggulan yang membuatnya menarik untuk dipertimbangkan.

Suspensi dan Jok Menjadi Keluhan Utama

Dalam ulasan Randy Wali Nugraha, salah satu kekurangan Alva Entry Next Gen yang paling terasa adalah karakter suspensi depan dan belakang. Keduanya dinilai keras sehingga kurang nyaman ketika digunakan di jalanan yang tidak rata.

Baca Juga: Chimory Dairy Land Prigen Punya Spot Jepang hingga Wahana Pemacu Adrenalin

Pengalaman tersebut dirasakan setelah penguji mencoba beberapa unit motor listrik Alva Entry. Menurutnya, suspensi belakang juga belum memberikan kenyamanan optimal untuk postur tubuhnya yang memiliki tinggi 171 sentimeter dan bobot sekitar 130 kilogram.

Jok turut menjadi perhatian. Bagian belakang jok memiliki tonjolan menyerupai penyangga pinggang atau lumbar support. Namun, bentuk tersebut justru membuat posisi duduk kurang nyaman bagi penguji. Setelah berkendara, ia merasakan pegal yang biasanya tidak muncul saat menggunakan motor lain dengan jok lebih rata.

Kekurangan berikutnya terdapat pada dek kaki yang dinilai kurang luas untuk ukuran kaki 46. Ruang tersebut masih dapat digunakan untuk meletakkan tas laptop, tetapi terasa terbatas ketika membawa barang berukuran besar atau cucian dengan bobot sekitar 9–10 kilogram.

Bagasi Terbatas dan Kecepatan Maksimal

Kapasitas bagasi di bawah jok juga dianggap kurang mendukung kebutuhan pengendara yang membawa banyak perlengkapan. Ruangnya relatif sempit, terlebih ketika harus menyimpan pengisi daya dan perlengkapan lain.

Akibatnya, penguji kesulitan memasukkan sepatu maupun laptop ke dalam bagasi. Kondisi ini menjadi catatan bagi pengguna yang terbiasa membawa perlengkapan kerja setiap hari.

Dari sisi performa, Alva Entry Next Gen memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport. Berdasarkan pengujian tanpa beban yang dipaparkan dalam video, kecepatan maksimal masing-masing mode mencapai sekitar 65 km/jam, 82 km/jam, dan 93 km/jam.

Namun, saat digunakan di jalan, kecepatan tertinggi yang dicapai penguji sekitar 89 km/jam ketika melaju di jalan yang sedikit menurun. Ia menilai performanya masih kalah dibandingkan Polytron Fox 350, terutama dari segi tarikan dan kecepatan puncak.

Mode Eco juga dianggap terlalu lambat untuk digunakan di jalan raya. Mode ini lebih sesuai untuk gang sempit atau kondisi yang membutuhkan kecepatan rendah.

Fitur lain yang belum tersedia adalah jam pada panel instrumen dan cruise control. Panel tersebut juga tidak memiliki trip meter sehingga pengendara harus mengandalkan perhitungan manual atau aplikasi untuk mengetahui jarak perjalanan.

Pengereman dan Baterai Masih Perlu Diperhatikan

Penguji turut menyoroti sistem pengereman CBS yang dinilai terasa kasar ketika bekerja. Selain itu, getaran dari area motor listrik atau dinamo terkadang muncul saat kendaraan dipacu pada kecepatan tinggi maupun ketika melewati kondisi jalan tertentu. Penyebab getaran tersebut belum dapat dipastikan.

Untuk kebutuhan perjalanan harian, kapasitas baterai juga menjadi pertimbangan penting. Penguji menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 80 kilometer, tetapi baterai tersisa sekitar 48–49 persen setelah perjalanan menuju kantor. Dengan kondisi tersebut, ia menilai pengisian ulang di kantor tetap diperlukan agar perjalanan pulang dapat dilakukan dengan nyaman.

Aplikasi My Alva Menjadi Keunggulan Utama

Di balik sejumlah kekurangan tersebut, aplikasi My Alva menjadi salah satu fitur yang paling diapresiasi. Aplikasi ini dapat mencatat perjalanan, menghitung jarak tempuh, memperkirakan penghematan, serta menampilkan status pengisian baterai dan perkiraan waktu hingga penuh.

Pengguna juga bisa mengatur daya pengisian. Pengisi daya yang memiliki keluaran standar 840 watt dapat disesuaikan hingga sekitar 280 watt melalui aplikasi, sehingga lebih fleksibel untuk rumah dengan kapasitas listrik terbatas. Konsekuensinya, pengisian menggunakan daya lebih rendah membutuhkan waktu lebih lama.

Fitur pemesanan servis dan pencatatan perjalanan turut membantu pengguna memantau pemakaian tanpa harus bergantung pada trip meter di panel instrumen.

Sistem Keyless dan Sewa Baterai Lebih Fleksibel

Keunggulan lainnya adalah sistem keyless yang memudahkan pengoperasian kendaraan. Pengguna dapat mengakses sejumlah fungsi, termasuk membuka jok dan mengaktifkan kunci setang, selama remote berada dalam jangkauan.

Alva Entry Next Gen juga menggunakan baterai LFP berkapasitas sekitar 3,3 kWh. Dalam skema sewa, pengguna membayar biaya dasar Rp15.000 per bulan untuk pemakaian hingga 700 kilometer. Pemakaian 701–1.800 kilometer dikenai tambahan Rp75.000, sedangkan penggunaan di atas 1.800 kilometer dikenai tambahan Rp225.000.

Dengan skema tersebut, total biaya langganan berdasarkan rincian dalam video menjadi Rp90.000 untuk kategori pemakaian menengah dan Rp240.000 untuk kategori pemakaian tertinggi, belum termasuk listrik. Biaya aktual tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan paket yang berlaku.

Secara keseluruhan, Alva Entry Next Gen cocok dipertimbangkan oleh pengguna yang mengutamakan aplikasi pintar, sistem keyless, dan fleksibilitas biaya baterai. Namun, kenyamanan suspensi, kapasitas penyimpanan, serta kebutuhan pengisian ulang perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Editor : Maylanni Diana Fitri
polytron fox 350 motor listrik Alva sewa baterai My Alva Alva Entry Next Gen