JAKARTA - Alva Entry Next Gen menjadi salah satu pilihan motor listrik yang bisa dipertimbangkan untuk menunjang mobilitas harian. Namun, pengalaman pemakaian selama sepekan untuk perjalanan pulang-pergi kantor sejauh sekitar 80 kilometer menunjukkan bahwa motor listrik ini memiliki kelebihan sekaligus sejumlah kekurangan. Aplikasi yang kaya fitur menjadi nilai tambah, sedangkan kenyamanan berkendara dan daya jelajah baterai masih perlu diperhatikan.
Pengalaman tersebut dibagikan Randy Wali Nugraha setelah menggunakan Alva Entry Next Gen untuk menunjang aktivitas hariannya. Pengujian dilakukan dengan melewati beragam kondisi jalan, termasuk perjalanan menuju kantor, jalan menanjak, hingga jalur yang memungkinkan motor dipacu pada kecepatan tinggi.
Hasilnya, Alva Entry Next Gen dinilai menawarkan teknologi yang praktis. Meski demikian, motor ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh tanpa pengisian ulang baterai di tengah aktivitas.
Suspensi dan Jok Menjadi Catatan Utama
Salah satu hal yang paling dirasakan Randy selama pengujian adalah kenyamanan berkendara. Suspensi depan dan belakang dinilai cukup keras ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut membuat perjalanan terasa kurang nyaman, terutama ketika motor digunakan dalam waktu lama.
Baca Juga: Heha Skyview Gunung Kidul, Tiket Rp35 Ribu Bisa Nikmati Spot Foto hingga Wahana
Bentuk jok juga menjadi perhatian. Bagian dudukan memiliki tonjolan menyerupai penopang pinggang yang menurut Randy kurang sesuai dengan postur tubuhnya. Akibatnya, posisi duduk terasa kurang nyaman dan menimbulkan rasa pegal.
Randy menyebut tinggi badannya sekitar 171 sentimeter dengan bobot 130 kilogram. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kenyamanan jok dan karakter suspensi dapat menjadi pertimbangan penting sebelum calon pembeli memutuskan menggunakan Alva Entry Next Gen untuk perjalanan rutin.
Selain itu, ruang pijakan kaki atau dek dinilai terlalu sempit untuk ukuran sepatu 46. Ruang yang terbatas juga membuat pengguna harus mengatur barang bawaan dengan lebih cermat.
Ruang Penyimpanan Kurang Mendukung Barang Bawaan
Untuk kebutuhan komuter, kapasitas penyimpanan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Randy menilai dek Alva Entry Next Gen tidak terlalu leluasa untuk membawa barang seperti pakaian atau cucian dengan bobot sekitar 9–10 kilogram.
Tas laptop masih bisa dibawa, tetapi ruang penyimpanan di bawah jok tergolong terbatas. Ketika digunakan untuk menyimpan perlengkapan berkendara dan pengisi daya, ruang yang tersisa semakin sedikit.
Kondisi ini membuat pengguna perlu mempertimbangkan jenis serta jumlah barang yang dibawa setiap hari. Bagi pekerja yang terbiasa membawa laptop, sepatu ganti, atau perlengkapan tambahan, keterbatasan ruang bisa menjadi kekurangan yang cukup terasa.
Performa Berkendara dan Getaran Motor
Alva Entry Next Gen menyediakan beberapa pilihan mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport. Berdasarkan pengujian tanpa beban yang diceritakan Randy, kecepatan pada mode Eco berada di kisaran 65 kilometer per jam, Urban sekitar 82 kilometer per jam, sedangkan Sport mencapai sekitar 93 kilometer per jam.
Dalam perjalanan nyata, Randy mencatat kecepatan sekitar 89 kilometer per jam ketika melewati jalan menurun. Ia juga membandingkan karakter tarikan motor ini dengan Polytron Fox 350, yang menurut pengalamannya terasa lebih bertenaga dan mampu mencapai kecepatan lebih tinggi.
Mode Eco dianggap kurang sesuai untuk jalan raya karena kecepatannya terbatas. Mode tersebut lebih cocok digunakan ketika melewati gang sempit atau kondisi yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi.
Randy juga merasakan getaran atau gejala bergetar pada area motor ketika melaju kencang. Sensasi serupa terkadang muncul saat melewati tanjakan atau kondisi lalu lintas tertentu. Namun, penyebabnya belum dapat dipastikan hanya dari pengalaman pengujian tersebut.
Catatan lain terdapat pada sistem pengereman CBS yang terasa kasar dan menimbulkan suara. Menurut Randy, bagian ini mungkin memerlukan pemeriksaan atau penyetelan lebih lanjut.
Aplikasi My Alva Jadi Kelebihan
Di balik sejumlah kekurangan tersebut, aplikasi My Alva menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi. Aplikasi ini menyediakan informasi kondisi baterai dan perkiraan waktu yang dibutuhkan hingga pengisian penuh.
Pengguna juga dapat menyesuaikan daya pengisian. Pengaturan ini berguna bagi pemilik rumah dengan kapasitas listrik terbatas karena daya pengisi daya standar yang disebut sekitar 840 watt dapat diturunkan hingga kisaran 280 watt.
Fitur lainnya mencakup pencatatan perjalanan, estimasi penghematan, pemantauan jarak tempuh, serta kemudahan untuk melakukan pemesanan servis. Tersedia pula fitur berbasis aplikasi yang membantu pengguna mengoperasikan motor ketika tidak membawa kunci fisik, sesuai dukungan sistemnya.
Sistem keyless turut memberikan kemudahan. Pengguna tidak perlu terus-menerus memegang remote untuk menjalankan sejumlah fungsi motor, termasuk mengakses jok dan kunci setang.
Baterai Perlu Diperhitungkan untuk Perjalanan Jauh
Alva Entry Next Gen menggunakan baterai berjenis LFP dengan kapasitas yang disebut sekitar 3,3 kWh. Meski demikian, daya jelajahnya perlu diperhitungkan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Dalam pengujian untuk perjalanan kantor dengan jarak pulang-pergi sekitar 80 kilometer, indikator baterai saat tiba di kantor tersisa sekitar 48–49 persen. Dengan kondisi tersebut, Randy perlu mengisi ulang baterai sebelum melakukan perjalanan pulang.
Artinya, pengguna dengan pola perjalanan serupa sebaiknya memastikan tersedia akses pengisian daya di kantor atau lokasi tujuan. Tanpa fasilitas tersebut, perjalanan pulang-pergi dalam satu kali pengisian belum tentu bisa dipenuhi berdasarkan pengalaman pengujian ini.
Secara keseluruhan, Alva Entry Next Gen menawarkan aplikasi yang fungsional, sistem keyless praktis, dan pengaturan pengisian daya yang fleksibel. Namun, calon pengguna perlu mempertimbangkan kenyamanan suspensi, kapasitas penyimpanan, karakter pengereman, serta kebutuhan pengisian baterai. Motor ini bisa menjadi pilihan untuk mobilitas harian, terutama jika rutinitas perjalanan dan fasilitas pengisian daya sesuai dengan kemampuannya.
Editor : Maylanni Diana Fitri