BLITAR - Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMP sudah memasuki gelombang II. Sayangnya, beberapa sekolah di daerah pinggiran masih saja kesulitan memenuhi jatah pagu mereka.
Informasi yang berhasil dihimpun, total pagu PPDB SMP sejumlah 13.696 siswa. Hingga kini, sekitar 70 persen siswa dinyatakan lolos PPDB.
Kabid Pengelolaan Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar, Mariadi mengatakan, sekolah di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Wlingi, Kesamben, Talun, Kanigoro, Garum, Srengat, Ponggok, sudah memenuhi pagu.
‘’Kesulitan kami dalam PPDB SMP ini pada sekolah yang berada di daerah pinggiran, karena lulusan dari SD sekitar sekolah itu juga berkurang,’’ ujar Mariadi.
Fenomena pagu tak terpenuhi di jenjang SPM ini juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Selain perpindahan tugas orang tua, tidak sedikit yang memasukkan buah hatinya ke pondok pesantren.
Mariadi menyebut ada beberapa sekolah yang mengajukan tambahan pagu. Namun, pihaknya tidak serta-merta mengizinkan.
Tak hanya sarana prasarana sekolah, ketersediaan pagu di sekolah lain juga menjadi pertimbangan.
Pada PPDB tahun ini, dispendik mengelola 49 lembaga negeri dan 59 lembaga swasta dengan total pagu 13.696 siswa.
Saat ini sudah ada 10.108 siswa yang lolos PPDB terbagi dari empat jalur. Yakni, zonasi mencapai 5.263 siswa, afirmasi 1.409 siswa, prestasi 3.278 siswa, dan perpindahan tugas orang tua (PTO) 158 siswa.
‘’Berdasarkan data terbaru kami, pada Jumat pukul 11.30 WIB sudah ada 10.108 siswa yang sudah lolos PPDB SMP. Kami menargetkan PPDB SMP tahun ini setidaknya pagu terpenuhi sekitar 90 persen. Sebab terjadi peningkatan siswa yang sudah lolos dan PPDB gelombang II berlangsung hingga 14 Juni,’’ ungkapnya.
Dia melanjutkan, ada beberapa kendala yang dilaporkan operator sekolah maupun orang tua. Misalnya, sebagian titik koordinat tidak muncul dan kurang tepat pada jalur zonasi.
Kasus ini kerap terjadi pada sekolah swasta sekolah dasar islam (SDI). Diduga karena data siswa bukan dari data pokok pendidikan (dapodik), melainkan dari education management information system (EMIS) alias data yang dikelola Ditjen Pendidikan Islam. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila