BLITAR - Prapendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA masih dalam proses verifikasi dan validasi (verval) data untuk pengambilan PIN.
Sayangnya, masih banyak siswa atau orang tua yang berpikir bahwa proses verval ini harus di sekolah yang dituju. Akibatnya, antrean mengular menjadi pemandangan di sekolah yang banyak diminati siswa.
Untuk diketahui, proses verval ini berlangsung sejak 27 Mei hingga 15 Juni nanti. Meski cukup lama, antusiasme siswa dan wali untuk pengambilan PIN ini cukup tinggi hingga mengakibatkan antrean panjang.
“Untuk proses verval pada awal-awal kemarin, kami belum bisa mengantasipasi membeludaknya siswa yang datang ke sekolah kami. Karena tidak menarget atau membatasi siswa yang melakukan proses verval,” ujar Wakil Kepala SMAN 1 Srengat, Mochamad Noor Rofiq.
Dia melanjutkan, membeludaknya siswa yang melakukan proses verval ini karena banyak orang tua yang ingin kepentingan PPDB cepat tuntas.
Padahal, pihak sekolah memiliki keterbatasan verifikator. Saat ini ada 10 verifikator di SMAN 1 Srengat. Namun, empat orang di antaranya sedang bertugas di kelas karena ada penilaian sumatif akhir tahun (PSAT).
Pihak sekolah melakukan evaluasi untuk mengendalikan antrean siswa yang melakukan verval. Yakni dengan melakukan sistem nomor antrean.
Namun, hal itu tidak banyak berguna lantaran banyak siswa yang datang ke SMAN 1 Srengat lebih pagi agar tidak ingin kehabisan nomor antrean.
“Padahal untuk melakukan verifikasi tidak hanya di SMAN 1 Srengat. Kami menyarankan siswa dan orang tua untuk datang ke sekolah lain yang terdekat, seperti SMK Udanawu, SMA/SMK Kademangan, dan SMA Ponggok,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak siswa yang memiliki pemahaman bahwa proses verval harus dilakukan di sekolah tujuan. Padahal, proses verval bisa di sekolah terdekat dan di mana saja.
“Sudah dua hari ini kondisi antrean siswa yang melakukan verval mulai kondusif. Hari ini (kemarin, Red) hanya 80 anak. Pada Rabu mencapai 98 siswa yang melakukan verval,” kata Rofiq.
Dia menambahkan, saat pendaftaran tahap I pada 10 Juni nanti, siswa tidak harus melakukan proses itu di sekolah yang dituju. Verval dapat dilakukan di rumah dengan membuka aplikasi yang bisa diakses secara online.
“Untuk proses verval ini sampai 16 Juni, karena menyesesuaikan dengan tahapan pendaftaran. Sehingga yang berniat mendaftar pada tahap kedua atau ketiga masih bisa melakukan verval pada akhir-akhir,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila