BLITAR - Ketika memasuk sekolah Madrasah Tsanawiyah (Mts), Kamila sapaan akrabnya, mengikuti lomba orasi yang diadakan oleh sekolah.
Lalu, naik tingkat ke Madrasah Aliyah (MA) dia juga mengikuti lomba pidato, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) hingga karya tulis ilmiah.
Bahkan, demi menambah ilmu public speaking, Kamila juga ikut magang di radio saat MAN.
“Saya SD pertama kali ikut lomba di Kemenag Kota Blitar, syukurnya meraih juara 3. Lalu ketika di Mts pernah menjuarai orasi pemuda. Saat di MAN, menjuarai karya tulis ilmiah, pidato bahasa Indonesa dan finalis MSQ,” ujarnya.
Keberanian berbicara di depan umum ini dimulai ketika guru SD memintanya untuk ikut lomba pidato.
Dia merasa tertantang untuk ikut dan membuktikan di depan gurunya. Dari seleksi itu, dia akhirnya mewakili sekolah untuk ikut lomba pidato. Kini, dia sukses berkarir di dunia public speaking.
Perempuan 23 tahun ini membentuk karakter percaya diri yang dimilikinya tidak hanya lewat lombalomba yang diikutinya.
Dia sejak SMA hingga kuliah belajar berwirausaha dengan menjual asesoris ponsel. Dari hal itu sering berinteraksi dengan pembeli, yang ternyata menambah mental untuk dapat tampil berbicara di depan umum.
”Alhamdulilah sekarang disibukkan dengan menjadi pembawa acara atau master ceremony (MC), penyiar radio dan konten kreator,"
"Saya lebih dulu mengawali karir MC dan ikut beberapa duta pemuda keren hingga putra putri batik. Baru setelah itu, jadi penyiar radio pada September 2022,” tuturnya.
Kini Kamila menjadi langganan MC berbagai acara di Kota Blitar. Menjadi penyiar dan MC berbeda karena yang satu bekerja di dalam studio dan pembawa acara dituntut untuk berinteraksi dengan banyak orang.
Perempuan lulusan UM ini menceritakan, pengalaman yang paling berkesan ketika jadi MC, yakni ketika menjadi moderator di KPU Kota Blitar pada 2021 lalu.
Lantaran, saat itu baru sembuh dari covid-19 dan langsung diminta untuk menjadi MC acara besar.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra