Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

SMPN 6 Blitar Menuju Adiwiyata Mandiri, Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber) Secara Sederhana dengan Lahan Sempit

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Minggu, 16 Juni 2024 | 03:04 WIB

BAGUS ADI SAPUTRO, S.Pd (Guru BK SMPN 6 Blitar)
BAGUS ADI SAPUTRO, S.Pd (Guru BK SMPN 6 Blitar)

Oleh: BAGUS ADI SAPUTRO, S.Pd (Guru BK SMPN 6 Blitar)

BUDIKDAMBER merupakan singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember. Teknik yang menggabungkan sistem budidaya tanaman sayuran dan budidaya ikan dalam satu tempat sebagai upaya untuk menunjang ketahanan pangan. 

Budidaya dengan teknik ini tidak terlalu rumit. Teknik ini tergolong cukup mudah dan sederhana. Jumlah ember bekas tidak terpakai di SMP Negeri 6 Blitar cukup tinggi.

Hal tersebut disebabkan karena jumlah tong sampah dari ember dengan jumlah kelas tidak seimbang. Sehingga menyebabkan banyaknya ember cat yang tidak terpakai. 

Perkembangan teknologi meningkatkan penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari, utamanya penggunaan sampah plastik air mineral. Peningkatan penggunaan sampah plastik meningkatkan laju pemanasan global.

Hal ini karena plastik mengeluarkan gas metana dan etilena pada saat terkena sinar matahari dan rusak. Kondisi tersebut lama-kelamaan menyebabkan perubahan iklim.

Berdasarkan paparan data di atas, diperlukan upaya untuk memanfaatkan sampah plastik bekas air mineral (reuse) menjadi media budidaya ikan dengan menggunakan ember (budikdamber). 

Budikdamber mampu menghasilkan value addeddengan memanfaatkan bahan bekas. Berikut alat dan bahan serta tahapannya:

(1) ember bekas cat 25 kg/ember bekas, (2) arang batok kelapa, (3) gelas plastik/botol air mineral, (4) benih ikan lele ukuran 5-12 cm dengan jumlah sekitar 60-100 ekor, (5) tang, (6) kawat, (7) bibit kangkung, dan (8) solder.

Tahapan pembuatan budikdamber: (1) siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk budidaya ikan menggunakan ember, (2) lubangi gelas plastik/ botol bekas air mineral, (3) lubangi gelas plastik dengan solder, (4) potong kangkung sisakan bagian bawah yang memiliki akar, (5) masukkan kangkung ke dalam gelas, kemudian isi gelas dengan arang batok kelapa sekitar 50-80 % dari ukuran gelas.

Kemudian (6) potong kawat kurang lebih 12 cm dan buat model kait yang di-jadikan pegangan gelas di ember, (7) isi ember dengan air kurang lebih 60 liter, diamkan kurang lebih 1-2 hari, (8) masukkan ikan, diamkan 1-2 hari, dan (9) rangkai gelas kangkung di pinggir ember.

Kegiatan budidaya ikan dalam ember berdasarkan kondisi yang ada di SMP Negeri 6 Blitar dengan lahan yang terbatas. Keterbatasan lahan dan air disebabkan oleh pembangunan gedung sekolah.

Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan adalah budidaya ikan dengan tanaman melalui sistem aquaponik di dalam suatu tempat.

Budidaya ikan dalam ember merupakan teknik budidaya akuaponik dengan tanaman sayur berupa media tanam selain tanah. Teknik ini memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dalam satu tempat. 

Kesimpulan. Pembuatan budidaya lele dengan menggunakan teknik budikdamber sangat bermanfaat bagi lingkungan. Karena selain bisa menambah komoditas bahan pangan yaitu sayur kangkung dan ikan lele.

Hal ini juga merupakan hasil dari konservasi air, di mana curah air yang ada tidak terbuang sia-sia. Selain itu, pembuatan budidaya ikan lele ini juga bisa menambah nilai kreativitas dalam berkarya. 

Keuntungan dari budidaya ikan lele dalam ember adalah hemat energi, karena tidak memerlukan aliran listrik seperti yang dilakukan pada budidaya aquaponik dan tidak perlu suplai oksigen, maupun sirkulasi air kolam. Sederhana, murah, dan tergolong mudah dalam pembuatannya. (*)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#tanaman #ketahanan pangan #Budidaya Ikan dalam Ember