JAKARTA - Polytron Fox 350 hadir sebagai penerus Fox R dengan membawa sejumlah pembaruan yang menarik perhatian konsumen motor listrik. Dibanderol mulai Rp15 jutaan melalui skema sewa baterai, kendaraan ini menawarkan tenaga puncak 6,4 kW, kecepatan maksimum sekitar 95 km per jam, serta jarak tempuh yang mencapai 136 kilometer dalam pengujian. Meski memiliki sejumlah keunggulan, motor listrik ini masih menyisakan beberapa kekurangan pada bagian suspensi, jok, dan kualitas sejumlah komponen bodi.
Dalam ulasan di kanal YouTube Otomotif TV, Fox 350 dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan kesuksesan pendahulunya. Sejak diperkenalkan pada 2023, keluarga motor listrik Fox disebut telah terjual sekitar 40.000 unit. Fox R menyumbang sekitar 70 persen dari total penjualan tersebut.
Harga Terjangkau Berkat Skema Sewa Baterai
Salah satu daya tarik utama Polytron Fox 350 adalah harga awal pembeliannya. Berdasarkan ulasan tersebut, motor listrik ini ditawarkan sekitar Rp15,5 juta dengan skema sewa baterai. Konsumen kemudian membayar biaya sewa sebesar Rp200.000 setiap bulan, di luar biaya listrik untuk pengisian daya.
Baca Juga: 10 HP Multitasking Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Ada AMOLED 144 Hz dan Baterai 8.000 mAh
Bagi pengguna yang tidak ingin membayar sewa bulanan, tersedia pilihan pembelian baterai dengan harga sekitar Rp7,5 juta. Jika digabungkan dengan harga motor, total biaya kepemilikan mencapai sekitar Rp23 juta, sebelum memperhitungkan potongan harga atau program yang berlaku.
Skema sewa menawarkan keuntungan dari sisi perlindungan baterai. Dalam skema ini, pengguna dapat mengajukan penggantian apabila performa baterai menurun sesuai ketentuan layanan. Sementara itu, baterai yang dibeli secara langsung disebut memiliki garansi selama tiga tahun.
Performa Tetap Stabil dan Dilengkapi Fitur Baru
Secara spesifikasi, Polytron Fox 350 masih mempertahankan konfigurasi penggerak Fox R. Motor listriknya memiliki daya nominal 3 kW dengan tenaga puncak 6,4 kW. Torsi puncak diklaim mencapai 187 Nm, sedangkan kecepatan maksimum berada di kisaran 95 km per jam.
Pembaruan yang cukup penting adalah kehadiran regenerative brake. Fitur ini membantu memulihkan sebagian energi ketika motor melambat. Sistem tersebut memiliki dua level pengoperasian, meski tidak tersedia indikator khusus pada panel instrumen untuk menunjukkan kapan pengereman regeneratif sedang bekerja.
Respons putaran gas juga terasa lebih halus. Pengendara tidak lagi terlalu merasakan jeda ketika kembali membuka gas setelah berhenti, sehingga motor lebih mudah dikendalikan dalam kondisi lalu lintas padat.
Selain itu, terdapat fitur hill start assist atau HSA yang membantu menahan roda ketika motor berhenti di tanjakan. Sistem ini aktif setelah rem ditekan selama beberapa detik dan akan melepaskan tahanannya ketika pengendara kembali melaju.
Hasil Pengujian Jarak Tempuh Tembus 136 Km
Kemampuan baterai menjadi salah satu keunggulan yang disorot dalam pengujian. Dengan baterai terisi penuh, Fox 350 dikendarai menggunakan mode D pada kecepatan maksimal sekitar 50 km per jam. Dalam perjalanan yang relatif santai dan didominasi jalan datar, motor mampu menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen.
Sementara itu, penggunaan mode S dengan akselerasi lebih agresif menghasilkan jarak tempuh 92,7 kilometer. Mode S hanya dapat digunakan hingga kapasitas baterai sekitar 20 persen. Setelah melewati batas tersebut, sistem otomatis beralih ke mode D.
Motor ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang ditempatkan di bagian tengah kendaraan. Pengisian daya standar membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam dengan konsumsi daya pengisi daya sekitar 850–900 watt. Tersedia pula aksesori pengisi daya cepat dengan harga sekitar Rp2,7 juta.
Posisi Berkendara Lebih Baik, tetapi Suspensi Perlu Evaluasi
Dibandingkan Fox R, posisi berkendara Fox 350 dinilai lebih nyaman berkat dek kaki yang lebih rendah dan setang yang tidak terlalu tinggi. Handling juga terasa lincah untuk penggunaan di perkotaan, termasuk ketika harus bermanuver di tengah kemacetan.
Namun, suspensi menjadi salah satu catatan penting. Karakternya dinilai terlalu empuk dan menghasilkan ayunan berlebih ketika melewati jalan bergelombang. Suspensi depan juga relatif mudah mencapai batas pergerakannya saat melintasi lubang atau polisi tidur.
Jok depan yang terasa empuk ketika pertama kali diduduki ternyata kurang nyaman untuk perjalanan panjang. Setelah berkendara sekitar 30–45 menit, pengendara mulai merasakan tekanan pada bagian dudukan karena busanya dinilai kurang tebal.
Kualitas beberapa komponen plastik, kerapian cetakan bodi, serta celah antarpanel juga masih perlu ditingkatkan. Meski begitu, tampilan bodi, kualitas cat, dan desain bagian belakang mendapatkan penilaian cukup positif.
Keyless, Cruise Control, hingga Bagasi Luas
Dari sisi fitur, Fox 350 dibekali sistem keyless, alarm, pengunci roda belakang, dan aplikasi smartphone yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengaktifkan motor. Fitur cruise control membantu menjaga kecepatan tanpa harus terus memutar gas, sedangkan tombol mundur memudahkan manuver saat parkir.
Bagasi di bawah jok juga cukup luas untuk menampung helm open-face dan sejumlah perlengkapan berkendara. Tersedia pula port USB Type-C untuk mengisi daya ponsel.
Dengan harga awal sekitar Rp15,5 juta, Polytron Fox 350 menawarkan kombinasi performa, fitur, dan jarak tempuh yang menarik. Kendati suspensi serta kualitas beberapa komponen masih perlu penyempurnaan, motor ini tetap menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan untuk kebutuhan mobilitas harian.
Editor : Maylanni Diana Fitri