Alva Entry Next Gen Dipakai 7 Hari, Aplikasi Canggih tapi Ada Kekurangan yang Bikin Kesal

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:15 WIB
Alva Entry Next Gen punya aplikasi pintar dan sewa baterai fleksibel, tetapi suspensi keras dan bagasi sempit jadi sorotan.(gemini AI)
Alva Entry Next Gen punya aplikasi pintar dan sewa baterai fleksibel, tetapi suspensi keras dan bagasi sempit jadi sorotan.(gemini AI)

JAKARTA - Alva Entry Next Gen menjadi salah satu motor listrik yang menawarkan kombinasi teknologi modern dan biaya penggunaan fleksibel melalui skema sewa baterai. Setelah dipakai selama sepekan untuk menunjang perjalanan ke kantor sejauh sekitar 80 kilometer pulang-pergi, motor listrik ini mendapat sejumlah catatan, terutama pada suspensi, kapasitas bagasi, dan jarak tempuh. Di sisi lain, aplikasi My Alva, sistem keyless, serta pengaturan daya pengisian menjadi keunggulan yang membuatnya menarik untuk penggunaan sehari-hari.

Suspensi Keras Membuat Perjalanan Kurang Nyaman

Salah satu keluhan utama terhadap Alva Entry Next Gen adalah kenyamanan suspensi. Dalam ulasan yang dibagikan Randy Wali Nugraha, suspensi depan dan belakang sama-sama terasa keras ketika melewati jalan yang tidak rata.

Pengalaman tersebut dirasakan setelah penguji mencoba beberapa unit Alva Entry. Karakter suspensi dinilai belum mampu memberikan kenyamanan maksimal, terutama ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan yang cukup jauh.

Kondisi ini juga dipengaruhi postur pengendara. Dengan tinggi badan 171 sentimeter dan bobot sekitar 130 kilogram, penguji merasa suspensi belakang masih kurang nyaman untuk menopang tubuhnya.

Jok turut menjadi sumber keluhan. Bagian belakang jok memiliki tonjolan menyerupai penyangga pinggang atau lumbar support. Namun, bentuk tersebut justru mengganggu posisi duduk penguji karena terasa kurang sesuai dengan postur tubuhnya. Setelah berkendara, rasa pegal muncul meski biasanya tidak dialami ketika menggunakan motor dengan jok yang lebih rata.

Dek Kaki dan Bagasi Kurang Mendukung Barang Besar

Kekurangan berikutnya terletak pada dek kaki yang terasa sempit bagi pengendara dengan ukuran kaki 46. Ruang yang tersedia masih cukup untuk membawa tas berisi laptop, tetapi kurang leluasa ketika digunakan untuk mengangkut barang berukuran besar.

Baca Juga: Heha Skyview Gunung Kidul, Tiket Rp35 Ribu Bisa Nikmati Spot Foto hingga Wahana

Penguji mencontohkan kesulitan ketika membawa cucian dengan bobot sekitar 9–10 kilogram. Barang tersebut harus dipaksakan agar dapat ditempatkan dengan baik. Kondisi ini berbeda dengan motor listrik lain yang memiliki dek lebih lebar.

Kapasitas bagasi di bawah jok juga dinilai terbatas. Pengisi daya dan sejumlah perlengkapan menghabiskan sebagian ruang penyimpanan, sehingga sepatu maupun laptop sulit dimasukkan bersamaan.

Bagi pengguna yang setiap hari membawa perlengkapan kerja, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan. Meski masih dapat digunakan untuk kebutuhan dasar, ruang penyimpanan Alva Entry Next Gen belum tentu sesuai untuk pengendara yang membutuhkan bagasi besar.

Kecepatan Maksimal Kalah dari Pesaing

Alva Entry Next Gen memiliki tiga pilihan mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport. Dalam pengujian tanpa beban, kecepatan maksimal pada masing-masing mode mencapai sekitar 65 km/jam, 82 km/jam, dan 93 km/jam.

Namun, ketika digunakan di jalan, penguji mencatat kecepatan sekitar 89 km/jam saat melewati jalan yang sedikit menurun. Menurutnya, performa tersebut masih kalah dibandingkan Polytron Fox 350 yang dinilai memiliki tarikan lebih ringan dan karakter akselerasi lebih lincah.

Mode Eco juga dianggap terlalu lambat untuk perjalanan di jalan raya. Mode tersebut lebih cocok digunakan di gang sempit atau ketika pengendara membutuhkan kecepatan rendah. Sementara itu, mode Urban dan Sport dinilai lebih relevan untuk menghadapi lalu lintas harian.

Kekurangan lain terdapat pada panel instrumen yang belum dilengkapi jam dan trip meter. Pengendara harus menghitung sendiri jarak perjalanan berdasarkan angka odometer atau memeriksa catatan perjalanan melalui aplikasi.

Penggunaan Baterai Belum Cukup untuk Pulang-Pergi

Dalam pengujian selama sepekan, perjalanan menuju kantor dengan jarak pulang-pergi sekitar 80 kilometer belum dapat diselesaikan tanpa pengisian ulang. Setelah menempuh perjalanan menuju kantor, indikator baterai masih menunjukkan sekitar 48–49 persen.

Karena itu, penguji memilih melakukan pengisian daya di kantor sebelum kembali ke rumah. Kebutuhan ini perlu diperhitungkan calon pengguna yang memiliki jarak perjalanan serupa dan tidak selalu memiliki akses pengisian daya di tempat kerja.

Selain itu, sistem pengereman CBS dinilai terasa kasar ketika bekerja. Getaran dari area motor listrik atau dinamo juga terkadang muncul saat kendaraan dipacu kencang maupun ketika menghadapi kondisi jalan tertentu. Penyebab getaran tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan pengujian yang disampaikan.

Aplikasi My Alva Jadi Nilai Jual Terbesar

Di balik kekurangannya, aplikasi My Alva menjadi fitur yang paling diapresiasi. Aplikasi ini dapat merekam perjalanan, menghitung jarak tempuh, menampilkan perkiraan penghematan, serta memberikan informasi status baterai dan estimasi waktu pengisian hingga penuh.

Pengguna juga dapat mengatur keluaran daya pengisi daya dari standar 840 watt hingga sekitar 280 watt melalui aplikasi. Pengaturan tersebut berguna bagi rumah dengan kapasitas listrik terbatas, meskipun penggunaan daya yang lebih kecil membuat pengisian berlangsung lebih lama.

Selain itu, aplikasi menyediakan fitur pemesanan servis dan pencatatan perjalanan secara otomatis. Kehadiran fitur ini membantu pengguna mengetahui jarak yang telah ditempuh tanpa harus bergantung pada trip meter di panel instrumen.

Sewa Baterai Membuat Biaya Lebih Fleksibel

Alva Entry Next Gen menggunakan baterai LFP berkapasitas sekitar 3,3 kWh. Melalui skema sewa, pengguna membayar biaya dasar Rp15.000 per bulan untuk pemakaian hingga 700 kilometer.

Pemakaian 701–1.800 kilometer dikenai tambahan Rp75.000, sedangkan penggunaan di atas 1.800 kilometer dikenai tambahan Rp225.000. Berdasarkan rincian dalam video, total biaya langganan menjadi Rp90.000 untuk kategori menengah dan Rp240.000 untuk kategori tertinggi, belum termasuk biaya listrik.

Sistem keyless juga menjadi keunggulan karena pengguna dapat mengoperasikan sejumlah fungsi kendaraan tanpa harus memegang remote secara langsung, selama perangkat berada dalam jangkauan.

Secara keseluruhan, Alva Entry Next Gen menawarkan teknologi yang membantu aktivitas harian, terutama melalui aplikasi dan pengaturan pengisian daya. Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan kenyamanan suspensi, kapasitas penyimpanan, performa, serta kebutuhan pengisian ulang sesuai jarak perjalanan masing-masing.

Editor : Maylanni Diana Fitri
polytron fox 350 motor listrik Alva sewa baterai Alva Entry Next Gen aplikasi My Alva