KLATEN - e motor cycles Indomobil Tirano menarik perhatian lewat kombinasi desain bergaya adventure, fitur digital, dan kemampuan jelajah yang diklaim mencapai 110 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Motor listrik yang diulas Ridwan Hanif ini juga menawarkan tiga mode berkendara serta beragam fitur untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Dalam kunjungannya ke showroom Indomobil E-Motor di Klaten, Ridwan mencoba beberapa model, termasuk Sprinto, Adora, dan Tirano. Ia kemudian memilih Tirano untuk diuji karena tertarik dengan desainnya yang terlihat tangguh dan berbeda dari skuter listrik pada umumnya.
Tirano mengusung gaya dual purpose yang memadukan tampilan skuter dengan sejumlah elemen bergaya petualang. Siluetnya mengingatkan pada Yamaha X-Ride, sementara beberapa bagian desain menghadirkan kesan serupa Honda ADV dalam ukuran yang berbeda.
Baca Juga: Motor Listrik Rp130 Juta Ini Dibekali Kamera dan Radar, tetapi Ada Masalah Saat Diuji
Desain Tangguh dengan Rak Fungsional
Karakter adventure Tirano terlihat dari pelindung bodi berbahan logam, rak belakang, dan rak samping. Komponen tersebut bukan sekadar pemanis tampilan, tetapi juga dapat membantu pengguna membawa barang.
Dalam ulasan tersebut, kapasitas rak belakang disebut mencapai 50 kilogram, sedangkan masing-masing rak samping diklaim mampu menahan beban hingga 30 kilogram. Pelindung logam di bagian bodi juga dapat digunakan sebagai titik pengikat barang.
Tirano tersedia dalam delapan pilihan warna. Empat pilihan menggunakan motif kamuflase bernuansa militer, yakni abu-abu, hijau, khaki, dan putih. Empat warna lainnya mengusung motif garis.
Di bagian depan, motor ini memakai lampu LED ganda dengan daytime running light berbentuk kotak. Pencahayaan dinilai cukup terang saat digunakan malam hari. Terdapat pula lampu pada bagian samping dan logo Indomobil yang dapat menyala.
Panel Layar Sentuh dan Fitur Konektivitas
Salah satu fitur yang menjadi perhatian Ridwan adalah panel instrumen digital berbasis layar sentuh. Sistem ini menampilkan informasi kendaraan, pilihan mode berkendara, menu diagnostik, pengaturan, hingga visualisasi kemiringan motor.
Panel juga mendukung koneksi Wi-Fi untuk pembaruan sistem. Pengguna dapat menghubungkan ponsel melalui fitur konektivitas yang disebut mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. Saat mencoba navigasi, Ridwan menilai Android Auto berjalan dengan lancar.
Tersedia pula pemutar musik melalui speaker. Namun, suara audio menjadi sulit didengar ketika kecepatan melampaui 40 kilometer per jam karena suara angin. Fitur tersebut dinilai lebih bermanfaat untuk memberi peringatan kepada orang di sekitar ketika motor bergerak pelan.
Fitur lain yang tersedia meliputi cruise control, lampu pass, lampu hazard, mode parkir, gigi mundur, serta pengaturan pengereman regeneratif. Kelengkapan ini memberikan sejumlah pilihan bagi pengendara untuk menyesuaikan penggunaan motor dengan kondisi perjalanan.
Performa Berbeda di Setiap Mode
Indomobil Tirano memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Comfort, dan Sport. Pada mode Eco, akselerasi terasa lebih halus dan kecepatan dalam pengujian Ridwan berada di sekitar 43 kilometer per jam.
Mode Comfort menawarkan respons tenaga yang lebih kuat dengan kecepatan sekitar 62–63 kilometer per jam. Sementara itu, mode Sport memberikan akselerasi yang jauh lebih spontan, terutama ketika motor mulai bergerak dari posisi berhenti.
Dalam pengujian, kecepatan yang terlihat pada mode Sport mencapai sekitar 88–90 kilometer per jam. Ridwan merasakan torsi motor listrik cukup kuat, meski peningkatan kecepatan setelah angka tersebut berlangsung lebih lambat.
Karakter akselerasi yang agresif membuat pemilihan mode perlu disesuaikan dengan situasi jalan. Mode yang lebih halus dapat menjadi pilihan ketika berkendara di lingkungan permukiman atau menghadapi lalu lintas padat.
Baca Juga: Motor Listrik Naxion Seharga Rp130 Juta Punya Segudang Fitur, tetapi Malah Bermasalah
Baterai 2,46 kWh dan Fitur Pengereman
Baterai Tirano disebut memiliki spesifikasi 76,8 volt dan 32 Ah, setara kapasitas energi sekitar 2,46 kWh. Waktu pengisian dari kondisi kosong diperkirakan sekitar tiga hingga empat jam. Baterainya berada di bawah jok dan dapat dilepas, tetapi penguncian memerlukan kunci berbentuk L.
Jarak tempuh yang diklaim mencapai 110 kilometer sekali pengisian. Dalam pemakaian harian, seorang staf yang menggunakan motor tersebut dilaporkan memperoleh jarak sekitar 80–90 kilometer. Angka aktual dapat berubah bergantung pada gaya berkendara dan mode yang digunakan.
Untuk pengereman, Tirano memakai rem cakram depan dan belakang dengan sistem hidraulis serta Combined Brake System (CBS). Motor ini tidak dilengkapi ABS, tetapi memiliki hill-start assist dan traction control.
Ruang penyimpanan di bawah jok berkapasitas sekitar 20 liter dan dapat digunakan untuk menyimpan sejumlah barang. Tersedia pula pengisi daya bawaan, kait logam, tempat botol, serta port USB-A dan USB-C.
Dari sisi pengalaman berkendara, Ridwan menilai Tirano cukup ringan untuk bermanuver dan terasa seperti skuter konvensional dalam penggunaan sehari-hari. Desain, fitur, dan karakter motor listriknya menjadi daya tarik utama, meski calon pengguna tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan jok, getaran pada kecepatan tertentu, serta jarak tempuh sesuai kebutuhan.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Ridwan Hanif