BLITAR - UPT SMP Negeri 3 Srengat bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Jawa Dipa Nusantara (pegiat lingkungan hidup), Kecamatan Wonotirto, Koramil Wonotirto, Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakrejo, Bank Sampah Pasir Samudro, dan Pos Kamladu, menggelar kegiatan penanaman 100 mangrove, aksi bersih sampah, dan penanaman pohon, pada Rabu (31/6/2024).
Kegiatan yang diinisiasi UPT SMP Negeri 3 Srengat ini merupakan aksi nyata untuk mewujudkan kepedulian terhadap ekosistem serta peran aktif sebagai sekolah Adiwiyata.
Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan Hari Sejuta Pohon, kampanye konservasi air, energi dan pengelolaan sampah, Hari Bebas Kantong Plastik se-Dunia, serta Hari Pengurangan Bencana Alam se-Dunia.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, tepatnya di Pantai Pasetran Gondo Mayit dan Pantai Banteng Mati.
Bertempat di Pantai Pasetran Gondo Mayit, kegiatan pertama dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dibuka langsung Camat Wonotirto Marhaendra Pudji Rahardja.
Lalu kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 100 mangrove dan aksi bersih sampah plastik dan nonplastik di sekitar pesisir.
“Untuk masyarakat sekitar mestinya harus melaksanakan kegiatan secara rutin karena permasalahan sampah menjadi kewajiban bersama,” kata Camat Wonotirto, Marhaendra.
Lalu kegiatan kedua berlangsung di Pantai Banteng Mati dengan penanaman 20 pohon pule dan kampanye konservasi air, energi dan pengelolaan sampah.
Khususnya pada kampanye ini ditandai dengan melakukan penempelan stiker pada tiap tempat seperti pada tempat sampah, keran air dan sumber listrik.
“Kegiatan tersebut dapat mendidik para generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan sejuk,” terang Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Hakim Catur Yulian.
Kepala UPT SMP Negeri 3 Srengat Sulistiyono, SP.d., M.M. menambahkan, berbagai hal itu dilakukan karena untuk melestarikan bumi agar tetap hijau dan oksigen tetap terpenuhi.
Selain itu, bersih sampah yang khususnya pada sampah plastik, karena sampah plastik ini sangat susah terurai.
“Semoga kedepan ini menjadi budaya bagi bapak, ibu guru dan para siswa untuk peduli dengan lingkungan hidup, dan semoga UPT SMP Negeri 3 Srengat menjadi sekolah Adiwiyata tingkat nasional,” pungkasnya. (nan/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila