Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Adi Andaka, Dokter Hewan yang juga Kadispendik Kabupaten Blitar, Saya Pelayan Sekolah dan Guru Siswa

Noormalady Usman • Kamis, 2 Mei 2024 | 17:45 WIB

 

Adi Andaka, Sosok Dokter Hewan yang Juga Kadispendik Kabupaten Blitar
Adi Andaka, Sosok Dokter Hewan yang Juga Kadispendik Kabupaten Blitar

BLITAR - Backround sebagai seorang dokter hewan tidak membuat Adi Andaka minder menjadi kepala dinas pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Blitar. Justru hal itu menjadi pelecut semangat untuk memberikan pelayanan terbaik untuk dunia pendidikan Kabupaten Blitar lebih berkualitas.

Setelah dilantik menjadi Kadispendik Kabupaten Blitar sempat “merasa” kurang percaya diri. Bagaimana seorang yang terbiasa memeriksa dan mengobati hewan, kemudian diberikan amanah untuk memimpin dinas yang mengurus institusi pendidikan dengan macam persoalannya.

Mulai dari pemberlakuan kurikulum, jumlah guru dan tenaga kependidikan, insfrastruktur sekolah, hingga berbagai kompleksitas persoalan yang melingkupi seluruh dunia pendidikan di Kabupaten Blitar.

“Awalnya saya sempat tidak percaya diri, namun sebagai abdi negara saya harus siap ditugaskan di dinas manapun. Bahkan saya sempat tertegun saat bertemu pertama kali dengan semua kepala sekolah SD-SMP di aula dinas setelah dilantik,” ungkap Adi Andaka, saat ditemui Koran ini di ruangannya beberapa waktu lalu.

Namun, jelas Adi, memahami betul tentang kompleksitas persoalan dan tantangan yang harus dihadapi sebagai seorang kadispendik.

Sehingga sejak awal prinsip memberikan pelayanan dan sebagai pelayan seluruh warga pendidikan di kabupaten. Bukan hanya sebagai pemegang kebijakan, tapi juga mampu memberikan contoh yang baik.

“Sejak awal saya menekankan bahwa saya adalah pelayan sekolah, sedangkan para guru adalah pelayan para siswa. Saya tidak malu mengatakan itu kepada semua kepala sekolah,” ujar pria ramah ini.

Setelah mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada, yakni dengan kerap turun langsung untuk mengetahui urat nadi pendidikan di Kabupaten Blitar. Salah satunya dengan sering koordinasi dan melihat dan mengetahui langsung kondisi sekolah, pembelajaran, hingga jumlah guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah di kota maupun di wilayah pinggiran.

“Lho saya itu sering turun ke sekolah di pinggiran, untuk mengetahui kondisi sebuah sekolah. Bahkan suatu waktu, saya sempat dimarahi penjaga sebuah sekolah karena dianggap terlalu banyak bertanya,” tuturnya sambal tertawa.

Tidak pernah bermimpi bahwa suatu saat akan menjadi kepala sebuah dinas yang mengurus pendidikan.

Karena setelah menyelami selama kurang lebih setahun lebih sebagai kadispendik, ternyata memang banyak persoalan dan tantangan yang membuat dunia pendidikan di Kabupaten Blitar belum bisa berkembang.

“Saya sadari itu, masih banyak kurangnya. Tapi itulah yang harus dipacu, baik gurunya, siswanya, pengawasnya, hingga menyiapkan guru-guru terbaik yang siap. Jangan hanya minta penempatan yang mudah-mudah saja,” tegasnya.

Untuk saat ini, jelas Adi, tantangan yang dihadapi Dispendik di Kabupaten Blitar adalah soal pengoptimalan sekolah yakni lewat proses regrouping sekolah, kemudian sangat terbatasnya pengawas.

Itu membutuhkan proses manajerial yang bijaksana, karena harus benar-benar menghitung tenaga baru dan menempatkan tenaga yang sudah ada.

“Saat ini keterbatasan seorang pengawas pendidikan yang harus diperhitungkan, itu yang menjadi prioritas yang segera harus dilakukan. Ya,  kita butuh mengangkat pengawas paling penting,” ungkapnya.

Dia berharap, dunia pendidikan di kabupaten Blitar dengan berbagai persoalan dan tantangannya menjadi bahan evaluasi bagi dinas dan pemerintah.

Berbagai prioritas harus segera dicarikan solusi, karena jika dibiarkan akan mengganggu proses belajar dan tentunya berdampak pada anak-anak generasi bangsa.

“Ini terkait dengan anak-anak sekolah. Pendidikan adalah menu utama dan dasar bagi kehidupan anak bangsa.

Saya banyak berharap, meskipun dalam kondisi terbatas, dunia pendidikan di Kabupaten Blitar akan semakin baik dan maju,” harapnya. (*/)        

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #Dinas pendidikan #dokter hewan #pendididkan