Oleh: Mohammad abdul karim, M.Pd.I
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian individu.
Dalam Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk mengembangkan manusia secara holistik mencakup aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial.
Pendidikan humanistik dalam Islam memiliki beberapa prinsip yang mendasari pendekatannya, diantaranya ada beberapa pendekatan: seperti pendekatan tauhid, pengembangan insan kamil, urgensi adab, pengetahuan/ ilmu, ibadah, keseimbangan jasmani dan rohani, pendidikan sepanjang hayat dan kehidupan social kemasyarakatan.
Pondasi awal dalam pendidikan humanistic dalam pandangan islam yaitu pendekatan tauhid merupakan dasar dari seluruh pendidikan dalam Islam adalah tawhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah.
Tawhid mengajarkan bahwa segala ilmu dan kebijaksanaan berasal dari Allah, dan tujuan utama dari pendidikan adalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ini berarti bahwa setiap aspek pendidikan harus mencerminkan nilai-nilai keislaman dan membawa manusia lebih dekat kepada pencipta-Nya.
Dilanjutkan dengan pendekatan yang kedua dengan pendekatan insan kamil, atau manusia yang sempurna, adalah tujuan utama dari pendidikan humanistik dalam Islam.
Insan kamil merujuk pada individu yang berkembang secara seimbang dalam aspek spiritual, moral, dan intelektual. Pendidikan harus mendorong pengembangan karakter, integritas, dan akhlak yang baik, serta pengetahuan yang luas dan mendalam.
Adab adalah bagian penting dari pendidikan humanistik menurut Islam. Ini mencakup pengajaran tentang etika, moral, dan perilaku yang baik. Adab meliputi sikap hormat, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa saling menghargai.
Melalui pendidikan yang menekankan adab, individu diharapkan dapat berinteraksi dengan baik dalam masyarakat dan menjalani kehidupan yang bermartabat namun semua itu tidak boleh terlepas dengan landasan ilmu, dalam Islam menuntut ilmu dianggap sebagai kewajiban bagi setiap Muslim. Pendidikan harus mendorong pencarian pengetahuan dalam berbagai bidang, baik ilmu agama maupun ilmu duniawi.
Rasulullah SAW bersabda, "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah). Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dalam Islam untuk membangun masyarakat yang berilmu dan beradab.
Pendidikan dalam Islam juga mencakup pengajaran tentang ibadah dan pengabdian kepada Allah. Ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji merupakan bagian integral dari kehidupan seorang Muslim dan harus diajarkan sejak dini.
Pendidikan harus membantu individu memahami pentingnya menjalankan perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari. pendidikan Islam menekankan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.
Pendidikan harus mencakup aspek-aspek fisik, seperti kesehatan dan olahraga, serta aspek-aspek spiritual, seperti ibadah dan meditasi. Dengan demikian, individu akan berkembang secara utuh dan seimbang.
konsep pendidikan dalam Islam adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Islam mendorong setiap individu untuk terus belajar dan berkembang sepanjang hayatnya, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Ini mencerminkan pentingnya sikap keterbukaan terhadap pengetahuan baru dan pengembangan diri secara terus-menerus.
Pendidikan humanistik dalam Islam juga menekankan pentingnya peran individu dalam masyarakat. Pendidikan harus mengajarkan tentang hak dan kewajiban sosial, termasuk keadilan, kerja sama, dan pelayanan kepada sesama.
Dengan demikian, individu akan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat dan membangun kehidupan yang harmonis.
Sehingga dapat disimpulkan pendidikan humanistik menurut pandangan Islam berfokus pada pengembangan manusia secara holistik, mencakup aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial.
Melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam, individu diharapkan dapat menjadi insan kamil yang memiliki akhlak mulia, pengetahuan yang luas, serta mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Pendidikan dalam Islam bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kepribadian yang utuh dan seimbang.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila