Omo X, Motor Listrik Canggih yang Bisa Berdiri Sendiri, Ini 3 Model yang Disiapkan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:10 WIB
Motor listrik Omo X hadir dengan teknologi otonom dan tiga model futuristik. Simak fitur serta rencana pemasarannya di Indonesia.(gemini AI)
Motor listrik Omo X hadir dengan teknologi otonom dan tiga model futuristik. Simak fitur serta rencana pemasarannya di Indonesia.(gemini AI)

JAKARTA - Motor listrik Omo X menjadi sorotan setelah diperkenalkan di Indonesia dengan sejumlah teknologi yang tidak umum ditemukan pada sepeda motor konvensional. Prototipe kendaraan buatan perusahaan asal China tersebut diklaim mampu bergerak tanpa pengendara, menjaga keseimbangan ketika berhenti, hingga mencari tempat pengisian daya secara mandiri. Menariknya, satu platform Omo X dapat dikonfigurasi menjadi tiga model, yaitu cruiser, sport, dan skuter. Perusahaan menargetkan produksi dan pemasaran di Indonesia mulai 2027, tetapi harga serta spesifikasi teknisnya belum diumumkan secara lengkap.

Kehadiran Omo X memperlihatkan bagaimana pengembangan kendaraan listrik mulai mengarah pada integrasi teknologi otomatis. Kendaraan tidak hanya dituntut memiliki desain modern dan jarak tempuh memadai, tetapi juga menawarkan kemudahan penggunaan melalui sistem elektronik.

Dalam peluncurannya, Omo memperlihatkan prototipe yang dapat bergerak sendiri. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena teknologi serupa selama ini lebih sering dikaitkan dengan pengembangan mobil otonom.

Omo X Bisa Bergerak Tanpa Pengendara

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah kemampuan motor bergerak tanpa dikendarai secara langsung. Omo X juga dilengkapi sistem penyeimbang otomatis atau self-balancing yang diklaim membuat kendaraan tetap tegak ketika berhenti.

Baca Juga: Nikmati Paket Lengkap Hall Hotel Permai Blitar, Bisa untuk 500 Orang dengan Harga Mulai Rp 1,5 Juta

Fitur ini berpotensi membantu pengendara saat menghadapi kondisi tertentu, seperti berhenti di persimpangan atau lampu merah. Pengendara tidak harus selalu menurunkan kaki untuk menopang motor, selama sistem tersebut bekerja sesuai rancangan dan kondisi operasionalnya terpenuhi.

Omo juga memperkenalkan konsep pengisian daya otomatis. Motor diklaim dapat bergerak sendiri menuju lokasi pengisian ketika membutuhkan daya. Jika diterapkan pada versi produksi, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna mengisi baterai kendaraan listrik.

Selain itu, terdapat sistem pengereman adaptif yang disebut mampu merespons halangan di depan. Kamera di bagian belakang juga menjadi bagian dari perangkat yang diperlihatkan pada prototipe.

Namun, kemampuan tersebut masih perlu diuji lebih lanjut. Belum tersedia penjelasan lengkap mengenai sensor yang digunakan, batas pengoperasian, kebutuhan infrastruktur pengisian otomatis, maupun tingkat keselamatan sistem ketika digunakan di jalan umum.

Satu Platform, Tiga Pilihan Desain

Omo X tidak hanya mengandalkan teknologi otonom. Konsep bodinya juga dirancang fleksibel sehingga satu platform dapat ditampilkan dalam tiga konfigurasi berbeda.

1. Cruiser dengan boks yang bisa bergerak

Versi cruiser memiliki boks penyimpanan di bagian belakang serta sisi kanan dan kiri. Salah satu fitur uniknya adalah boks belakang yang dapat bergerak maju-mundur menggunakan mekanisme elektrik.

Pengaturan tersebut memungkinkan posisi boks berubah sesuai kebutuhan. Dalam demonstrasi, bagian ini juga terlihat berpotensi digunakan sebagai sandaran punggung ketika pengendara duduk dengan posisi santai.

Joknya memanjang dan posisi setangnya mendukung gaya berkendara rileks. Bentuk keseluruhannya dibuat besar dengan tampilan futuristik.

2. Sport dengan bentuk lebih agresif

Versi sport tidak menggunakan top box maupun side box seperti cruiser. Hasilnya, bagian belakang terlihat lebih terbuka dan menonjolkan bentuk bodi kendaraan.

Di bagian tengah terdapat ruang penyimpanan yang menyerupai tangki motor bensin. Komponen tersebut bukan tangki bahan bakar, melainkan tempat menyimpan barang, misalnya helm.

Bagian belakangnya dilengkapi kamera dan lampu dengan bentuk yang menyatu dengan desain modern. Konfigurasi ini cocok bagi konsumen yang lebih menyukai tampilan sporty dibandingkan fungsi penyimpanan tambahan.

3. Skuter dengan ruang kaki lebih lega

Model ketiga mengadopsi konsep skuter dengan bagian tengah yang kosong. Desain ini memberikan ruang lebih leluasa untuk posisi kaki dibandingkan versi sport yang memiliki tempat penyimpanan di tengah.

Saat dicoba dalam demonstrasi, posisi duduk Omo X disebut cukup santai. Pengendara dapat menyesuaikan posisi kaki, meskipun dimensi kendaraan yang besar perlu diperhitungkan untuk kenyamanan dan kemudahan manuver.

Layar Digital, Kamera, dan Rem Brembo

Dari sisi desain, Omo X memiliki bodi bersudut, lampu depan modern, serta lampu siang hari atau DRL di bagian samping. Area setang dilengkapi layar digital berukuran besar yang dapat menampilkan peta dan informasi berkendara.

Tombol-tombol pada setang dibuat minimalis. Prototipe yang dipamerkan juga menggunakan komponen rem Brembo, termasuk master rem RCS. Namun, belum ada kepastian apakah komponen tersebut akan dipertahankan pada unit produksi massal.

Bagian depan memakai konstruksi suspensi yang tidak lazim pada motor kebanyakan. Sementara itu, bagian belakang menggunakan desain single-sided swingarm, yakni lengan penyangga roda yang hanya terlihat pada satu sisi.

Indonesia Jadi Target Pasar Pertama

Omo merupakan perusahaan asal China yang mengembangkan teknologi mobilitas dan sistem otonom. Para pendirinya disebut memiliki latar belakang dari Xpeng, perusahaan otomotif yang mengembangkan teknologi berkendara otomatis.

Meski memiliki keterkaitan dengan China, Omo berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi, penjualan, ekspor, dan dukungan servis. Indonesia juga disebut menjadi negara pertama yang akan memasarkan produk tersebut.

Sampai saat ini, kapasitas baterai, daya motor, jarak tempuh, kecepatan maksimum, harga, dan skema penjualan Omo X belum diumumkan secara terperinci. Rencana pemasaran pada 2027 masih perlu ditunggu realisasinya, termasuk kepastian fitur yang benar-benar tersedia pada model produksi.

Editor : Maylanni Diana Fitri
motor listrik futuristik Motor Listrik OMO X motor listrik otonom Omo teknologi self-balancing