BLITAR - Minat baca di Kota Blitar masih tergolong cukup rendah. Untuk itu, program perpustakaan keliling (Pusling) ke sekolah-sekolah akan terus digencarkan demi menumbuhkan minat baca sedari dini. Khususnya mulai tingkat sekolah dasar (SD).
Namun, sarana pendukung Pusling yang ada saat ini dinilai kurang maksimal. Karena itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Blitar bakal menambah armada Pusling.
”Kami akan mengusulkan ke pusat untuk tambahan armada. Paling tidak 2 sampai 3 unit agar pelayanan lebih maksimal,” kata Plt Kepala Disperpusip Kota Blitar Njunariadi kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat (17/5/2024).
Pihaknya belum bisa memastikan usulan tambahan armada Pusling itu disetujui oleh pusat atau tidak. Sebab, kewenangan tetap ada di pusat.
”Pusat akan mempertimbangkan disetujui atau tidak. Sebelumnya, kami sudah ada tiga armada. Dua di antaranya pemberian dari pusat,” katanya.
Menurutnya, tiga armada Pusling itu sudah gencar mangkal di sekolah-sekolah setiap hari. Mulai jenjang taman kanak-kanak (TK), SD, hingga sekolah menengah pertama (SMP). ”Masing-masing jenjang sekali dalam sehari. Nanti digilir keliling di tiap sekolah,” ujarnya.
Banyaknya sekolah yang harus dikunjungi, terutama jenjang SD, menjadikan kunjungan di masing-masing sekolah kurang maksimal. Sebab, satu sekolah hanya terjatah sebulan sekali. Bahkan bisa sampai dua bulan sekali.
Njunariadi ingin jadwal kunjungan di tiap sekolah minimal dua minggu sekali. Karena itu, butuh tambahan armada lebih banyak agar kuantitas kunjungan bisa maksimal.
“Selain itu, kami juga menambah koleksi buku khusus anak-anak. Dengan adanya koleksi baru, anak-anak semakin tertarik untuk membaca,” ujarnya.
Saat ini, jumlah koleksi buku di disperpusip tercatat 16.742 judul, sedangkan jumlah bukunya 26.423 eksemplar. Selain buku fisik, dinas juga mengoleksi ratusan judul buku elektronik alias e-book.
Di samping meningkatkan layanan Pusling, dinas juga mendorong orang tua untuk turut aktif menumbuhkan minat baca anaknya. Salah satunya dengan mengenalkan buku kepada anak sejak usia dini.
”Kegemaran membaca itu memang harus dipupuk sejak dini. Dari situ, anak-anak hingga nanti dewasa memiliki kebiasaan membaca,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila