Motor Listrik Naxion Seharga Rp130 Juta Punya Segudang Fitur, tetapi Malah Bermasalah

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:20 WIB
Motor listrik Naxion Rp130 jutaan punya kamera, GPS, dan sensor canggih. Namun, pengujian menemukan sejumlah masalah.(gemini AI)
Motor listrik Naxion Rp130 jutaan punya kamera, GPS, dan sensor canggih. Namun, pengujian menemukan sejumlah masalah.(gemini AI)

JAKARTA - Motor listrik Naxion menawarkan teknologi yang terbilang lengkap untuk kendaraan roda dua, mulai dari kamera depan-belakang, navigasi GPS, radar titik buta, hingga sistem penyeimbang elektronik dan sensor otomatis pada jok. Namun, motor yang dibanderol sekitar 8.000 dolar AS atau setara Rp130 jutaan ini justru mendapat sorotan setelah pengujian menemukan sejumlah gangguan. Mulai dari tenaga yang tiba-tiba terputus pada unit awal, sensor yang membuat motor masuk mode lambat saat dikendarai, hingga peringatan gangguan baterai ketika tombol boost digunakan.

Pengalaman tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi produsen kendaraan listrik ketika memasukkan banyak teknologi ke dalam satu produk. Fitur yang terlihat menarik di atas kertas tetap harus diimbangi dengan sistem yang stabil, terutama ketika motor digunakan di jalan raya.

Dalam video pengujian, pembuat konten membandingkan pengalaman berkendara menggunakan Naxion dengan motor bensin berkapasitas 300 cc. Hasilnya, motor listrik tersebut tidak hanya mendapat catatan terkait performa, tetapi juga konsistensi fungsi elektroniknya.

Harga 8.000 Dolar AS, Apa Saja Fitur Naxion?

Naxion dirancang dengan tampilan futuristik dan dilengkapi beragam fitur untuk menunjang kenyamanan. Motor ini memiliki pencahayaan ambient, speaker internal, akses tanpa kunci, serta teknologi NFC.

Baca Juga: Chimory Dairy Land Prigen Punya Spot Jepang hingga Wahana Pemacu Adrenalin

Salah satu komponen uniknya adalah sensor berat pada jok. Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi keberadaan pengendara, kemudian mengaktifkan mode berkendara ketika seseorang duduk di atas motor.

Ketika pengendara turun, motor dapat beralih ke snail mode, yaitu mode berkecepatan rendah untuk membantu memindahkan kendaraan. Naxion juga menyediakan tombol boost yang ditujukan untuk meningkatkan torsi sesuai kebutuhan.

Di sisi keamanan, terdapat ABS, kontrol traksi, alarm, serta sistem penguncian kemudi otomatis ketika motor ditinggalkan. Penguncian ini dirancang agar kendaraan lebih sulit didorong oleh orang yang tidak berwenang.

Kamera Ganda dan GPS Jadi Andalan

Fitur lain yang menonjol adalah dua kamera yang dapat merekam perjalanan secara otomatis. Rekaman bisa diputar kembali melalui galeri pada sistem kendaraan.

Kamera depan juga digunakan untuk mendukung lampu otomatis saat kondisi gelap. Sementara itu, kamera belakang menampilkan gambar langsung ketika motor bergerak mundur.

Layar digital besar di bagian tengah menjadi pusat pengaturan berbagai fungsi. Pengendara dapat melihat tekanan ban, kondisi baterai, perkiraan jarak tempuh, suhu motor dan baterai, data perjalanan, serta informasi dari kedua kamera.

Naxion turut menawarkan konektivitas melalui aplikasi. Pengguna bisa memantau status motor, menyalakan atau mematikannya dari jarak jauh, melacak lokasi melalui GPS, serta mengirim rute navigasi ke layar kendaraan.

Ada pula hotspot Wi-Fi, catatan gangguan sistem, pengisi daya rumahan, penutup roda depan, tas samping yang dapat dikunci, dan radar untuk mendeteksi kendaraan di area titik buta.

Unit Awal Sempat Kehilangan Respons Gas

Masalah mulai terlihat saat penguji menggunakan unit yang disebut sebagai versi pra-produksi. Motor sempat kehilangan tenaga secara tiba-tiba, bahkan ketika pengendara bersiap memasuki jalan raya.

Penguji mencoba menghidupkan ulang kendaraan dan menghubungi pihak terkait. Respons gas sempat kembali normal, tetapi gangguan serupa muncul lagi saat pengujian dilanjutkan.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena kehilangan tenaga ketika berada di jalan ramai dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Penguji pun menilai masalah itu perlu diselesaikan sebelum motor digunakan secara rutin oleh konsumen.

Pemeriksaan melalui menu catatan gangguan tidak menunjukkan adanya kerusakan yang terdeteksi saat itu. Pihak terkait kemudian menduga masalah mungkin berhubungan dengan sensor rem, meskipun penyebab pastinya belum dipastikan dalam video.

Unit Produksi Masih Memiliki Kendala

Setelah pengujian awal, pembuat konten mendapat kesempatan mencoba unit yang disebut sebagai versi produksi. Tujuannya untuk mengetahui apakah persoalan pada motor pra-produksi juga terjadi pada kendaraan yang akan dijual kepada konsumen.

Dalam pengujian berikutnya, motor tidak lagi mengalami pemutusan tenaga seperti unit pertama. Namun, beberapa fungsi masih dinilai tidak konsisten.

Sensor jok beberapa kali membuat kendaraan masuk ke snail mode meskipun pengendara sedang duduk. Akibatnya, motor sulit merespons dengan normal ketika hendak kembali melaju setelah berhenti.

Tombol boost juga terkadang membutuhkan beberapa kali tekanan sebelum berfungsi. Sementara itu, kontrol traksi dilaporkan membatasi tenaga pada kondisi jalan yang relatif kering, sehingga penguji mempertanyakan pengaturan sistem tersebut.

Masalah lain muncul ketika layar menampilkan peringatan BMS fault dengan keterangan over discharge saat boost digunakan. BMS merupakan sistem manajemen baterai yang mengawasi kondisi dan pengoperasian baterai. Namun, video tersebut tidak memastikan penyebab teknis peringatan itu.

Teknologi Canggih Harus Diimbangi Keandalan

Penguji melaporkan kecepatan sekitar 113 kilometer per jam pada percobaan awal. Dalam pengujian unit produksi berikutnya, kecepatan berada di kisaran 67–69 mil per jam, tetapi respons tenaga dan fungsi elektronik masih menjadi keluhan.

Naxion memang menawarkan banyak fitur yang membuatnya berbeda dari motor listrik biasa. Namun, harga sekitar 8.000 dolar AS membuat keandalan menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

Hasil tersebut berasal dari pengujian terhadap unit tertentu dan tidak otomatis mewakili seluruh kendaraan yang diproduksi. Meski demikian, calon pembeli perlu memperhatikan konsistensi performa, jaminan purnajual, dan penanganan gangguan sebelum memutuskan membeli motor listrik dengan teknologi kompleks.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Teknologi Motor Listrik motor listrik Naxion Naxion review motor listrik kendaraan listrik