TVS Dazz Rp9,9 Juta Punya Bodi Tebal dan Suspensi Empuk, tetapi Ada Kekurangan Ini

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:56 WIB
TVS Dazz Rp9,9 juta menawarkan bodi elastis dan suspensi empuk, tetapi performa, konsumsi BBM, serta dek kaki perlu dipertimbangkan. (ScYoutube)
TVS Dazz Rp9,9 juta menawarkan bodi elastis dan suspensi empuk, tetapi performa, konsumsi BBM, serta dek kaki perlu dipertimbangkan. (ScYoutube)

JAKARTA - TVS Dazz menjadi salah satu pilihan motor matik baru bagi konsumen dengan anggaran terbatas. Motor ini disebut dibanderol Rp9,9 juta untuk harga off the road melalui TVS Jogja dalam ulasan Ridwan Hanif. Di balik harganya yang terjangkau, TVS Dazz menawarkan bodi plastik yang dinilai tebal dan elastis serta suspensi yang mendapatkan pujian saat diuji di jalan. Namun, motor bermesin 110 cc ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Dalam pengujian tersebut, Ridwan tidak hanya memeriksa tampilan dan kelengkapan motor, tetapi juga mencoba langsung karakter berkendaranya. Hasilnya, TVS Dazz dinilai lebih cocok untuk penggunaan santai dibandingkan pengendara yang mengutamakan kecepatan.

Baca Juga: Motor Listrik Overo Karyawan Bisa Tempuh 130 Km, Baterai Mudah Dilepas

Bodi Plastik Diuji dengan Injak dan Pukul

Salah satu bagian paling menarik dari ulasan TVS Dazz adalah demonstrasi kekuatan bodinya. Pihak yang meminjamkan motor tersebut mengizinkan pengulas menginjak dan memukul sejumlah bagian plastik untuk memperlihatkan karakter material yang digunakan.

Dalam demonstrasi itu, bagian bodi yang mendapat tekanan tidak langsung pecah. Ridwan menilai plastiknya cukup tebal dan elastis sehingga dapat kembali mengikuti bentuknya setelah menerima tekanan tertentu.

Pengujian tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena kualitas material sering kali menjadi salah satu pertimbangan ketika konsumen memilih motor murah. Meski begitu, demonstrasi singkat tersebut tidak dapat membuktikan bahwa semua bagian bodi tahan terhadap benturan keras dalam berbagai situasi.

Dari sisi desain, TVS Dazz juga memiliki bentuk yang tidak biasa untuk skuter matik masa kini. Siluet bagian depan dan belakangnya mengingatkan pengulas pada sejumlah motor bebek konvensional.

Warna hitam keabu-abuan dipadukan dengan aksen merah pada beberapa bagian bodi dan pelek. Tampilan ini memberikan kesan sporty meskipun desain keseluruhannya masih sederhana.

Suspensi Depan dan Belakang Mendapat Pujian

Setelah pemeriksaan statis, Ridwan membawa TVS Dazz berkendara untuk merasakan karakter suspensinya. Hasilnya, bagian depan dan belakang dinilai mampu memberikan kenyamanan ketika melewati jalan bergelombang.

Pengulas bahkan menilai kualitas suspensi motor ini lebih baik dibandingkan beberapa motor matik lain yang pernah dicobanya. Penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman berkendara selama pengujian, bukan pengukuran teknis yang berlaku untuk semua kondisi jalan.

Selain suspensi, pengendalian TVS Dazz juga dianggap mudah. Ukuran bodi yang ramping membantu motor bermanuver di ruang terbatas, termasuk ketika menghadapi kondisi lalu lintas perkotaan.

Menariknya, motor ini terasa cukup berat ketika dipindahkan dalam keadaan diam. Namun, saat sudah berjalan, pengulas justru merasakan motor lebih mudah dikendalikan.

Karakter tersebut membuat TVS Dazz menarik bagi pengendara yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan santai dan aktivitas rutin. Meski demikian, kenyamanan setiap orang bisa berbeda sehingga mencoba motor secara langsung tetap disarankan.

Performa Mesin Tidak Menjadi Keunggulan

TVS Dazz menggunakan mesin 110 cc dengan sistem karburator dan transmisi otomatis CVT. Tenaganya disebut sekitar 8,3 HP dalam ulasan Ridwan Hanif.

Ketika gas dibuka, putaran mesin terasa cepat meningkat. Namun, pengulas menilai kecepatan yang dihasilkan tidak terlalu istimewa. Suara mesin terdengar cukup jelas, tetapi akselerasinya tidak memberikan sensasi motor yang dirancang untuk melaju kencang.

Karena itu, TVS Dazz lebih sesuai untuk penggunaan harian dengan gaya berkendara santai. Konsumen yang sering melakukan perjalanan jarak jauh dengan kebutuhan kecepatan tinggi sebaiknya mempertimbangkan karakter mesin tersebut.

Sistem karburator juga menjadi hal penting untuk dipahami. Pada motor ini, pengendara masih menemukan tuas cuk untuk membantu menghidupkan mesin ketika dingin. Sementara itu, transmisi CVT membuat pengoperasiannya tetap sederhana karena tidak membutuhkan perpindahan gigi manual.

Konsumsi BBM Sekitar 35 Km per Liter

Kekurangan lain yang disorot adalah konsumsi bahan bakar. Ridwan menyebut angka sekitar 35 kilometer per liter berdasarkan informasi otomotif yang dirujuk dalam videonya.

Angka tersebut bukan jaminan konsumsi aktual setiap pengguna. Kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, beban kendaraan, perawatan mesin, dan cara berkendara dapat memengaruhi hasil pemakaian.

TVS Dazz memiliki tangki bahan bakar berkapasitas sekitar 5,1 liter. Kapasitas ini bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memperkirakan kebutuhan pengisian bensin, tetapi jarak tempuh sebenarnya tetap bergantung pada efisiensi selama digunakan.

Bagi konsumen yang lebih mengutamakan penghematan bahan bakar, Ridwan menyebut terdapat versi injeksi dengan harga berbeda. Perbandingan harga dan kebutuhan penggunaan jangka panjang dapat membantu menentukan versi yang lebih sesuai.

Dek Kaki Kurang Lebar dan Lampu Belum LED

Selain performa, ergonomi menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Ridwan menilai dek kaki TVS Dazz relatif kecil sehingga posisi kaki terasa kurang leluasa. Ia mencoba menyesuaikan posisi kaki untuk menemukan posisi berkendara yang lebih nyaman.

Pengendara bertubuh tinggi sebaiknya mencoba posisi duduk secara langsung untuk memastikan ruang kaki tidak terasa terlalu sempit. Bagian jok memang dinilai cukup nyaman, tetapi posisi pembonceng juga perlu diperiksa jika motor akan sering digunakan berdua.

Pada bagian pencahayaan, TVS Dazz masih memakai lampu depan halogen. Panel instrumennya juga sederhana, dengan informasi dasar seperti kecepatan dan bahan bakar.

Di sisi lain, motor ini sudah memiliki soket USB, ruang penyimpanan depan, kick starter, serta rem cakram depan. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah fitur praktis tetap disediakan meskipun harga jualnya relatif rendah.

Harga Rp9,9 Juta Belum Termasuk Biaya On the Road

Dalam video, TVS Dazz disebut memiliki harga off the road Rp9,9 juta. Artinya, angka tersebut belum mencakup keseluruhan biaya yang diperlukan agar motor siap digunakan di jalan raya.

Calon pembeli perlu meminta rincian biaya on the road, pengurusan dokumen, dan pajak kepada dealer. Harga serta ketersediaan unit juga sebaiknya dikonfirmasi kembali sebelum transaksi dilakukan.

Secara keseluruhan, TVS Dazz memiliki kelebihan pada kenyamanan suspensi, bodi yang dinilai elastis, dan kemudahan pengendalian. Sebaliknya, performa yang terbatas, konsumsi bahan bakar yang perlu dipertimbangkan, serta dek kaki yang relatif sempit menjadi sejumlah catatan.

Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, konsumen dapat menilai apakah TVS Dazz sesuai untuk kebutuhan harian dan anggaran yang tersedia.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Ridwan Hanif
TVS Dazz Motor Matik Murah TVS Dazz Rp9 9 Juta Kekurangan TVS Dazz