Biaya Motor Listrik 3 Tahun Cuma Rp75 Ribu per Bulan, Benarkah Lebih Hemat dari Bensin?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:30 WIB
Biaya motor listrik selama 3 tahun hanya Rp75 ribu per bulan? Simak rincian ganti baterai, listrik, pajak, dan perawatannya.(sc youtube)
Biaya motor listrik selama 3 tahun hanya Rp75 ribu per bulan? Simak rincian ganti baterai, listrik, pajak, dan perawatannya.(sc youtube)

JAKARTA - Biaya motor listrik kerap menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin. Meski harga pembelian dan biaya operasionalnya relatif terjangkau, banyak calon pengguna masih khawatir dengan harga penggantian baterai yang disebut-sebut mahal. Namun, pengalaman seorang pengguna yang telah memakai motor listrik selama tiga tahun menunjukkan gambaran berbeda. Dengan total pengeluaran sekitar Rp2,71 juta, biaya penggunaan motor listrik tersebut hanya berkisar Rp75 ribu per bulan, termasuk penggantian baterai, perawatan, pajak, dan pengisian daya.

Pengalaman itu dibagikan melalui sebuah video YouTube yang mengulas biaya pemakaian motor listrik murah dengan baterai jenis sealed lead-acid (SLA) atau aki kering. Pengguna tersebut menceritakan bahwa motor listriknya sudah menempuh jarak sekitar 13.000 kilometer sebelum akhirnya baterai harus diganti.

Baterai Motor Listrik Mulai Melemah Setelah 10.000 Kilometer

Selama hampir tiga tahun pemakaian, motor listrik tersebut masih bisa diandalkan untuk perjalanan di jalan datar. Namun, performanya mulai menurun ketika jarak tempuh menyentuh sekitar 10.000 kilometer.

Baca Juga: Manajer KDMP Blitar Mulai Bertugas, Pengurus Pastikan Tak Ada Tumpang Tindih Tugas

Kondisi semakin terasa ketika motor digunakan untuk berboncengan atau melewati tanjakan curam. Bahkan, saat baterai masih cukup sehat, tenaga motor berkapasitas baterai kecil itu dirasakan kurang kuat menghadapi medan menanjak.

Setelah melewati 12.500 kilometer, kemampuan baterai semakin menurun hingga akhirnya tidak bisa digunakan. Penggantian baru dilakukan ketika odometer menunjukkan sekitar 13.000 kilometer.

Menurut pengalaman pengguna tersebut, penurunan kemampuan baterai tidak terjadi secara mendadak. Daya tahan yang awalnya cukup untuk perjalanan sekitar 50 kilometer berangsur berkurang menjadi 40 kilometer, 30 kilometer, hingga hanya sekitar 10 kilometer sebelum perlu diisi ulang.

Frekuensi pengisian daya memang meningkat seiring bertambahnya usia baterai. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat konsumsi listrik dalam rupiah meningkat drastis.

Harga Ganti Baterai SLA Kini Lebih Murah

Salah satu kekhawatiran terbesar pengguna motor listrik adalah biaya penggantian baterai. Ketika pertama kali membeli motor tersebut, satu set baterai SLA berisi lima unit disebut memiliki harga sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

Namun, ketika melakukan penggantian baru-baru ini, pengguna tersebut mendapatkan baterai pengganti dengan harga sekitar Rp1,5 juta setelah menggunakan voucher diskon pembelian daring.

Penurunan harga tersebut membuat biaya perawatan motor listrik menjadi lebih ringan dibandingkan perkiraan awalnya.

Meski demikian, harga baterai tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis motor listrik. Kendaraan dengan kapasitas baterai lebih besar atau menggunakan teknologi lithium umumnya membutuhkan biaya penggantian yang lebih tinggi.

Pengguna tersebut sebenarnya sempat mempertimbangkan mengganti baterai SLA dengan baterai lithium. Akan tetapi, harga baterai lithium dengan spesifikasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Selain lebih mahal, penggunaan baterai lithium juga memerlukan pertimbangan teknis, mulai dari ruang pemasangan hingga kesesuaian tegangan, arus, kabel, dan pengontrol motor.

Karena itu, ia memilih kembali menggunakan baterai SLA sesuai spesifikasi motor. Pilihan tersebut dinilai lebih praktis dan menghindari risiko apabila baterai pengganti tidak sesuai dengan sistem kelistrikan kendaraan.

Rincian Biaya Motor Listrik Selama Tiga Tahun

Berdasarkan perhitungan dalam video tersebut, pengeluaran motor listrik selama tiga tahun terdiri atas beberapa komponen.

Penggantian satu set baterai menghabiskan sekitar Rp1,5 juta. Pajak kendaraan selama tiga tahun mencapai Rp90 ribu, sedangkan penggantian ban belakang menelan biaya Rp200 ribu. Pengguna juga mengganti kampas rem sekali dengan biaya sekitar Rp20 ribu.

Dengan demikian, total pengeluaran untuk baterai, pajak, ban, dan kampas rem mencapai Rp1,81 juta.

Untuk pengisian daya, pengguna memperkirakan kebutuhan listrik sekitar 1 kWh setiap kali mengisi ulang selama lima jam. Dengan asumsi tarif listrik Rp1.500 per kWh dan frekuensi pengisian empat kali seminggu, biaya listrik diperkirakan sekitar Rp300 ribu per tahun.

Selama tiga tahun, total biaya pengisian daya mencapai sekitar Rp900 ribu. Jika digabungkan dengan biaya perawatan dan pajak, total pengeluaran menjadi Rp2,71 juta atau sekitar Rp75 ribu per bulan selama 36 bulan.

Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan pola penggunaan dan asumsi tarif listrik yang digunakan dalam video, sehingga hasilnya bisa berbeda untuk setiap pengguna.

Dibandingkan Motor Bensin, Selisihnya Cukup Besar

Sebagai pembanding, pengguna tersebut menghitung pengeluaran motor bensin di rumah dengan pola pemakaian yang hampir sama.

Biaya bensin diperkirakan mencapai Rp880 ribu per tahun, sedangkan pajak kendaraan sekitar Rp300 ribu per tahun. Biaya servis, penggantian oli, dan komponen lainnya diasumsikan sebesar Rp1,5 juta per tahun.

Total pengeluaran motor bensin berdasarkan perhitungan itu mencapai sekitar Rp3,88 juta per tahun atau Rp323 ribu per bulan. Sementara itu, biaya motor listrik hanya sekitar Rp75 ribu per bulan berdasarkan perhitungan selama tiga tahun.

Perbandingan tersebut belum memasukkan harga pembelian kendaraan dan tidak berlaku untuk semua jenis motor. Pola perjalanan, kondisi jalan, kapasitas baterai, serta kebutuhan servis dapat menghasilkan biaya yang berbeda.

Meski begitu, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa harga penggantian baterai bukan satu-satunya faktor dalam menghitung biaya kepemilikan motor listrik. Pengguna juga perlu mempertimbangkan konsumsi energi, pajak, perawatan, dan kebutuhan berkendara sehari-hari sebelum menentukan pilihan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
biaya motor listrik motor bensin harga baterai motor listrik motor listrik murah motor listrik